Beranda Penulis Dikirim oleh Dewi Setya

Dewi Setya

Dewi Setya
52 KIRIMAN 0 KOMENTAR
Gadis desa, tumbuh dan besar di Jawa. (Facebook: Dewi Stya. Twitter: @dwsetya. IG: @dwsetya)

Indonesia Tanpa Youtuber, Apakah akan Baik-baik Saja?

Dari Atta Halilintar, misalnya, anak-anak muda Indonesia bertambah wawasannya tentang aneka merek dan jenis mobil sport. Jadi tahu mana lebih tinggi kastanya antara Toyota Alphard dan BMW I8 Chrome.

Menjawab Pertanyaan “Lebih Cantik kalau Pakai Jilbab atau Lepas Jilbab?”

Pertanyaan yang sering muncul dalam keseharian, meskipun cukup membingungkan karena pada dasarnya jilbab bukan aksesoris kecantikan.

Daripada Mengurusi Selangkangan, Mending Urus soal Pengasuhan

Sulit membayangkan bunda-bunda dengan santainya bisa pijat di salon atau pergi nonton konser musik, kecuali dari kalangan orang kaya.

Kerja Sesuai Passion, Jurusan, dan Gaji yang Diharapkan? Itu Halu, Kawan

Alumni Hubungan Internasional jadi teller bank, marketing produk start-up, call center, ataupun akuntan. Alumni Filsafat jadi juragan olshop. Sarjana Ilmu Pemerintahan jadi juru pemasaran produk asuransi juga ada.

Sebagai Perempuan Desa dan Lajang, Ini Kesan yang Muncul Setelah Nonton Tilik

Film ini bahkan ngetwist sejak dalam gagasan.

Influencer Tiba-tiba Bicara RUU Ciptaker, Rakyat Pekerja Bisa Apa?

Jika ada rezim yang saat ini punya kapasitas besar dalam mempengaruhi wacana masyarakat, mungkin ialah rezim influencer.

Tentang Tren Korporasi Dukung Aktivisme LGBT, Biar Kamu Nggak Blank Banget

Kalau di global, trennya aktivisme perusahaan bertema isu sosial. Di Indonesia lebih pada produk halal.

Ada yang Lega dengan Kebijakan New Normal, Apa Perlu Kita Sinis?

Kelas menengah minggir dulu, rakyat miskin mau lewat.

Yang Luput dalam Ekonomi, Dampaknya ke Para Istri

Sesungguhnya The Invisible Hand adalah tangan-tangan para istri.

Kita pun Menanggung Dosa Sosial, lantas Kapan Ditebus?

Lucu sekali sampai ada warga mencuri beras di kabupaten yang konon terkenal dengan surplus berasnya.

KOMIK

PILIHAN EDITOR