Ilustrasi (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash)

Tinggal serumah dengan pasangan tidak menjamin kebahagiaan. Beberapa risiko bisa terjadi, salah satunya KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga). Mungkin hanya pasangan diva Indonesia dan pengusaha asal Timor Leste saja yang jauh dari isu KDRT, karena jelas-jelas mereka adalah KDRL (Krisdayanti-Raul Lemos).

Cecilia, tokoh utama dalam film The Invisible Man, adalah korban KDRT. Cecilia yang sudah capek disiksa secara fisik dan mental, memutuskan untuk kabur dari rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal dirinya bersama sang kekasih bernama Adrian. Apa yang dilakukan Cecilia bukan ghosting, melainkan upaya lepas dari toxic relationship.

Ternyata, pergi dari mantan kekasih yang temperamental tidak lantas membuat Cecilia tenang dan lega. Dia justru dibayangi trauma akibat akumulasi luka lahir dan batin yang ia terima. Sampai-sampai dirinya tak mau keluar rumah. Takut papasan dengan mantan, kali.

Hingga akhirnya, kabar kematian Adrian sang mantan sampai ke telinga Cecilia. Adrian dikabarkan tewas bunuh diri.

Baca juga: Yang Paling Berbahaya dari ‘Ghosting’, Bukan Cuma Kisah Horor dalam Percintaan

Bagaikan acara “Uang Kaget”, Cecilia dapat warisan sejumlah uang dari sang mantan. Untungnya, pengacara Adrian yang memberikan uang kepada Cecilia bukanlah Mr Money. Jadi, Cecilia tidak perlu lari-lari ke pasar bawa uang tunai. Belanja ini-itu untuk menghabiskan jatah warisan dalam waktu yang dibatasi dan diiringi mbak-mbak yang pegang stopwatch.

Alih-alih dipakai berfoya-foya, Cecilia malah menghibahkan warisan itu untuk biaya pendidikan putri temannya. Hitung-hitung bayar biaya kos selama ia numpang di rumah temannya untuk menghindari kejaran sang mantan.

Namun, masalah tidak selesai dengan kematian Adrian. Uang pun tidak bisa membeli ketenangan. Cecilia merasa dihantui oleh sang mantan. Awalnya, istilah ‘dihantui mantan’ terasa romantis. Cecilia merasa ada orang yang memperhatikannya. Seolah-olah sang mantan masih hidup dan menatapnya dari kejauhan.

Eh, lama-lama istilah ‘dihantui mantan’ berubah menjadi mistis. Sewaktu tidur, selimut Cecilia ditarik. Persis seperti salah satu adegan di film The Conjuring.

Baca juga: ‘Toxic Relationship’, Bagaimana Kalau Sudah Terlanjur Sayang?

Adrian tidak menjadi hantu. Karena genre filmnya masih ada unsur fiksi ilmiah, Adrian menjadi The Invisible Man alias manusia tak kasat mata. Dengan tipuan optik yang menjadi keahliannya, Adrian menciptakan kostum yang membuatnya tak terlihat. Dengan alat ajaib itu, ia mengusili Cecilia yang sedang proses healing.

Tidak bisa dilihat oleh siapapun, Adrian bisa berbuat sesuka hati karena tidak ada yang akan menghakimi. Adrian kembali melakukan kekerasan kepada Cecilia dalam sebuah relasi kuasa level selanjutnya: manusia tak kasat mata menyakiti orang biasa.

Cecilia yang curhat ke temannya yang polisi bahwa dirinya diburu oleh sang mantan, justru dianggap kurang waras. Sebab, orang yang telah meninggal dunia tidak bisa hidup lagi. Cecilia divonis halu dan belum move on.

Kenyataannya, Adrian memang memalsukan kematiannya demi memuluskan aksinya meneror Cecilia. Jika Cecilia merasa dikuntit oleh sang mantan, maka orang-orang tidak ada yang percaya. Cecilia akan dianggap paranoid saja.

Baca juga: Bucin sih Bucin, tapi ‘Stalking’ Itu Penjajahan, Cyin!

Sampai akhirnya, secara manipulatif, Adrian memfitnah Cecilia dengan cara memutarbalikkan fakta. Akhirnya, Cecilia menjadi pihak yang salah. Ia dihukum atas kejahatan yang tidak diperbuatnya.

Adrian adalah sampel pelaku kekerasan dalam sebuah hubungan ‘beracun’. Pengecut pula, karena menggunakan cara ‘menghilangkan diri’ untuk menyakiti orang lain.

The Invisible Man bisa menjadi The Invincible Man, tak terkalahkan seperti Thanos. Dengan kemampuan menghilang bagai ninja, ia bisa melakukan hal-hal yang tak bertanggungjawab dan tidak perlu mempertanggung jawabkannya. Sebab, tidak ada saksi mata yang melihatnya melakukan aksi kejahatan. Imbasnya, orang yang terlihat di TKP malah bisa menjadi tersangkanya. Tindakan gaslighting bisa seseram itu.

Namun, Cecilia menunjukkan cara jitu untuk menghadapi mantan abusive yang masih meneror: jika tidak ada orang yang mempercayaimu, cukup percaya dengan dirimu sendiri. Walaupun tidak ada yang mendukungmu, tetaplah lanjutkan perlawanan. Jangan menyerah dalam perjuangan menuntut keadilan.

Dengan gigih dan berani, Cecilia melawan sang mantan yang pengecut karena bersembunyi di balik teknologi. Hingga akhirnya, ia bisa membuktikan ke semua orang tentang cerita yang sebenarnya. Sebab, fakta memang harus diungkapkan, bukan?

Artikel populer: Bucin atau Tidak, Hati-hati dengan ‘Gaslighting’

Belakangan, di media sosial beredar video kekerasan yang dilakukan oleh para remaja. Seorang korban kekerasan dilecehkan beramai-ramai dan direkam. Wajah para pelaku tidak terlihat karena kamera fokus pada korban. Yang pasti, korban jelas kelihatan tersiksa.

Beredarnya video bullying itu sebetulnya diinginkan oleh para pelaku kekerasan. Video itu ada untuk mempermalukan korban, walaupun bisa jadi bukti untuk pelaporan ke pihak berwajib.

Jadi, apabila ada video kekerasan lewat di linimasa media sosial, jangan bantu viralkan. Langsung saja laporkan bukti videonya ke pihak berwajib untuk segera ditindaklanjuti. Kita tak perlu menambah derita korban.

Jangan biarkan para pelaku kekerasan menjadi tak kasat mata dan tak terkalahkan. Ungkap dan berlaku adil, itu yang dianjurkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini