Kenapa sih, Kalian Tak Pernah Serius dengan Cuitan Pak SBY?

Kenapa sih, Kalian Tak Pernah Serius dengan Cuitan Pak SBY?

SBY (Palu Ekspres)

Dear netizen… Kenapa sih, kalian tak bisa serius sebentar saja terhadap apa yang kadung dicuitkan oleh Pak SBY? Sudah terlalu banyak kisah dimana kita begitu akrab santainya menanggapi kicauan mantan presiden, ketua partai, cum musisi ternama itu.

Salah satu contoh adalah kejadian di Twitter baru-baru ini. Ketika itu, SBY mencuitkan respons terhadap kritik yang dilayangkan oleh Presiden Jokowi perihal BBM tak bisa satu harga di era SBY.Tweet responsnya begitu panjang. Ada 6-7 tweet, kalau tidak salah.

SBY mengimbau kepada para mantan menteri dan pejabat pemerintah di eranya, serta para kader Demokrat dan konstituen SBY, untuk “TETAP SABAR”. Lalu, cuitan itu dilanjutkan dengan tweet yang kemudian jadi viral.

Padahal, kalau kita cermati, isi tweet-nya biasa-biasa saja. Sangat normatif dan kaku. Tweet-nya (mantan) pejabat bangetlah.

Ya, cuitan itu pada akhirnya menjadi trending di Twitter. Anehnya, netizen sama sekali tak mengkritik apa yang sebenarnya SBY bisa ‘jelaskan’. Padahal, netizen kita terkenal dengan nalar kritisnya, loh. Tapi yang muncul malah tagar #SBYJelaskan.

Coba kamu tengok tagar itu sebentar, maka kamu akan menemukan meme yang kelewatan lucunya.

Mulai menjadikan kutipan tersebut sebuah ‘penjelasan’ perihal status hubungan kamu dan dia, hingga alasan kepada emak ketika ditanya soal tutup tupperware yang hilang.

Atau, sebab kenapa Roberto Hongo dan Ibunya Tsubasa (dari Captain Tsubasa) – yang notabene bukan suami-istri – tapi bisa tinggal serumah dan tidak digrebek warga.

Sebelumnya lagi, saya ingat bagaimana cuitan-cuitan SBY sempat dijadikan cover lagu emo pada awal 2017. Lagu yang dijadikan cover lagu emo tersebut adalah cuitan-cuitan tentang beberapa hal, salah satunya tentang AHY, anak sulung SBY.

Dan ya, lagu tersebut kurang ajar sekali, lucunya.

Tentulah, SBY bukan satu-satunya politikus yang kerap mencuitkan opininya di Twitter. Namun, hanya beliau yang bisa membuat netizen ‘gatel’ untuk mengabadikan cuitannya dalam bingkai meme di internet.

Sebenarnya, apa sih yang membuat kita bisa berlaku demikian? Apa karena SBY doyan curhat di akun Twitternya?

Jika itu alasannya, maka ketahuilah, apa yang dilakukan SBY di akun Twitternya – meski tak pernah dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya – sebenarnya masih manusiawi.

Yang dia butuhkan hanyalah cinta dan kasih sayang dari kita semua. Aihh… Begitulah, jika mengacu pada laporan dari Times of India perihal faktor-faktor mengapa orang-orang bisa curhat di Twitter.

Dalam konteks SBY, faktor utama mengapa beliau curhat di Twitter adalah rasa marah. Laporan tersebut menyebutkan bahwa 65% manusia yang melek Twitter akan langsung nge-tweet ketika dia merasa dilukai atau merasa marah.

Kalau saya sih tidak menyalahkan Pak SBY yang biasa nge-tweet saat marah. Sebab saya sendiri juga suka nge-tweet mara-mara, meski terkadang hanya masalah cuaca Jakarta yang panas. Sesuatu yang sifatnya sudah menjadi ketetapan, seperti pajak dan kematian.

Selanjutnya, faktor yang membuat SBY curhat di Twitter sepertinya tak bisa lepas dari karakteristik Twitter itu sendiri.

Twitter membuat respons cepat tak lagi menjadi sesuatu yang mustahil. Dan, dari respons cepat itulah, SBY berharap orang-orang bisa mendukungnya secepat mungkin ketika dia nge-tweet.

Biar orang-orang bisa menguatkan dan memeluknya (secara virtual), setelah tahu beliau sedang mengalami hari buruk. Itulah mengapa beliau memilih untuk menuliskan keluh kesahnya di Twitter, bukannya di diary.

Terakhir, ini adalah caranya untuk menunjukkan bahwa dia masih ada. You are what you tweet. Dan, dari cuitannya, SBY tampak masih sayang sekali sama mantan rakyatnya. Kamu sendiri masih sayang nggak sama mantan, eh?

Tapi lihatlah, apa yang dilakukan SBY sebetulnya manusiawi? Dia nge-tweet, maka dia ada. Sama halnya dengan kita sebagai netizen atau warganet yang budiman. Atau, jangan-jangan dugaan saya salah?

Jangan-jangan, meme Pak SBY adalah sebuah fenomena yang absurd, seperti viralnya Harlem Shake yang sempat viral pada 2012? Fenomena yang sulit dijelaskan mengapa ia bisa sampai viral.

Ah… Sepertinya cara terbaik untuk tak menjadi meme di internet adalah dengan tidak mencuitkan satu hal pun.

NO COMMENTS