Di Balik Viralnya Lagu Karna Su Sayang, Menurut Penciptanya

Di Balik Viralnya Lagu Karna Su Sayang, Menurut Penciptanya

Ilustrasi (Simone_ph via Pixabay)

Jagat dunia maya, dalam hal ini Youtube, sempat dihebohkan dengan viralnya lagu Karna Su Sayang karya anak Indonesia Timur bernama Near.

Dalam lagu ini, Near berduet dengan Dian Sorowea, pelajar berusia 16 tahun. Keduanya berasal dari Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tanah kelahiran dan tempat tinggal saya saat ini.

Maumere adalah salah satu kota di NTT yang sedang bertumbuh kembang geliat kreativitas anak mudanya. Anda tak perlu heran bahwa banyak keunikan di kota ini. Tak hanya eksotisme pariwisata saja.

Salah satunya adalah lagu dan tari Gemu Fa Mi Re, yang berhasil memecahkan rekor MURI. Lagu tersebut menjadi langganan event-event resmi nasional. Selain Gemu Fa Mi Re, ada Komunitas KAHE.

Sementara itu, lagu Karna Su Sayang sendiri telah di-cover beberapa artis dan Youtuber ternama, seperti Aviwkila, Boy William, Rio Febrian feat Nagita Slavina, dan tentu saja my love Via Vallen.

Lirik romantis dengan irama musik dan beat yang santai serta enak didengar membuat siapa saja tergila-gila pada lagu Karna Su Sayang, terutama generasi muda yang sedang yayang-yayangan.

Makna dari lagu ini sebetulnya tentang komitmen dalam hubungan asmara. Yang mana tak boleh ada rasa cemas atau gundah gulana; karna kalau sa su bilang, sa trakan berpindah karna su sayang (karena kalau saya sudah bilang, saya takkan berpindah karena sudah sayang).

Namun, ada beberapa hal ataupun peristiwa yang terjadi di balik viralnya lagu ini. Sesuatu yang berkenaan dengan proses kreatif dari karya tersebut maupun pribadi sang pembuat karya.

Poin-poinnya sempat saya catat ketika bertemu langsung dengan Near.

1. Diciptakan saat bangun tidur

Kepada saya, Near menuturkan bahwa lagu ini diciptakan sore hari ketika dia baru bangun tidur. Dia mengambil gitar dan memainkan nada-nada sembari menghimpun lirik. Spontan dan berlangsung begitu saja.

Barangkali karena Near memang sudah menghasilkan beberapa lagu yang diunggah di Youtube, sehingga penciptaan semacam itu merupakan perkara biasa untuk tetap merawat akunnya.

Saya sempat berpikir bahwa lagu ini lahir dari rasa galau atau mungkin dia sedang kasmaran. Tapi rupanya tidak.

Hal menarik lainnya bahwa potongan lagu ini malah jadi ketika dia sedang berada dalam toilet. Gitarnya dibawa serta. Lihatlah, inspirasi selalu datang kapan dan di mana saja. Tapi kita tak perlu kaget. Hal-hal besar kadang datang dari pengalaman-pengalaman sederhana, bahkan konyol sekalipun.

2. Sarjana pajak tapi menjadi pengusaha Distro

Berprofesi sebagai musisi ataupun Youtuber bukanlah hal utama bagi Near. Di daerahnya sendiri, Near adalah seorang pengusaha distro pakaian. Dia memberi nama usaha itu Rakat Store, yang terinspirasi dari akun Instagram yang dia kelola, Fenomena Rakat.

Fenomena Rakat sendiri berisikan meme-meme ataupun video lucu tentang orang-orang Timur. Sejauh penelusuran saya, kata ‘rakat’ merupakan kependekan dari ‘masyarakat’. Dan, merupakan sapaan bagi sesama mahasiswa atau perantauan yang berada di luar daerahnya, terutama di Jawa dan Bali.

Kependekan-kependekan semacam itu memang lazim dijumpai dalam aktivitas komunikasi masyarakat Indonesia Timur. Contoh lainnya, seperti dalam lagu Karna Su Sayang, adalah kata ‘sudah’ menjadi ‘su’, lalu ‘saya’ menjadi ‘sa’, atau ‘kau’ yang berubah jadi ‘ko’.

Kembali ke soal profesi. Ketika baru selesai kuliah perpajakan di Jakarta, sebelumnya di Surabaya, Near mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan di daerah asalnya. Dia tak tahu harus bekerja apa. Modal ijazah sarjana pajak sepertinya tak laku sama sekali. Kalah sama koneksi ‘orang dalam’, eh?

Baca juga: Meramal Masa Depan Dangdut Koplo Via Vallen & Nella Kharisma

Tapi, Near tetap meneruskan usahanya. Dan, untuk mengisi waktu luang, dia pun membuat lagu-lagu. Salah satunya Karna Su Sayang yang tak disangka jadi viral.

Sekarang, orang boleh saja bilang dia sudah terkenal atau artis atau apalah. Namun, di balik itu, sebenarnya ada perasaan kalah yang dikuburnya dalam-dalam. Seorang sarjana pajak yang ditolak.

Hampir mirip cinta yang tak dianggap, heuheu. Mungkin cinta juga harus punya ‘orang dalam’.

3. Awalnya akan dinyanyikan oleh seorang kawan laki-laki

Ketika usai membuat lirik dan musik Karna Su Sayang, Near menyerahkan kepada seorang kawan laki-lakinya untuk dinyanyikan. Tentu saja tujuannya hanya satu. Lagu itu segera direkam dan diunggah ke Youtube.

Namun, semesta rupanya berpihak padanya. Kawan tersebut malah mengembalikan lagu itu dan meminta Near untuk mencari penyanyi perempuan. Kemudian, lagu itu jatuh pada orang yang tepat. Dian Sorowea.

4. Pertemuan dengan Dian adalah sebuah kebetulan yang bukan kebetulan

Pasti Anda bingung membaca judul poin keempat. Santai. Saya akan jelaskan…

Near bertemu Dian Sorowea pada sebuah ajang pencarian bakat yang berlangsung di kota Maumere. Kebetulan saja. Dian datang untuk mengikuti kontes tersebut. Sementara, Near datang untuk mengantar temannya. Mereka tak saling kenal sebelumnya.

Artikel populer: Wujud Sesungguhnya Sabyan Gambus

Berhubung Near ini adalah admin Fenomena Rakat yang memang cukup terkenal di kalangan remaja di sini, Dian pun menyapa dan keduanya segera akrab.

Apalagi, Near sempat mendengar suara Dian waktu itu dan merasa tertarik. Dia bahkan sempat menjanjikan Dian untuk membuatkan sebuah lagu. Lagu Karna Su Sayang masih di luar konsep sama sekali.

Lantas, seperti yang tergambarkan pada kisah sebelumnya, Near kemudian menghubungi Dian dan mengajaknya untuk rekaman. Dengan peralatan seadanya, lagu itu pun jadi dan diunggah ke akun Youtube-nya, Fenomenear, pada 24 Juli 2018.

Tiga bulan lamanya berproses dalam lalu lintas dunia maya dan kemudian menjadi viral. Jadi, apakah Anda sudah paham maksud dari kebetulan yang bukan kebetulan ini?

Near dan Dian tak menyangka lagu itu jadi viral. Mereka bahkan santai-santai saja ketika saya datang menemuinya. Saya tanyakan kepadanya apakah dia ingin menjadi artis dan dia menjawab tidak.

Dia katakan, hal-hal semacam ini hanyalah momen yang patut disyukuri. Namun, untuk ke depannya, dia akan tetap membuat lagu sebagaimana biasanya. Dia membiarkan segala sesuatu berjalan apa adanya.

Begitulah beberapa hal di balik viralnya lagu Karna Su Sayang. Memang hampir tak ada nasihat ataupun kata-kata bijak yang saya sampaikan di sini. Sebab saya bukan sarjana pajak. Heuheu…

Biasa sa cinta satu sa pinta, jang terlalu mengekang rasa…

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.