Ilustrasi (Image by Gerd Altmann from Pixabay)

Pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat banyak kalangan berpikir keras bagaimana caranya menyelamatkan diri. Usaha penyelamatan diri dari ancaman wabah sebenarnya hal wajar, sebab siapapun tidak mau terinfeksi penyakit yang seharusnya bisa dihindari ini.

Berbagai upaya sedang dilakukan, mulai dari imbauan social distancing, physical distancing, tes massal, penyemprotan disinfektan, RS darurat khusus pasien Covid-19, hingga beragam stimulus dan donasi. Namun, pelaksanaannya tampak kurang greget. Pasien positif Covid-19 dan korban meninggal pun terus bertambah.

Bahkan, di tengah situasi genting ini, lagi-lagi wakil rakyat kita malah kebingungan bagaimana caranya berbuat benar di mata rakyat. Para anggota DPR ini akan menjalani tes massal Covid-19, sebelum pembukaan masa persidangan pada 30 Maret 2020. Sementara, banyak rakyat yang tidak memiliki akses untuk tes Covid-19 karena alatnya terbatas.

Baca juga: Ya Beginilah, ‘Social Distancing’ bagi Anak-anak Kosan

Pembelian alat rapid test dari produsen di China untuk para anggota DPR dan keluarganya itu katanya tidak pakai uang negara, alias patungan dari kantong sendiri. Iya lah, selama ini rakyat sudah memberikan gaji yang besar kepada para wakilnya itu. Tentu duitnya banyak, akses pun berlimpah.

Eh tapi, para anggota DPR ini berkunjung ke daerah-daerah saat reses lho. Jadi, mereka juga berisiko terpapar virus. Oh wow, rakyat yang setiap hari berdesakan di angkutan umum juga berisiko tinggi. Boleh juga dong diprioritaskan ikut tes massal?? Apa, social distancing? Yang ada malah dipecat, atau nggak dapat uang untuk makan besok.

Memangnya dipikir semua orang bisa kerja dari rumah, apa? Pemerintah, tolong dong, jangan setengah hati soal social distancing kalau memang tidak mau lockdown. Mereka terpaksa kerja di luar rumah, kita jangan menghakimi, pemerintah seharusnya menegur para pemilik usaha. Kalau perlu beri insentif.

Baca juga: Cerita Orangtua, Guru, dan Anak selama Belajar dari Rumah

Coba kita lihat mbak-mas kasir minimarket dan supermarket, atau para driver Ojol. Jangankan mau tes Covid-19, wong setiap hari sesek sama polusi udara aja ditahan-tahan karena nggak punya uang.

Meski pakai uang sendiri, pembelian alat tes cepat Covid-19 oleh para anggota DPR melukai hati rakyat, termasuk para pemilihnya. Iya betul, jangankan uang untuk kesehatan, pengetahuan untuk memilah informasi pencegahan yang benar atau tidak saja, minim.

Atas dasar kesenjangan bagaikan langit (TETT…) dan sumur bor inilah, tes massal Covid-19 untuk para wakil rakyat dan keluarganya sebagai politically incorrect. Nah, daripada blunder mulu, mending para anggota dewan yang terhormat ini ikut memperbaiki situasi.

Sudahlah, jangan terus mencaci-maki, toh kamu-kamu tetap memilih mereka. Lebih baik kita kasih solusi alternatif, kalau memang ada anggota DPR yang selama ini nggak pernah tahu rasanya hidup melarat. Berikut ini usulannya:

Baca juga: ‘Social Distancing’, Semoga Tidak Malah Bikin Kerumunan Baru di Tempat Lain

  1. Nyumbang!

Ini paling gampang sebagai wakil rakyat, secara penghasilannya gajinya gede. Tolong ya, nyumbang jangan cuma pas musim kampanye. Ini masa tanggap darurat, bapak-ibu bisa nyumbang masker, hand sanitizer, disinfektan, hingga alat pelindung diri (APD) bagi dokter dan tenaga medis. Atau, nyumbangin aset-aset propertinya buat klinik atau rumah sakit darurat juga boleh.

Nggak ada salahnya kan mengalokasikan sebagai kecil gaji untuk agenda filantropi? Nikita Mirzani, Rachel Vennya, dan Awkarin yang jelas-jelas para ‘wakil rakyat’ di dunia maya, ehm, sudah memulainya kok.

  1. Bantu pemerintah!

Kalau nyumbang harta benda dirasa sayang, ya cobalah nyumbang urun rembuk pikiran ke pemerintah. Jangan cuma ikutan tubir dan nge-buzzer ala pendukung kubu politik. Anggota dewan mestinya bersuara biar komisi-komisi di DPR ada gunanya untuk masyarakat. Nggak melulu membahas RUU ngawur.

Setop gimmick seolah-olah berada di pihak warga biasa yang nggak berjabatan. Setop seakan-akan menekan pemerintah, sementara sirkel anggota dewan sendiri sibuk menyelamatkan kepentingan partai dan golongan masing-masing.

Artikel populer: Supaya Kamu Tetap Waras saat Kerja dari Rumah

  1. #DiamDiRumahAja

Beberapa waktu lalu, hampir 70% anggota dewan absen saat sidang paripurna di gedung parlemen. Emang paling bener dah kalau diminta malah nggak ngapa-ngapain. Kalau masih cecuitan nyari panggung politik, sementara nggak mau ikut membantu, mending diam di rumah aja. Kita pun maklum bahwa pada akhirnya anggota dewan nggak bisa ngapa-ngapain.

Ada benarnya joke satire Cak Lontong. Kita nggak perlu lagi resah gelisah gundah gulana karena semua yang rakyat inginkan, bukankah sudah terwakilkan? Rakyat ingin sejahtera, DPR mewakilinya dengan gaji puluhan juta. Rakyat ingin hidup nyaman, DPR mewakili hidup nyaman di rumah dan mobil dinas. Nah, sekarang rakyat ingin sehat bebas Covid-19, DPR pun ingin memastikan dirinya bisa mewakili rakyat untuk tes massal.

Hadeuhh…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini