Beranda Penulis Dikirim oleh Dea Safira

Dea Safira

Dea Safira
61 KIRIMAN 0 KOMENTAR
Seorang feminis Jawa yang sesekali melakoni sebagai dokter gigi serta melawan segala kemungkinan untuk menemukan cinta, kehidupan, dan semangat hidup. Mendokumentasikan kehidupannya di www.deasafirabasori.com. (Facebook: Dea Safira Basori. Twitter: @DeaSB)

Cinta Diuji kala Pandemi, Ada Sisi Gelapnya

Jangan sampai kita tidak lulus ujian!

Bikin Riasan Muka Babak Belur, kok Pamer sih?

Banyak perempuan yang tidak aman di rumahnya sendiri, babak belur menjadi korban kekerasan.

Masih Mikirin Berat Badan di Tengah Wabah?

Memang sih, kalau #DiRumahAja tuh bawaannya pengen makan teroosss.

Di Rumah Aja saat Pandemi Bukan Berarti Kami Dihamili

Keluar rumah bahaya, di rumah aja juga bahaya.

Mengapa Aksi Perempuan Direnggut? Hal-hal yang Terjadi di IWD 2020

Hari perempuan tak terasa seperti hari perempuan.

Surat untuk Mbak Inul soal Keperawanan

Inul Daratista sempat share soal gaya pacaran anak sekarang yang nyah nyoh nyah nyoh hal biasa alias keperawanan udah nggak penting lagi.

Tara Basro dan 'Body Positivity' sebagai Perlawanan yang Revolusioner

Selama ini, konstruk tentang tubuh ideal dilanggengkan untuk membuat perempuan benci dengan dirinya sendiri.

Sudah Dieksploitasi, Perempuan Dituntut Cantik Pula untuk Menyenangkan Lelaki

Lelaki yang memperlakukan pasangan perempuannya sebagai pekerja rumah tangga tanpa diberi upah adalah eksploitasi.

Teruntuk Kamu yang Merasa Terpuaskan ketika Pekerja Seks Digerebek

Jika RUU Penghapusan Kekerasan Seksual disahkan, si pengguna jasa seks yang masuk penjara, bukan pekerja seks. Hmmm… jangan-jangan, ini salah satu alasan mengapa RUU-PKS tidak juga disahkan.

Ngaku Feminis, tapi Menindas

“Saya tidak bebas, ketika ada perempuan yang tidak bebas, walaupun penindasan dia dan saya berbeda.” (Audre Lorde)

KOMIK

PILIHAN EDITOR