Bincang-bincang Maha Asyik dengan Kubu Dildo Biar Netizen Mcqueen Yaqueen

Bincang-bincang Maha Asyik dengan Kubu Dildo Biar Netizen Mcqueen Yaqueen

Nurhadi-Aldo (Saliki Dwi Saputra/Voxpop Indonesia)

Amerika Serikat sempat gempar karena kehadiran calon poros ketiga pesaing Hillary Clinton dan Donald Trump sebelum Pemilu 2016. Namanya Deez Nuts dari negara bagian Carolina Utara.

Deez Nuts melaju via jalur independen, dan lucunya ia hanyalah sosok fiktif yang dibuat anak berusia 15 tahun bernama Brady Olson.

Setelah ketahuan bahwa Deez Nuts fiktif, jelas namanya tak masuk dalam Pemilu kala itu. Namun, sebelum itu terjadi, Deez Nuts berhasil masuk siaran televisi nasional dan menjadi perbincangan publik. Lantas, mengapa Olson membuat calon presiden fiktif bernama Deez Nuts?

Jawabannya, sepele. Ketika itu, ia merasa kondisi politik di Amerika sedang tak asyik. Dia sadar bahwa dia tidak sendiri dan tak ingin terjebak dalam perdebatan panas siapa yang paling pantas menjadi presiden.

Namun, jangan dikira calon presiden fiktif hanya muncul di Amerika. Di Indonesia juga ada, yakni pasangan Nurhadi-Aldo yang tenar dengan akronim Dildo.

Nurhadi-Aldo mengklaim menjadi poros ketiga di Pilpres 2019 melalui jalur prestasi. Mereka ingin Indonesia jadi negara maha asyik.

Nah, di tengah kesibukan Nurhadi-Aldo mengkampanyekan program yang singkatannya terkadang nyeleneh itu, kami ngobrol dengan adminnya. Tentu ini menjadi perbincangan yang maha asyik pula. Kuy, langsung aja!

Gimana sih mulanya kepikiran bikin fanpage capres dan cawapres tandingan?

Jadi mulainya sejak di page Kembang Pasir. Tapi jauh sebelum itu, udah ada akun Petani Pettarunx. Kemudian, munculah Bapak Nurhadi. Kami suka jokes absurd sekelas Bapak Nurhadi, karena random postingan-nya jadi alternatif kami buat nyegerin beranda dari berita – berita hoaks, politik kental, dan isu SARA. Itu udah kayak jadi candaan internal page Kembang Pasir.

Lalu, muncul akun Aldo Suparman. Awal kenal Aldo tahun 2016, kalo tidak salah di Penahan Rasa Berak. Lihat jokes-nya yang seru juga menceritakan Aldi dan Farhan. Akhirnya, kepikiran buat jadiin mereka capres dan cawapres kami, karena mereka memang udah jadi panutan di page Kembang Pasir.

Baca juga: Alasan Sebenarnya Akun @PEMBIMBINGUTAMA Berkicau di Twitter

Postingan pertama Nurhadi-Aldo muncul di Kembang Pasir dengan tagline “Tronjal Tronjol Maha Asyik”. Jadi sudah muncul di situ. Salah satu admin Kembang Pasir kemudian membuat page Nurhadi-Aldo pada 17 Desember 2018, tepatnya tengah malam tanggal 18 Desember 2018. Tidak tahu setan mana yang membisikkan ide itu.

Apa esensinya?

Esensinya gak ada, cuma ingin menunjukkan cara milenial dan generasi Z merayakan Pemilu 2019 tanpa ada keributan di beranda Facebook dan media sosial lain.

Kaget nggak dengan reaksi netizen yang besar?

Sebenarnya kita udah tahu dari awal bahwa ini akan booming seperti ini, karena dari sekian akun shitposting cuma kami yang paling original dan punya pesan yang dalam.

Itu artinya?

Artinya banyak juga yang gerah lihat beranda Facebook ribut-ribut antara kubu 01 atau 02.

Ada yang menanggapi serius?

Ada, ada yang benar-benar serius untuk panjat sosial. Beberapa ada yang menanggapi serius bahwa pandangan politik Nurhadi-Aldo merupakan sesuatu yang baru, yakni pandangan Dildoism.

Lantas, dijawab apa?

Jawabannya kami tidak terlalu pikir pusing, karena sudah ada para member yang membantu kami untuk melawan yang panjat sosial.

Nurhadi-Aldo memang betul itu namanya atau siapa sebetulnya orang yang dipasang di foto tersebut?

Pakde Nurhadi memang ada, beliau berprofesi sebagai tukang pijat di Golantepus, Mejobo, Kabupaten Kudus. Dikenal sebagai salah satu tokoh shitposting Indonesia.

Beliau muncul sekitar tahun 2014. Ramai, karena beliau selalu menyelipkan hal lucu, namun tetap membimbing dengan konsep religius, yakni komunitas angka 10. Itu memang foto beliau, fotonya masih ada di akun beliau.

Kalau Bapak Aldo Suparman sebenarnya tokoh fiktif. Beliau juga tokoh shitposting, biasa menceritakan keluarga yakni anak bernama Aldi dan cucu bernama Farhan.

Pak Aldo memuncaki popularitas pada tahun 2017. Ia juga suka bergerilya di komen page shitposting lain. Sekarang Bapak Aldo tidak punya akun resmi, karena akunnya telah diretas.

Baca juga: Misteri di Balik Akun InfoTwitwor (Eksklusif)

Selain Facebook, ada juga beberapa akun di media sosial lainnya. Apakah itu asli? Memang berapa orang adminnya?

Fanspage resmi akun Nurhadi-Aldo hanya ada di Facebook, Instagram, dan Twitter selain akun resmi, semuanya buatan fans. Untuk jumlah admin, ada beberapa tim yang menjadi bagian desainer, marketing, dan editor.

Kesibukan para admin selain ngurusin akun medsos?

Ya, bernapas.

Apakah ada akun-akun lain yang menjadi inspirasi?

Oh ada, kalau desainer kami terinspirasi dari akun-akun resmi relawan Pilkada 2018 kang @ridwankamil dan Pak Prof @nurdin.abdullah, yakni @rkjabarjuara dan @prof.andalan. Kalau arah program kami sih original.

Sebelumnya kan hanya menggunakan Facebook, lantas mengapa sekarang ada di Instagram dan Twitter?

Karena banyak plagiarisme dan pencurian konten, makanya kami bikin di berbagai macam platform.

Kenapa singkatan NurhadiAldo itu harus Dildo?

Karena ingin cari singkatan yang antimainstream aja biar bisa melebur bersama anak milenial dan gen Z yang baru ikutan pemilu tahun ini.

Kalau koalisi tronjal tronjol?

Masalah koalisi sih, kita tahu ya kalau 01 kan Koalisi Indonesia Kerja, 02 itu Koalisi Indonesia Adil Makmur. Kalau paslon nomor 10 Koalisi Indonesia Tronjal Tronjol Maha Asyik. Nama koalisi itu adalah tagline juga untuk pasangan Nurhadi-Aldo.

Apa makna darimaha asyik bagi pasangan Nurhadi-Aldo?

Tagline ‘Tronjal Tronjol Maha Asyik’ itu kami dapatkan dari dua kata bijak capres-cawapres kami. Kalau pakde Nurhadi kan ‘Tronjal-Tronjol koyo ******”. Sedangkan pak Aldo selalu berkata ‘MaHa AsYIk’ di setiap postingan-nya, dengan gaya tulis seperti itu. Jadilah tagline branding ‘Tronjal Tronjol Maha Asyik’.

Kami mencermati beberapa program, kenapa singkatannya begitu nyeleneh? Ide dari siapa? Spontan atau harus rapat sambil ngopi berjam-jam?

Ya agar mudah diingat dan biar lucu oleh para milenial dan gen Z. Kalo idenya sih semua admin bisa mengusulkan. Terkadang desainernya langsung nyelonong ngepost, kadang timses ada punya ide langsung di kirim ke desainer, kadang kita punya konsep kita godok dulu pake bumbu masak biar jadi program. Ada yang dari usulan Tronjolwan-Tronjolwati (fans/member). Semuanya spontan uhuy…

Artikel populer: Lebih Dekat dengan Bude Sumiyati, Selebtwit Level Bidadari

Pasangan ini katanya bisa menjadi pilihan ketiga dalam pemilu melalui jalur prestasi. Apaan tuh?

Kita kan terbentuk tanggal 17 Desember, tepatnya tengah malam 18 Desember 2018. Sedangkan penetapan KPU tanggal 20 September 2018. Berarti kita ini offside… Jadi waktu itu ada yang bertanya kenapa baru sekarang jadinya? Kapan daftarnya? Ya dijawab aja lewat ‘jalur prestasi’.

Tidak gentar dengan capres lainnya yang memiliki banyak pendukung?

Ya kami tidak gentar, karena kami juga dibantu para tronjolwan dan tronjolwati sekalian. Tronjolwan untuk pendukung pria, tronjolwati untuk pendukung wanita. Kalo hewan kami belum kepikiran hewan apa ya, mungkin kutu j*****t?

Bagaimana Nurhadi-Aldo melihat kondisi politik di Tanah Air saat ini?

Menurut kami, kondisi politik di negeri ini sebenarnya cukup miris dan ironis, karena masyarakat sepertinya minim pemahaman politik kiri yang selalu dikaitkan dengan komunis, padahal tidak. Nurhadi-Aldo kami harapkan menjadi fenomena dan angin baru dalam perpolitikan Indonesia ke depannya.

Bagaimana dengan masyarakat yang kini terbelah dan kerap berseteru?

Miris sih lihatnya. Rakyat jadi saling memandang rendah satu sama lain, bila beda pandangan politik. Rakyat jadi suka saling kritik satu sama lain. Padahal, pemerintah lah yang seharusnya mendapat kritik lebih banyak dari rakyat, bukan rakyat sesama rakyat. Sebab itu gak mengubah apa-apa sebenarnya.

Cara milih Nurhadi-Aldo di Pilpres nanti gimana? Benar bisa dengan mencoblos di mana saja?

Coblos apa saja pasti nanti kami yang bakal dapat suara, hehe… Coba cek postingan kami di Twitter, Instagram, atau FB tentang bagaimana cara mencoblos yang baik dan benar.

Terakhir, pesan apa yang ingin disampaikan kepada masyarakat dalam menghadapi Pilpres 2019?

Pesan kami, jangan mau diadu domba oleh kelas penguasa, parpol, elit politik, dan lain-lain yang hanya mengatasnamakan rakyat. Kembalikan makna pemilu sebagai pesta demokrasi, bukan pesta menyebarkan hoaks, kebencian, dan isu SARA. Saling hormati pilihan masing-masing, karena yang punya hak pilih bukan kita saja. Pemilu hanya sementara, silaturahmi itu selamanya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.