Ilustrasi catur. (Photo by GR Stocks on Unsplash)

Walaupun sudah berhenti sebagai magician, nyatanya Deddy Corbuzier tetap punya daya magisnya sendiri. Hal ini terbukti ketika sang podcaster itu menyelenggarakan pertandingan catur antara Dewa Kipas alias Dadang Subur melawan Grand Master Perempuan, Irene Kharisma Sukandar.

Om Deddy mampu menyediakan hadiah untuk sang pemenang sebesar Rp 200 juta, eh, yang kalah juga tetap dapat Rp 100 juta dong. Seperti peribahasa, menang dapat uang, kalah dapat doku.

Semua kehebohan itu berawal dari kontroversi antara Gotham Chess dan Dewa Kipas. Setelah menang main catur lawan akun bernama GothamChess tersebut, akun Dewa Kipas milik Pak Dadang di chess.com ditutup. Lalu, bergulir isu bahwa Gotham Chess tak terima dikalahkan oleh bapak-bapak dari negara berkembang, kemudian melaporkan akun Dewa Kipas lantaran dicurigai berbuat curang.

Tanpa perlu jadi kader PSI, netizen Indonesia sudah teruji solidaritasnya. Sebutlah skena selebgram Kazakhstan Dayana yang di-unfollow berjamaah karena berselisih dengan manajemen Fiki Naki dan menyebut tak butuh netizen Indonesia. Atau, akun Microsoft di Instagram yang diserang netizen Indonesia sesaat setelah mengeluarkan survei bahwa warganet RI paling tidak sopan di Asean.

Baca juga: The Queen’s Gambit dan Percaturan Politik Indonesia

Kasus Gotham Chess pun tak luput dari terkaman sang Macan Asia yang dikipas-kipasi oleh Dewa Kipas. Levy Rozman, sang pemilik akun Gotham Chess, sempat merasakan dirujak netizen Indonesia. Sampai Levy diundang datang ke Bali oleh netizen Indonesia untuk ditendang pantatnya. Padahal, ketika mengunjungi Bali, orang-orang di sana bersikap baik padanya.

Perjuangan Bung Hatta sang bapak pendiri bangsa dalam membentuk citra Indonesia di mata dunia sebagai bangsa yang ramah-tamah, terganjal oleh kelakuan generasi penerus di dunia maya yang sering kalap.

Bisa jadi Levy memilih nama Gotham Chess karena terinspirasi dengan kebrutalan Gotham City, tempat tinggal Batman di semesta DC. Setelah kejadian ini, warga Gotham jelas tidak ada apa-apanya dibandingkan warganet Indonesia.

Kini, tak hanya Justice League yang butuh versi Snyder’s Cut untuk menunjukkan cerita yang sesungguhnya kepada penggemar. Demi keadilan, perlu sentuhan Zack Snyder untuk mengulang pertandingan Gotham Chess vs Dewa Kipas. Supaya kita bisa meninjau dari dua sudut pandang.

Baca juga: Wahai Netizen yang Budiman, Mending Merasa Tidak Tahu atau Paling Tahu?

Alih-alih Zack Snyder, yang kita dapatkan adalah Deddy Corbuzier. Deddy sempat menawarkan Gotham Chess untuk tanding ulang dengan Dewa Kipas. Namun, Gotham Chess merasa tanding ulang tak menyelesaikan masalah. Sebab, apapun nanti hasilnya tidak akan memutus rantai cyberbullying.

Mewakili kubu yang percaya bahwa Dewa Kipas melakukan kecurangan, GM Irene menantang Pak Dadang untuk main catur secara tatap muka. Pak Dadang yang tak terima dituduh curang pun menerima tantangan tersebut.

Sang Dewa Kipas itu diduga copas gerakan bot catur yang dipelajarinya, sehingga membuat statistik kemenangannya tak masuk akal. Di sisi lain, pecatur profesional seperti Irene memperjuangkan nama baik Indonesia lewat prestasi di kancah internasional. Namun, yang diangkat oleh Deddy Corbuzier justru sensasi Dewa Copas, eh, Dewa Kipas.

Kiprah pecatur profesional di tengah kemajuan teknologi yang tricky merupakan representasi para tenaga kerja yang berjuang mencari nafkah di tengah tren pemanfaatan robot di bidang industri. Walaupun sudah ada teknologi (ro)bot, tenaga dan kreativitas manusia tidak boleh tergantikan. Takutnya dunia berakhir seperti di film Terminator.

Baca juga: Selamat Datang di “Republik Rakyat TikTok”

Kabar baiknya, gara-gara polemik Dewa Kipas, penjualan papan catur di marketplace meningkat berkali lipat. Setelah sebelumnya sempat ngetren berkat kepopuleran serial terbatas Netflix, The Queen’s Gambit, yang dibintangi Anya Taylor-Joy.

Namun, jangan sampai euforia catur ini membuat kerumunan dalam keseharian. Lantas, ada klaster pertandingan catur yang ditonton warga sekampung. Nanti pemerintah mengeluarkan larangan main catur tatap muka karena rentan menyebarkan virus.

Lalu, disarankan main catur online. Eh, muncul Dewa Kipas-Dewa Kipas berikutnya. Ujung-ujungnya, Deddy Corbuzier lagi yang diuntungkan.

Podcast Deddy Corbuzier pernah mengundang Dewa Kipas untuk klarifikasi, kemudian Irene untuk investigasi. Dan, dipungkasi dengan mempertemukan keduanya dalam satu meja untuk bertanding catur. Walaupun, tetap saja hasil akhirnya tidak menentukan apakah Dewa Kipas terbukti curang atau tidak. Yang jelas, hanya menambah kekayaan mereka saja.

Artikel populer: Jika Selebgram, Youtuber, dan TikToker Gelar Live Streaming Disuntik Vaksin

Magnet seorang Deddy Corbuzier mampu menarik sponsor untuk membandari pertandingan catur sarat ‘gengsi’ tersebut. Olahraga catur yang isinya cuma dua orang melamuni papan hitam putih menjadi perhelatan tersohor yang menuai perhatian jutaan penonton di dunia maya. Tak berlebihan jika Deddy Corbuzier dijuluki sebagai Raja Midas di jagat siber yang bisa mengubah apapun yang disentuhnya menjadi dolar Adsense.

Setelah bagi-bagi rezeki kepada Dewa Kipas dan Irene, harapannya Deddy Corbuzier bisa memberikan konklusi yang sama untuk pebulutangkis Tanah Air yang batal bertanding di All England gara-gara isu Covid-19. Netizen Indonesia sih sudah melakukan tugasnya dengan menyerbu akun All England di Instagram sampai akun resminya menghilang.

Kini, giliran Deddy Corbuzier memamerkan kepiawaiannya dalam menyulap polemik dan kontroversi menjadi pendongkrak ekonomi. Mungkin nanti bisa diadakan pertandingan khusus antara juara All England lawan pebulutangkis Indonesia yang batal bertanding. Lalu, disiarkan di kanal YouTube Om Deddy. Tenang, masih ada sponsor sosis yang bisa jadi bandar.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini