Cara Mengalahkan Annabelle Selain dengan Agama

Cara Mengalahkan Annabelle Selain dengan Agama

Annabelle (Warner Bros)

Annabelle Comes Home adalah angsuran film ketujuh dari waralaba Conjuring Universe. Serial film horor supranatural ini dimulai dari The Conjuring (2013). Cerita The Conjuring berfokus tentang perjalanan karier Ed dan Lorraine Warren sebagai paranormal yang kerjanya menghempas manja hantu-hantu nakal.

Boneka Annabelle sempat jadi cameo di film pertama Conjuring Universe. Kemudian, Annabelle mendapatkan film solonya setahun kemudian. Dilanjutkan prekuel berjudul Annabelle: Creation, berkisah tentang asal muasal sang boneka dengan rambut kepang dua itu.

Pola yang sama juga dialami oleh Valak yang mencuri perhatian di The Conjuring 2. Setelah itu, sang iblis meniti solo karier dengan seri film berjudul The Nun. Selain seri The Conjuring, Annabelle, dan The Nun, Conjuring Universe juga mencakup film lain, yaitu The Curse of La Llorona atau yang dikenal dengan judul The Curse of The Weeping Woman.

Sama seperti boneka di film animasi Toy Story, Annabelle bisa berpindah tempat dengan misterius. Namun, mengapa Sheriff Woody dan Buzz Lightyear tidak digolongkan sebagai mainan yang menakutkan sama seperti boneka Annabelle? Padahal, mereka sama-sama bisa bergerak seperti benda keramat yang dimasuki roh jahat.

Baca juga: Film ‘The Nun’ dan Para Politikus Kita

Di seri pertama Toy Story, Woody sempat mengajak beberapa mainan untuk melanggar aturan: terang-terangan berbicara dan bergerak di depan mata seorang bocah nakal dengan tujuan menakut-nakutinya. Horor bukan?

Namun, kita menikmatinya, mungkin malahan dengan tawa dan rasa puas melihat peran jahat menderita. Padahal, bukankah adegan tersebut sama menyeramkannya ketika Annabelle mengajak benda-benda berhantu dan terkutuk di sekitarnya untuk bangkit menakut-nakuti manusia?

Seperti kata Anies Baswedan, semua ini tentang keberpihakan. Sewaktu nonton Toy Story, kita berpihak kepada mainannya Andy sebagai jagoan, sedangkan anak nakal yang suka merusak mainan sebagai antagonis. Sewaktu nonton film horor, tentu saja kita membela sesama manusia yang diteror hantu-hantu pelaku catcalling.

Kesaktian Annabelle benar-benar ditampakkan di film Annabelle Comes Home. Layaknya Godzilla sebagai raja para monster, Annabelle bisa mengundang para hantu untuk ‘bermain’ bersama di rumah Keluarga Warren. Digelarlah parade para makhluk menyeramkan, yang jadi ajang cuci mata penikmat film horor, tapi jadi installment penyiksaan tokoh utama di film.

Baca juga: Pesan-pesan yang ‘Jleb’ Banget dari Semua Seri Toy Story

Cerita horor ini dimulai ketika kedua orang tua tokoh utama tidak di rumah. Merasa familier dengan pola cerita tersebut? Film Pengabdi Setan yang disutradarai Joko Anwar pun begitu. Kalau bukan karena pindah ke rumah baru, horor bisa terjadi karena berdiam diri di rumah ketika ibu dan bapak pergi. Hidup mandiri memang bisa semenakutkan itu.

Ed dan Lorraine Warren adalah tokoh sentral di Conjuring Universe. Mereka adalah pasangan paranormal yang fenomenal nan viral. Mereka dijuluki pahlawan, tapi juga dianggap hoaks oleh sebagian masyarakat yang apatis dengan dunia klenik.

Pasutri nyentrik itu punya putri semata wayang bernama Judy. Selama orang tuanya bertugas, Judy dimomong oleh pengasuh bernama Mary Ellen. Nah, Mary Ellen punya teman, yaitu Daniela. Judy dan Daniela pun mutualan kayak anak Twitter di kolom reply trit viral.

Daniela penasaran dengan isi kamar rahasia di rumah Keluarga Warren. Di kamar tersebut, ada boneka Annabelle dikurung dalam kotak kaca. Daniela menyentuh sang boneka terkutuk. Kalau ini serial Netlfix, mungkin Marie Kondo bakalan bertanya kepada Daniela, “Does it spark joy?” Berhubung ini film horor, perbuatan itu menimbulkan malapetaka.

Baca juga: Beres-beres Medsos Ala Marie Kondo Biar Hidup Lebih Selo

Gara-gara Daniela si kepo, adegan selanjutnya semakin kacau. Seperti seseorang telah membuka kotak pandora: horor demi horor berdesakkan muncul ke muka penonton secara jump scare.

Rumah Keluarga Warren yang lumayan lega menjadi representatif untuk Judy, Mary Ellen, dan Daniela berlarian kesana-kemari dan tertawa menghindari geng hantu. Hantu receh muncul di lantai satu, bisa lari naik tangga ke lantai dua. Baphomet bin Lucifer muncul di kamar, bisa lari kocar-kacir ke ruang tengah. Manusia serigala meneror di halaman rumah, bisa ngumpet di kandang ayam.

Coba kalau setting latar yang dipakai adalah rumah minimalis tipe 32/60, adegan horornya tidak akan seseram itu. Hantu muncul di ruangan mana saja di rumah, penghuninya bisa kabur keluar rumah dengan cepat. Soalnya rumah sederhana yang nggak banyak ruangan.

Jangankan untuk jadi tempat hantu bersemayam, taruh perabotan banyak-banyak aja nggak muat. Jadi, nggak ada tempat buat hantu di rumah minimalis.

Misalnya, hantu muncul di kamar mandi, teriak minta tolong sekali saja sudah bisa mengumpulkan tetangga-tetangga di depan rumah. Kalau sudah ramai begitu, hantu juga ogah menampakkan diri.

Sejak awal, waralaba Conjuring Universe mengajarkan penontonnya untuk dekat dengan Tuhan. Segala masalah bisa diselesaikan dengan cara agama. Setiap tokoh baik diserang hantu, ia memohon perlindungan kepada Tuhan. Ternyata, selain agama, gaya hidup minimalis juga bisa menjauhkan manusia dari gangguan setan, khususnya Annabelle.

Artikel populer: Hidup Minimalis tapi Ujung-ujungnya Tetap Kapitalis

Marie Kondo sudah mengajarkan kita untuk hanya mempertahankan barang-barang yang berguna di hidup kita. Atau, setidaknya sesuatu itu membuat kita girang. Sementara benda-benda yang sudah lama tak terpakai bisa disingkirkan. Boleh didonasikan, atau dijual di toko online kategori preloved.

Sementara itu, apa yang dilakukan suami-istri Warren terhadap barang yang tak terpakai? Menyimpan boneka angker Annabelle dan sebangsanya di rumah mereka. Akibatnya, hobi pasutri kolektor benda berhantu itu nyaris membunuh anak mereka bersama satu pengasuh dan satu anak tetangga.

Seandainya boneka Annabelle itu dijual di Amazon atau eBay, ketika laku, masalah selesai. Sudah begitu, dapat duit. Setidaknya masalah di dia kelar, pindah masalahnya ke pembeli.

Atau, bisa didonasikan kepada Bonnie, seperti yang dilakukan oleh Andy di Toy Story 3. Nanti Annabelle ketemu Woody dkk. Bersama Woody, Annabelle dididik untuk menjadi boneka yang sopan. Kalau mau mengajak main manusia, bukan dengan teror: pintu digedor-gedor, melainkan pakai cara yang halus: cari perhatian secara manis.

Dijamin, aura horor Annabelle akan luntur.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.