Son Goku, karakter utama Dragon Ball. (Image by Vinson Tan from Pixabay)

Adalah tabiat buruk kita untuk selalu memetik hikmah di balik kegagalan orang lain. Maka, tiap kali ada selebriti terjerat prahara rumah tangga, banyak netizen yang ngetwit sok-sok bijak dengan kalimat template “dari…. kita belajar”.

Percayalah, sahabat, kebiasaan itu betul-betul patut dihentikan.

Pertama, karena bisa menyinggung si empunya musibah sekaligus membuat kita tampak tak berempati. Kedua, karena berpotensi bikin repot Kemendikbud untuk merancang kurikulum pembelajaran yang relevan tiap kali ada selebriti Ibu Kota yang terkena kasus.

Padahal, kita bisa belajar dari banyak hal yang jelas-jelas tak membuat nurani kita terkikis.

Misalnya, untuk menggugat pernikahan sebagai institusi atau bagaimana sebaiknya fondasi hubungan suami-istri dibangun, kita bisa mengambil pelajaran dari kegagalan Son Goku sebagai suami sekaligus bapak. Ini namanya paket komplet.

Baca juga: Sama Halnya dengan Menikah, Bercerai juga Selamat Menempuh Hidup Baru

Saya pun menyadari perihal Son Goku, karakter utama Dragon Ball, ketika berselancar di forum tanya-jawab Quora dan menemukan satu pertanyaan eksistensial, “Is Goku a bad father to Gohan?”

Mayoritas orang dalam forum itu sepakat, Son Goku punya teknik parenting sendiri. Tapi monmaap, setelah dipikir secara matang, menggunakan parameter bapak-bapak atau suami di Planet Bumi atau Saiya sekalipun, Son Goku masih jauh banget dari kata ideal.

Ibarat kata dalam universe itu ada akun-akun gosip, Chi-Chi sebagai istri Son Goku sekaligus ibu dari Gohan dan Goten, pasti sudah jauh-jauh hari menjadi bahan gunjingan. Atau, menjadi inspirasi penulis skrip sinetron tentang kesabaran seorang istri.

Bahkan, seandainya Chi-Chi menggugat cerai Son Goku, bapak-bapak berotot itu nggak mungkin kebagian harta gono-gini. Lha, rumahnya saja dibeliin sama mertua yang kebetulan sugih, Pak Ox-King. Nggak ada itu Son Goku punya inisiatif mengajukan KPR ke bank.

Baca juga: Lihatlah, Mereka bahkan Bergembira di Atas Derita Para Janda

Di dunia nyata, populasi orang-orang seperti Goku melimpah ruah. Sebaiknya petik pembelajaran berharga ini. Ganteng, kuat, dan berotot doang nggak menjamin. Mesti punya itikad baik untuk bersama-sama menyelesaikan segala urusan, dari finansial sampai perkara ranjang.

Oiya, urusan ranjang…

Goku mungkin prima dalam urusan gelut, tapi perkara ranjang medioker belaka. Dia tidak menerima pendidikan seks yang memadai – anak buangan dan tinggal di hutan belantara pula – tapi itu bukan alasan yang layak untuk dimaklumi.

Pasalnya, kepolosan Goku sudah sampai pada tahap yang sangat prinsipil.

Dia bahkan tidak mampu untuk sekadar membedakan antara perempuan dan laki-laki. Dalam salah satu episode ketika ia pertama kali bertemu Chi-Chi, saat keduanya mencari Master Roshi untuk meminjam kipas basho, Goku menendang selangkangan Chi-Chi untuk memastikan bahwa ia perempuan.

Bisa bayangkan bagaimana cara Goku memperlakukan Chi-Chi dalam berumah tangga? Laki-laki perlu teredukasi agar perkara ranjang tak menjadi kemelut di kemudian hari.

Baca juga: Nyatanya Orangtua juga Butuh Pendidikan Seks, Bukan Cuma Anak-anak

Lalu, jangan menikah pada usia yang belum matang. Jangan terburu-buru, jangan terbujuk kampanye menikah muda dengan kenikmatan utopis. Ini penting, banyak laporan yang mengungkapkan bahwa usia pernikahan dan kematangan mental punya relevansi dengan keharmonisan rumah tangga.

Banyak orang meyakini Goku menikah ketika berumur 18 tahun. Asumsi itu diambil karena secara kronologis, pertama kali Goku mengikuti gelaran Tenkaichi Budokai ke-21, ia masih berusia 15 tahun. Maka, saat ia berhasil mengalahkan Piccolo di Tenkaichi Budokai ke-23, yang mana setelahnya Chi-Chi langsung melamar Goku, umurnya tak akan jauh-jauh dari 18.

Umur 18 tahun, gaes. Kalau di Indonesia, batas minimal usia laki-laki dan perempuan yang diizinkan undang-undang untuk bisa menikah adalah 19 tahun. Usia 18, selain inkonstitusional, memang bagusnya menyelami potensi diri terlebih dahulu. Daftar menjadi stafsus presiden, misalnya?

Artikel populer: Cerita Hidup Bersama Pasangan yang Beda Agama

Oh ya, satu lagi. Pastikan pasanganmu mengerti arti cinta dan memahami konsep pernikahan. Jangan sampai mikir enaknya doang. Ketika Chi-Chi menagih janji kepada Goku untuk menjadikannya pengantin, kamu tahu apa yang terjadi?

Iya, Goku memang melamarnya di atas panggung Tenkaichi Budokai, mencatatkan sejarah dalam dunia persilatan. Tapi, itu terjadi karena bagi Goku: “Aku pikir pengantin itu sejenis makanan”.

Masih banyak argumen lain bahwa Goku bukan suami yang baik. Dari mulai jarang pulang ke rumah, tabiatnya yang pilih kasih kepada Gohan sang anak, hingga skala prioritasnya yang lebih mengutamakan keselamatan dunia ketimbang keselamatan keluarga.

Namun, dari kegagalan itu, kita bisa mengambil pelajaran berarti. Bukan dari tiap kali prahara rumah tangga selebriti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini