Saran untuk Kamu Agar Berhati-hati Memuji Tubuh Seseorang

Saran untuk Kamu Agar Berhati-hati Memuji Tubuh Seseorang

Ilustrasi via Pexels

Tempo hari, seseorang mengirimi pesan melalui direct message (DM) di akun Instagram saya. Ia berusaha kenalan, tapi saya tidak pernah tanggapi. Ia pun terus mencari perhatian melalui kolom komentar dengan menulis kata “Cantik”, “Saya suka”, “Wow”.

Sampai akhirnya, ada satu pesan yang membuat saya kesal. Dia bilang, “Bentuk dada kamu bagus banget.”

Saya langsung membalasnya dan menyatakan bahwa isi pesan semacam itu sangat mengganggu, lalu memintanya untuk tidak mengontak lagi.

Kemudian, saya mengunggah hasil tangkap layar dari pesan yang ia kirim di Instagram dengan caption: “Memangnya saya akan mau sama kamu, kalau kamu mengirimi pesan seperti ini?”

Tak lama, ada seorang laki-laki yang bertanya, “Lalu bagaimana kalimat yang tepat untuk mengungkapkan rasa kekaguman pada anggota tubuh orang lain?”

Menurutnya, memuji buah dada merupakan pujian biasa, sama halnya dengan memuji bagian tubuh yang lain seperti hidung, mata, bibir, tangan, dan sebagainya.

Untungnya, saya punya teman yang menjelaskan bahwa cara seperti itu bukanlah cara yang pantas untuk memuji seseorang, dan pertanyaan itu jelas tidak peka.

Jadi begini…

Ada banyak cara memuji perempuan tanpa harus memuji bagian tubuh yang sejak lama diobjektifikasi oleh masyarakat patriarkis. Jika kamu hendak memuji, pastikan orang yang kamu puji merasa nyaman. Ini bukan sekadar perspektif.

Jika kamu menyukai seseorang yang baru kenal dan hendak berusaha membuat dia merasa tertarik, memuji buah dadanya bukan hal yang akan membuatnya nyaman.

Perspektif yang kamu gunakan seharusnya perspektif orang yang hendak kamu puji. Jadi, kamu harus menempatkan diri, apakah ia akan merasa nyaman jika dipuji demikian?

Terlebih, perempuan sebenarnya tahu mereka cantik. Memujinya tidak menjadi jaminan bahwa ia bakal mau sama kamu. Lagipula, itu menunjukkan bahwa kamu tidak tulus dan ikhlas dalam memuji alias ada niat terselubung. Camkan itu, kisanak!

Dan, tidak perlu mengucapkan kata Congratulations” sebagai modus karena kamu mau sama dia. Perempuan juga tahu kalau dia pantas mendapatkan yang lebih baik. Plis deh… (kibas rambut)

Seperti yang ada dalam pesan ini:

Hi, I’m Marco Italian guy, I’m coming there in few days. I’m looking for a person u show me something beautiful in the city. Are u there?

Ps: I like your pictures… Congratulations.

Baca juga: Berguyon tentang Tubuh Perempuan Adalah Kegagalan dalam Melucu

Jika kamu hendak memuji perempuan, pastikan kamu akan siap menerima konsekuensi, bila ia kelak menolak kamu. Kamu bisa melihat dari bahasa tubuhnya atau ia membalas pesanmu atau tidak.

Hal ini yang tidak dipahami banyak laki-laki dan orang pada umumnya, bahwa memberi pujian tidak selalu berujung pada penerimaan. Dalam hal ini, kamu harus melihat apakah ia menerima pujian atau tidak? Apakah ia membalas pesan atau tidak?

Jika ia tidak merespons sedikit pun, sudah saatnya kamu mundur dan mencari orang yang mungkin tertarik denganmu. Jangan paksa dia mau menerima pesan-pesan kamu. Apalagi, meneror di kolom komentar hanya untuk mendapatkan perhatian.

Saya juga tidak jarang melanjutkan pesan-pesan genit dari orang yang saya suka dan tak jarang juga saya ditolak. Tentunya ini dilakukan atas persetujuan ketika ia atau saya sudah menerima dan menyetujui untuk bertukar pesan genit itu.

Jika orang yang kamu hendak dekati tidak membalas atau bahkan tidak membuka pesan setelah kamu mengirim berkali-kali, sudah pasti ia tak menginginkanmu. Namun, jika ia membalas dan merespons dengan baik, silahkan lanjutkan.

Selain itu, jika kamu hendak mencuri perhatiannya, hindari menyinggung kekagumanmu terhadap fisiknya, karena fisik bukan sesuatu yang statis. Ia bisa berubah sesuai waktu.

Kamu bisa mulai dengan menanyakan kabarnya, membahas hobi dan kesukaannya, membahas buku, atau membahas apapun yang menurut kamu ada kesamaan di antara kalian berdua.

Artikel populer: Lagi-lagi Perempuan Ditimbang dari Berat Badannya

Jika kamu hanya menuntut agar ia suka tanpa kamu melakukan usaha sedikit pun untuk membuat ia merasa nyaman, ya jangan harap ia akan bertahan ataupun mau sama kamu.

Keberadaan perempuan di ruang publik tidak serta merta menjadikannya objek, yang dengan segelintir pujian bisa kamu dapatkan. Perempuan berada di ruang publik untuk menjalani kehidupan dengan aman dan nyaman.

Jika kamu datang dan membuat perempuan merasa tidak nyaman dan aman, tentu saja orangnya bakal kabur. Dibutuhkan kepekaan, empati, serta rasa saling menghormati dan menghargai, jika kita hendak mendekati seseorang.

Apa yang dilakukan oleh Young Lex terkait Lisa Blackpink belum lama ini, jelas bukan pujian, melainkan menjadikan perempuan sebagai objek. Perempuan tidak dilihat dari hasil karyanya. Terlebih, itu diungkapkan di ruang publik tanpa persetujuan dari Lisa.

Jika kita membiasakan diri atau bahkan membiarkan ketidakpekaan ini, tentang bagaimana cara kita memuji dan mengagumi seseorang, bisa jadi kelak kita menjadi pelaku kekerasan terhadap perempuan. Memang kesannya sepele, namun banyak yang tidak menyadari.

Sama halnya dengan cinta, jika kamu mencintai seseorang, kamu akan membuatnya merasa nyaman dan aman, serta menghargai dan menghormati keputusannya untuk hidup dengan caranya sendiri.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.