Cek Seberapa Dilannya Iqbaal ketika Jadi Minke di Film Bumi Manusia

Cek Seberapa Dilannya Iqbaal ketika Jadi Minke di Film Bumi Manusia

Film Bumi Manusia (Falcon Pictures)

Dengan tayangnya film Bumi Manusia dan Perburuan pada hari yang sama, Falcon Pictures tampak ingin ‘memonopoli’ karya sastra Pramoedya Ananta Toer di pasar sinematik. Pasca paceklik ‘Benyamin reborn’, Falcon berusaha bangkit dengan menggandeng Hanung Bramantyo dalam proyek alih wahana novel pertama dari Tetralogi Buru ini.

Menceritakan tentang seorang pribumi bernama Minke yang hidup di Nusantara era kolonial Belanda. Diperankan oleh Iqbaal Ramadhan yang sebelumnya tenar karena aktingnya menjadi Dilan yang hobi naik motor hujan-hujanan.

Kali ini, Iqbaal harus meninggalkan motor Honda CB100 milik Dilan. Kendaraannya kini beralih ke andong. Kusirnya orang Madura bernama Darsam yang duduk di muka. Tapi tenang, di sini tidak ada tawuran antar geng andong. Kasihan kudanya dong.

Jika dibandingkan dengan Dilan dari segi percintaan, tokoh Minke jauh lebih agresif. Kalau Dilan bilang cantik ke Milea di pertemuan kesekian, Minke baru pertama ketemu udah berani bilang cantik ke Annelies. Pakai embel-embel ‘cantik tanpa tanding’ pula. Yakin banget nih, Mas? Nggak mau nunggu sore dulu?

Baca juga: Nonton Bumi Manusia tapi Nggak Kenal Pram dan Sastra, Ada Masalah?

Dilan baru dapat ciuman Milea setelah memar-memar akibat berkelahi hebat dengan Anhar demi membela harga diri sang pujaan hati. Sementara Minke, baru diajak jalan-jalan Annelies ke ladang, udah berani nyosor duluan. Untung, ibunya Annelies adalah Nyai Ontosoroh, mama anti-mainstream. Coba kalau ibunya itu Nyi Blorong, mungkin Minke sudah ditenggelamkan.

Beruntung, Dilan dan Milea tidak mengalami konflik kelas karena setara, sama-sama anak tentara di era Orde Baru: privilese sudah di kantong. Sementara itu, Minke dan Annelies Mellema hidup di zaman penjajahan Belanda. Minke dari golongan priyayi dan pribumi berdarah murni, sementara Annelies berdarah campuran pribumi-Belanda.

Sepanjang film, kita bakalan menyaksikan ledek-ledekan para tokoh dengan tema rasis, antara pribumi, Indo (blasteran), dan Belanda totok. Serasa sedang berada di dunia sihir Harry Potter dimana penyihir berdarah murni merasa lebih tinggi derajatnya ketimbang penyihir keturunan muggle.

Bumi Manusia seperti jembatan bagi penggemar film Parasite untuk melihat ketidakadilan pada masa lalu. Baik Bumi Manusia maupun Parasite, sama-sama mempertontonkan kesenjangan sosial. Beda setting waktu dan tempat saja.

Baca juga: Tolong ya, Minke Bukan Sekadar Pakai Baju Adat

Tokoh Robert Mellema yang bangga dengan setengah darah Belanda di tubuhnya sempat melecehkan Minke yang ‘bau pribumi’. Sama seperti tokoh borjuis di film Parasite yang tak tahan dengan bau kemiskinan kaum proletar yang menyengat. Zaman telah berganti, diskriminasi kelas sosial masih tetap eksis sampai kini.

Kolonial Belanda sendiri sempat jadi ‘parasit’ di Tanah Air. Di sisi lain, Belanda memperkenalkan teknologi kepada pribumi dalam revolusi industri. Beberapa pejabat pribumi Hindia Belanda berterima kasih untuk itu. Jadi, hubungan itu simbiosis parasitisme atau mutualisme?

Film Bumi Manusia mencoba memperlihatkan kembali gambaran kesewenangan penjajah kepada pribumi ketika Indonesia belum merdeka. Namun, film ini tampaknya ingin berlaku adil. Selain memperlihatkan orang Eropa yang zalim, ada juga tokoh kulit putih yang humanis. Ada pribumi yang tunduk kepada pemerintah kolonial, ada pribumi yang setia membela kepentingan Tanah Air. Sebab, kebaikan memang tidak mengenal bangsa atau bahasa.

Baca juga: Relasi Dilan dan Milea tentang Penaklukan, Beda dengan Rangga dan Cinta

Di film ini, sosok Minke yang dibawakan oleh eks Coboy Junior itu punya pemikiran yang mirip dengan Pidi Baiq. Di film Koboy Kampus, Pidi mengaku cintanya tidak hanya kepada Indonesia, tapi juga cinta kepada Malaysia, Inggris, Amerika Serikat, Korea Utara, Bosnia-Herzegovina, dan lain-lain. Sebab cintanya luas, tak terbatas oleh teritori.

Begitu juga dengan Minke. Minke lahir sebagai pribumi, menuntut ilmu di HBS, belajar dan bergaul bersama orang Eropa. Kepada ibunya, Minke mengaku bahwa dirinya ingin menjadi manusia yang bebas.

Minke ingin diakui sebagai manusia yang hidup di bumi. Tidak ingin diperintah, tak juga ingin memerintah. Kalau Minke hidup di zaman ini, dia pasti sudah kerja freelance. Soalnya dia nggak mau berada dalam sebuah hierarki atau struktur organisasi perusahaan.

Meskipun begitu, Minke belum bisa hidup merdeka sesuai cita-citanya. Jika pribumi lainnya jadi budak kolonial, di film ini Minke dan Annelies terpaksa jadi budak cinta alias bucin. Apapun namanya, jika berstatus budak harus segera dihapuskan dari muka bumi ini.

Minke dan Ann tersiksa karena cinta yang terhalang kondisi zaman.

Artikel populer: Seandainya Dilan, Rangga, dan Fahri Berada dalam Satu Grup WhatsApp

Seperti kata sang pengarang yang menentukan nasib tokoh-tokoh di novelnya: cinta itu indah, juga kebinasaan yang mungkin membuntutinya. Orang harus berani menghadapi akibatnya.

Kadang cinta memang memaksa pecinta untuk menjadi budak. Namun, setiap bucin berhak merdeka. Setiap pecinta bebas mencintai dan dicintai siapa saja.

Melawan ketidakadilan sosial dan hukum kolonialisme Belanda, Minke menulis artikel untuk koran dengan nama pena Max Tollenaar. Opininya membangkitkan kesadaran masyarakat dan umat akan perjuangan bangsa dan bela agama. Minke melawan dengan sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.

Sebab, jika Minke melawan dengan kekerasan, apa bedanya dengan Dilan?

Dari sini, Iqbaal boleh berbangga hati, karena dia tampaknya mampu menjawab keraguan warganet dalam memerankan Minke. Iqbaal telah lepas dari kepompong Dilan dan sukses bermetamorfosis menjadi Minke. Perbedaan Dilan dan Minke, tidak hanya terletak pada kumis tipis dan blangkon saja. Tapi terlihat dari prinsip hidupnya: adil sejak dalam pikiran.

Kalau Iqbaal masih kebawa-bawa perannya sebagai Dilan, mungkin prinsipnya goyah: seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran, nggak tahu kalau sore.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.