Kami Dandan untuk Bersenang-senang, Bukan untuk Bikin Kalian Senang

Kami Dandan untuk Bersenang-senang, Bukan untuk Bikin Kalian Senang

Ilustrasi (Antas Singh via Pexels)

Pikiran ini muncul ketika seorang teman laki-laki berkomentar tentang muka saya yang polosan, no foundation, no primer, no eyeliner, cuma pakai bedak tipis dan lipstick.

Ketika itu, dia bilang bahwa laki-laki sebenarnya lebih suka sama perempuan yang ‘dandan’. Katanya jadi lebih enak dilihat dan kesannya lebih ‘niat’.

Besoknya saya dengar lagi, ada lelaki lain berkomentar tentang perempuan yang dia lihat wajahnya di media sosial. Katanya, perempuan itu mukanya ‘terlalu dandan’, menor, kelihatan lebay, kelewat niat, dan malah jatuhnya kayak muka palsu.

“Hiii, ngeri… Nggak asli!” ujarnya.

Jadi begini. Laki-laki nggak akan pernah mengerti dan mungkin sulit untuk menerima bahwa perempuan berdandan bukan cuma buat laki-laki. Paham kan ya?

Perempuan beli bedak mahal-mahal, terus coba-coba deretan base make up yang bisa saja bikin muka breakout, lalu teriak-teriak heboh pas lihat warna lipstick lucu, sampai terharu pas nemu warna palette eyeshadow dan blush on yang lengkap, bukan semata untuk kamu.

Kami dandan buat diri sendiri.

Tapi terus ada yang bilang, “Ah masa sih? Kan perempuan dandan buat cari perhatian cowok. Biar dilihatnya cantik. Jadinya banyak yang naksir dan ngegebet.”

Okay, saya nggak bilang itu sepenuhnya salah. Perempuan memang suka tampil cantik dan menarik. Tapi yang harus dipahami adalah nggak semua perempuan melakukan itu untuk menyenangkan laki-laki.

Baca juga: Bagaimana Perempuan Bisa Jago Bersolek Sekaligus Intelek

Perempuan nggak melulu haus pujian. Kamu pikir perempuan berani merisikokan mukanya kena jerawat bruntusan, ruam-ruam merah habis coba skincare baru, cuma buat dipuji cantik oleh laki-laki yang bahkan nggak nyumbang uang buat bantu beli? Nggak gitu juga keleus.

Perempuan menghabiskan uang saku yang nggak sedikit bukan hanya untuk mendapatkan kata-kata manis dari laki-laki, sebab pada dasarnya perempuan itu manis. Perempuan berdandan karena memang suka. Itu saja.

Dan, asal tahu nih, dandan itu nggak mudah. Serius. Laki-laki juga harus tahu bagaimana susahnya perempuan nemu pewarna bibir yang paling pas. Bagaimana capeknya menjajal lip colour dari yang jenisnya matte, gloss, balm, tick, tint, hingga cream.

Belum lagi warnanya yang luar biasa banyak, mirip-mirip, rasanya ingin menari tor-tor pas milihnya. Itu bukan semata agar kalian bisa melihat warna di bibir kami dan jadi tersepona, kalau kata mbak Isyana. Bukan.

Itu semua agar kami bisa makan dengan tenang, tanpa harus touch up. Bisa minum pakai gelas dan nggak jeplak. Bisa pakai sedotan dan lipstick-nya nggak ketinggalan, bisa juga ngobrol lama tanpa kudu merasa bibirnya berat luar biasa.

Pada akhirnya, inti dari usaha-usaha itu adalah demi kenyamanan yang kami rasakan sendiri.

Saya sangat nggak setuju dengan pemikiran bahwa perempuan berdandan itu semata untuk mendapatkan pasangan. Biar banyak yang lirik, banyak yang muji, dan banyak yang naksir. Karena sesungguhnya alasan itu terlalu receh.

Artikel populer: Lagi-lagi Perempuan Harus Cantik, Cobalah Lihat Sisi Gelapnya

Perempuan mengenakan pakaian dan dandanan yang apik, lucu, atau bahkan ribet sekalipun, tujuannya agar bahagia melihat wajah sendiri.

Suka dengan paduan warnanya, suka kalau alisnya cocok sama rambut, suka kalau base make up-nya nggak cakey, suka kalau lipstick-nya nggak crack, dan tahan lama. Suka aja.

Makanya, perempuan itu suka sekali menjajal tren dandanan yang baru, make up yang baru, alat-alat make up yang aneh tapi lucu. Laki-laki mana paham?

Banyak lelaki nggak paham sama sekali tentang make up. Nggak paham base make up, nggak paham sama complexion make up. Jadi, ngapain dandan buat orang yang nggak paham??

Pada akhirnya, perempuan bakalan dandan, walaupun banyak komentar ini-itu terutama dari para lelaki.

Tapi yang penting, teknik-teknik make up dan beauty hack berhasil kami lakukan, percobaan make up-nya hasilnya bagus, dan ternyata produk yang sudah dibela-belain beli cocok di muka, nggak bikin breakout! Yey!

Kalaupun nggak dandan atau polosan, atau dandannya tipis-tipis terkesan malas touch up, ya memang kenapa? Kalau memang nyaman seperti itu, tak ada salahnya. Sebab, tubuhku adalah tubuhku, tubuhmu adalah tubuhmu.

Jadi, kesimpulannya laki-laki jangan terlalu GR. Belajarlah untuk menerima bahwa hidup perempuan bukan cuma buat ngumpulin perhatian dan kata-kata manis yang isinya sakarin dari kalian. Perempuan dandan untuk kebahagiaan diri sendiri.

Dan, patut diingat, bahwa menemukan warna lipstick yang pas dan base make up yang sempurna itu bahkan jauh lebih susah daripada menemukan jodoh!

Hahaha…

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.