Perusakan Mobil oleh Oknum ‘Driver’ Ojol, Apa Kata Warga?

Perusakan Mobil oleh Oknum ‘Driver’ Ojol, Apa Kata Warga?

(jktinfo)

Sebuah video sempat viral di media sosial. Padahal, isinya bikin bulu kuduk merinding. Satu mobil dihancurkan ramai-ramai oleh oknum ojek online alias Ojol.

Yup, mereka yang biasa antar jemput kita hampir tiap hari. Mereka yang biasa berinteraksi dengan kita lewat skema: order-chat-ngobrol di motor-kasih bintang lima.

Lantas, bagaimana reaksi warga khususnya netizen alias warganet?

Dalam video tersebut, terlihat sekelompok oknum driver Ojol memukul-mukul dan merusak sebuah mobil SUV berwarna putih. Berbagai teriakan dan makian terdengar dari arah kumpulan pengemudi.

Pengendara mobil sempat melarikan diri. Sambil maju, mobil tersebut menabrak motor yang diduga motornya abang Ojol. Para pengemudi Ojol beramai-ramai mengejarnya. Sialnya, itu mobil harus berhenti karena terjebak kemacetan.

Sekelompok oknum pengemudi Ojol yang mengejar itu kemudian kembali melakukan perusakan terhadap mobil tersebut. Pengemudi mobil keluar, eh dikejar lagi. Mobilnya kelihatan hancur, di video itu tidak jelas bagaimana nasib pengemudinya.

Kejadian berawal ketika massa Ojol sedang mengawal perjalanan seorang rekan sesama pengemudi Ojol, yang meninggal dunia akibat tergilas bus saat menghindari jalan berlubang di flyover Pesing, Jakarta Barat, sehari sebelumnya.

Mobil tersebut dikendarai Andrian Anton yang merupakan sopir dan Anton Leonard Ayal. Dalam versi pengemudi mobil, awalnya mereka melintas dari Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih menuju arah Senen. Kedua pengendara mobil tersebut melihat sekelompok Ojol berkerumun di ruas jalan menuju arah Senen.

Dari pengakuan Andrian dan Anton, keduanya telah terlebih dulu membunyikan klakson untuk melintas. Namun, diakui keduanya bahwa ada seorang driver yang tidak merasa senang keduanya melintas.

Akibat hal tersebut, sekelompok pengemudi Ojol lainnya bereaksi dan melakukan pemukulan terhadap mobil tersebut. Bagian depan mobil rusak parah, termasuk kaca mobil yang pecah.

Pengemudi yang panik kemudian menginjak gas untuk menghindari amukan driver Ojol. Mobil menabrak beberapa motor. Namun, tepat di underpass Senen, mobil terhenti karena adanya kemacetan.

Untuk keterangan versi pengemudi Ojol bisa dibaca posting-an di Instagram ini:

Rabu, 28 Februari | Keributan terjadi di Underpass Senen, Jakarta Pusat, antara pengemudi mobil dengan beberapa driver ojek online. Peristiwa itu ditengarai karena ulah salah seorang di dalam mobil. Saksi bernama Tomi mengatakan, peristiwa bermula dari salah seorang di dalam mobil putih berkata kasar kepada iring-iringan driver ojek online yang baru selesai mengantar jenazah. Driver ojek online sempat menahan diri namun ucapan yang sama kedua kalinya membuat mereka mengamuk. Mobil itu dihentikan dan dirusak, sementara pengemudi dan penumpang berada di dalam mobil. Namun tak diduga, si pengemudi justru tancap gas dan nyaris menabrak driver dan motor ojek online yang ada di depan. Ramai-ramai mobil itu dikejar dan terhenti sekitar 300 meter karena ada kemacetan. Belum diketahui nasib si pengemudi dan penumpang setelah diamankan para driver ojek online. source: kumparan.com #jktinfo

A post shared by JAKARTA INFO (@jktinfo) on

Tapi, apapun itu, sepertinya kejadian ini memang meresahkan. Kelihatannya kita sangat mudah tersulut emosi dan menyelesaikan masalah melalui jalan kekerasan.

Kejadian penghakiman massa seperti ini bukan pertama kali terjadi. Dengan beragam penyebab, masyarakat kita mudah sekali melakukan tindak kekerasan. Terkadang, hanya ikut-ikutan saja atas nama solidaritas.

Padahal, jika solidaritas itu dilakukan untuk suatu kelompok, bukankah malah akan memperburuk citra kelompok tersebut?

Semoga kejadian ini tidak berulang lagi. Kita sama-sama tahu pepatah ini bukan: “Kalah jadi abu, menang jadi arang.”

Kekerasan tidak akan pernah bisa menyelesaikan persoalan…

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.