Ilustrasi. (Image by Arek Socha from Pixabay)

Semua orang nyatanya mau sukses. Dan, pastinya jalan sukses itu tidak mudah didapat, kecuali terlahir sebagai anaknya Bill Gates atau Elon Musk. Faktanya, kesuksesan hanya diraih oleh segelintir manusia, sisanya? Menjadi biasa-biasa saja atau terjerembap dalam mimpi indah.

Manusia-manusia kebelet sukses pun mulai mencari referensi-referensi khusus menyoal gimana sih cara jadi orang sukses? Pantang menyerah, rajin, cerdas, dan pandai ini-itu sudah pasti ada di dalam kamus. Belakangan, ada satu lagi ajian yang begitu populer di kalangan success hunter, yakni percaya bahwa pendidikan tidak terlalu penting. Toh, manusia sekelas Bill Gates hingga Steve Jobs saja drop out dari kampus.

Sebagian orang berpikir bahwa dengan tidak terlalu mementingkan pendidikan dan ambil jalur layaknya idola mereka, bisa menjadi jalan yang tepat. Padahal, pemikiran itu sungguh naif jika diterapkan di dunia yang kejam ini.

Baca juga: Dear Anak Beasiswa, Berhentilah Menghadiri Seminar Motivasi Kesuksesan Ala Orang Kaya

Ada kalanya metode sukses tokoh dunia yang kita tiru tidak mempan dengan jalan cerita hidup kita atau hidup jutaan manusia lainnya. Bahkan, ketika bicara sukses pun, isi pikiran manusia satu dengan manusia yang lain punya standar dan tafsiran berbeda. Bagaimana mungkin metode meraih kesuksesan yang diresapi cuma soal pendidikan itu nggak terlalu penting, dengan bumbu cerita bahwa Walt Disney saja nggak lulus SMA tapi bisa menjadi sebesar sekarang?

Berpikir untuk memilih drop out sekolah atau kuliah karena menganggap pendidikan tak lebih hanya sebuah sistem pengeruk uang, mungkin ada sedikit benarnya. Namun, lebih banyak naifnya.

Namun, itu tentu menjadi pilihan masing-masing, jika memang menganggap bahwa drop out-nya beberapa tokoh dunia semasa sekolah atau kuliah, sebagai jalan ninja yang bisa ditiru. Meski demikian, perlu diingat, meniru cara hidup Albert Einstein tak lantas bisa kayak Einstein, bukan?

Baca juga: Demotivasi? Selamat, Hidupmu Bisa Jadi Lebih Berarti!

Siapapun tentu akan sulit mengulang cara hidup seorang Isaac Newton yang menemukan hukum gravitasi ketika dirinya kejatuhan apel. Jika ada yang meniru Isaac Newton dengan duduk di bawah pohon duren, lalu berharap menemukan hukum-hukum lainnya, mungkin saja bisa, tapi bisa juga kepala malah bocor ketiban duren.

Begitu juga kalau copy paste cara hidup seorang Steve Jobs. Seseorang bisa saja bikin sesuatu yang sebesar Apple. Tapi, apa mau mencoba meniru sifat keras kepala seorang Steve Jobs? Atau, kebiasaannya tampil sederhana? Oke, anggaplah ternyata bisa sukses seperti Steve Jobs atau bahkan melampaui, tapi jangan lupa dengan apa yang dialami kebanyakan orang, yakni ditampar realitas – menjadi budak korporat yang penting perut selamat.

Beberapa tokoh dunia memang kerap berbagi cerita bagaimana mereka menjalani hidup. Barack Obama yang rutin berlatih kebugaran selama 45 menit setiap hari, atau Sir Richard Branson yang tidak pernah bangun tidur lewat dari jam 5 pagi. Sebatas inspirasi, itu lebih masuk akal. Sebab bagaimanapun berusaha menjadi seseorang seperti Obama, Richard Branson, atau Mark Zuckerberg hingga Bill Gates, maka sebenarnya makin menjauh dari mereka. Semua ini soal kemampuan dan keunikan.

Baca juga: Status Karyawan Kontrak Bisa Sampai 5 Tahun, Ini Dampaknya

Mau jungkir balik bagaimana menemukan teori semacam teori relativitas, atau penemuan sekelas lampu ciptaan Thomas Alva Edison? Atau, bahkan gaya hidup introvert seperti Bill Gates dan Walt Disney yang tidak terlalu mementingkan pendidikan? Kamu adalah kamu dengan cara hidupmu.

Jadi, ini saran saja, lupakan soal anggapan bahwa pendidikan itu tidak terlalu penting. Apalagi, mengglorifikasi bahwa Mark Zuckerberg saja drop out kuliah. Ralph Lauren, bapaknya merek baju Polo, juga drop out. Begitu pun dengan Steve Jobs. Atau, Amancio Ortega si pemilik Zara yang berhenti sekolah pada usia 13 tahun.

Bagi kalian yang sering melontarkan pertanyaan atau pernyataan “Mereka saja yang nggak sekolah atau drop out bisa sukses, masa kamu nggak bisa?”, sungguh itu pemikiran yang nggak keren.

Satu yang pasti, jika ingin berusaha tampil edgy sebagai manusia yang mencoba meniru jalan hidup tokoh sukses dunia, mencoba melawan arus bak ikan salmon, dan mencoba tampil beda seperti kata Kurt Cobain, pastikan dulu punya skill atau nggak?

Artikel populer: Public Figure yang Perlu Hadir di Tiap Room Clubhouse

Kentut yang keluar atau kalau kata Jack Ma adalah kata-kata bijak yang dihembuskan oleh tokoh-tokoh sukses itu akan berhasil jika seseorang punya skill dan tahu gunanya skill tersebut. Nggak perlu meniru kebiasaan Bill Gates, Mark Zuckerberg, atau siapapun. Bahkan, nggak perlu ikutan main bitcoin biar kayak Elon Musk.

Kuncinya adalah kemampuan. Semua tokoh sukses dunia dilatarbelakangi oleh dasar kemampuan dan skill. Steve Jobs drop out bikin Apple, kamu drop out malah nambah beban orangtua.

Justru, yang perlu dipahami bukan lagi soal bagaimana saya bisa sukses, melainkan pertanyaan paling fundamental di abad ini: “Saya punya kemampuan apa?”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini