Beranda Penulis Dikirim oleh Dea Safira

Dea Safira

Dea Safira
61 KIRIMAN 0 KOMENTAR
Seorang feminis Jawa yang sesekali melakoni sebagai dokter gigi serta melawan segala kemungkinan untuk menemukan cinta, kehidupan, dan semangat hidup. Mendokumentasikan kehidupannya di www.deasafirabasori.com. (Facebook: Dea Safira Basori. Twitter: @DeaSB)

Jawaban untuk Kamu yang Suka Kirim Pesan Mesum

Kenapa nggak sekalian aja kamu bikin Front Pembela Penjahat Kelamin?

Perempuan Berpakaian Mini Adalah Penebar Teror Dosa, Ah Masa?

Bagaimana dengan laki-laki yang menebar rasa takut kepada perempuan di jalanan setiap hari?

Teruntuk Kamu yang Pro dan Anti Pangling-pangling Club

Riasan bisa membuat perempuan berdaya, tapi bisa juga membuat perempuan tertindas.

Nyanyian Perempuan Eks Penghuni Kamp Konsentrasi

Perempuan harus hidup dalam keterbatasan, terpisah dan jauh dari keluarga.

Jangan Sekali-kali Melupakan Perempuan

Yang cenderung lebih memahami perbedaan, ya perempuan.

Mulailah Menghadiahi Pasanganmu dengan Cawan Menstruasi

Cawan menstruasi dapat menjadi salah satu hak untuk mengakses kesehatan reproduksi perempuan.

Berdamai dengan Perempuan yang Tidak Menikah dan Tidak Beranak

Masa kita mau diadu-adu, saling mencemooh, karena tersihir ilusi budaya patriarki?

Mari Uji Seberapa Tulus Maaf Lahir Batin Kita

Setelah Lebaran, saya masih saja kena pelecehan seksual. Orangnya nggak minta maaf pula. Oh ya, kan habis Lebaran, sudah bersih dari segala dosa. Jadi nggak masalah buat dosa lagi, begitu kan?

Menjadi Seorang Feminis Jawa Kekinian

Saya Indonesia, saya Pancasila, saya feminis!

Membela Emak-emak

Stereotip emak-emak itu banyak sekali. Mulai dari suka nawar, tukang ngerumpi, dasteran, kucel, bawel, rempong, hingga masalah lampu sein.

PILIHAN EDITOR