Cara Memuji Tubuh Seseorang Agar Dia Tidak Merasa Tersinggung

Cara Memuji Tubuh Seseorang Agar Dia Tidak Merasa Tersinggung

Ilustrasi (Pixel2013 via Pixabay)

Setelah menulis tentang “Saran untuk Kamu Agar Berhati-hati Memuji Tubuh Seseorang”, banyak yang meminta bagaimana caranya memuji orang yang kita kagumi tanpa terkesan melecehkan.

Sebenarnya ada banyak cara dan kalimat yang bisa digunakan dan semua harus kembali dicocokkan dengan konteks dan relasi kita terhadap orang yang ingin kita puji.

Untuk kalian yang baru kenal, mungkin ada baiknya memilih kata dengan bijak agar tidak menyinggung. Contohnya, jika kamu senang melihat penampilan seseorang atau bagian tubuh tertentu, padahal baru juga kenal, tidak perlu langsung memuji bagian tubuh tersebut.

Kamu bisa bilang, You look great! atau You look stunning! atau You look beautiful!, You look wonderful!, You look amazing!, You look gorgeous!, I like your dress!, This dress fits you perfectly!, dan sejenisnya.

Atau, kalau dalam bahasa Indonesia, bisa bilang, “Kamu luar biasa!”, “Kamu menakjubkan!”, “Kamu sungguh menawan!”, “Kamu mengagumkan!”, “Kamu terlihat cantik!”, “Kamu sangat menarik!”, “Baju kamu pas sekali!”, dan sebagainya.

Gunakan kalimat umum dan tidak spesifik merujuk pada bagian tubuh tertentu, karena dia belum tentu merasa nyaman jika kamu melakukannya.

Bahkan kepada orang yang sudah lama kenal, menggunakan kata-kata pujian yang umum pun lebih baik ketimbang berfokus kepada bagian tubuh tertentu.

Jika kamu sungguh-sungguh ingin memuji tubuh si dia karena sudah cukup lama bersama atau menjadi pasangan, pastikan memujinya secara privat, bukan di depan banyak orang. Dengan begitu, dia tidak merasa dijadikan objek semata.

Cukup dengan membisikkan di telinganya untuk membuat dia tersenyum. Dan, jadikan itu sebagai momen kalian berdua saja. Tidak perlu diketahui orang lain.

Baca juga: Berguyon tentang Tubuh Perempuan Adalah Kegagalan dalam Melucu

Lalu, jika kamu ingin membanggakan pasanganmu kepada orang lain, juga cukup mengenalkan dia dengan menggunakan kata-kata umum seperti, “Perkenalkan, ini pasanganku yang sangat luar biasa.”

Perlu diingatkan kembali bahwa eksistensi perempuan juga tidak serta-merta untuk memenuhi nafsu para lelaki. Perempuan ada untuk dirinya.

Perempuan merias wajah dan memakai pakaian yang nyaman dan indah untuk dirinya. Tidak perlu kamu sanjung berlebihan pun, mereka tahu bahwa mereka memang mengagumkan.

Jadi, bila kamu terus memaksakan diri untuk menyebut bagian tubuh tertentu, apalagi bagian tubuh tersebut sudah lama diobjektifikasi oleh masyarakat, kamu perlu mempertanyakan kembali niatmu itu.

Apakah kamu sungguh-sungguh mengagumi tubuhnya atau beranggapan bahwa perempuan ada hanya untuk dijadikan objek seksual?

Karena itu, kamu perlu melihat reaksi pasangan atau siapapun yang kamu kagumi setelah memuji. Apakah ia tersenyum atau tidak? Apakah ia nyaman atau tidak?

Jika tidak mendapatkan reaksi yang kamu kehendaki, mending langsung bertanya apakah ia merasa nyaman atau tidak? Apakah pujianmu bermasalah atau tidak?

Makanya jangan GR dulu, dengarkan pendapatnya dan jangan paksakan perspektif kamu padanya. Kamu justru harus menempatkan diri dalam memuji dan berempati.

Semua orang pasti pernah mengagumi tubuh pasangannya dan terus ingin membuat dia merasa bahagia. Namun, pastikan itu dilakukan ketika sedang dalam keadaan berbagi penuh kasih. Bukan di tempat umum, sehingga orang lain mendengarnya.

Artikel populer: Lagi-lagi Perempuan Ditimbang dari Berat Badannya

Begitu pula dalam memuji orang-orang yang turun berat badan. Beberapa waktu yang lalu, saya sempat bertemu kembali dengan seorang kawan lama yang terlihat lebih kurus. Karena sebelumnya saya tahu dia sangat sadar terhadap isu body shaming serta berat tubuhnya yang dianggap tidak ideal, maka saya pun harus berhati-hati dalam memilih kata dalam memuji.

Tidak semua orang akan nyaman jika disinggung tubuhnya, baik yang tubuhnya besar atau kecil. Saya akhirnya bertanya, “Apakah ia sehat?” Karena saya tahu ada orang yang kurus bukan karena diet, melainkan sedang sakit. Ada pula yang bertubuh besar, tapi juga sehat.

Jadi, saya cukup menanyakan apakah dia sehat dan baik-baik saja. Daripada kita langsung bilang, “Eh, kurusan!” atau “Eh, gemukkan sih!”, lebih baik cari tahu apa sekiranya pujian atau pernyataan yang membuat dia nyaman.

Ada juga yang sampai meminta izin untuk berbicara mengenai tubuh temannya. Menurut saya, ini juga penting. Selain mengasah kepekaan diri kepada orang lain, ini bisa melatih diri agar lebih berhati-hati dalam menjaga pertemanan.

Saya yakin, suatu waktu, kita bisa saja tidak peka terhadap orang-orang yang justru kita kenal baik. Saya juga pernah melakukan body shaming. Dan, saat tahu itu salah, saya langsung meminta maaf kepada orang tuanya.

Meminta maaf pun juga tak ada salahnya, lho. Itu menunjukkan bahwa kamu peduli dengan perasaan mereka. Katanya adat ketimuran, maka sudah seharusnya mengasah kepekaan seperti orang timur yang turun temurun mengasah kepekaan dengan menjunjung tinggi spiritualitas, baik kepada Tuhan maupun sesama manusia.

Gampangnya begini, jika adat kita mengajarkan hati-hati dalam bertutur dan lebih mawas diri, serta menggunakan batin untuk berkomunikasi antar sesama manusia, maka sudah seharusnya peka dengan ucapan dan pujian yang kita lontarkan.

Jadi, apa pujianmu hari ini?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.