Beranda Penulis Dikirim oleh Dea Safira

Dea Safira

Dea Safira
100 KIRIMAN 0 KOMENTAR
Seorang feminis yang sesekali melakoni sebagai dokter gigi dan penulis. Mendokumentasikan kehidupannya di www.deasafira.com.

Berteman dengan Mantan Hingga Ketemuan Tanpa Bawa Perasaan

Membangun relasi adalah proses yang berkelanjutan. Kalau di tengah jalan berhenti, ya cuma berhenti saja alias sesaat. Bukan berarti gagal, dong? Lanjut!

Boleh Dong Perempuan Nembak Duluan, Demokratis kan?

Kalau memang perasaan tidak satu frekuensi bisa ditolak tanpa perlu memberi stigma murahan, kan?

Kenapa sih Kalian Masih Benci Emak-emak?

Masturbasi bisa membuat tubuh perempuan seperti emak-emak, tentu itu hanya mitos. Namun, pertanyaan yang muncul adalah kenapa membenci tubuh emak-emak?

Saat Perempuan Dicap sebagai Feminazi

Sesungguhnya orang yang suka melontarkan istilah feminazi sedang menunjukkan kerapuhannya, semacam ngambek gitu deh karena nggak bisa membuat perempuan tunduk.

Berdamai dengan Orangtua soal Pakaian dan Pulang Malam

Perjalanan panjang relasi ayah dan anak yang menemukan titik keseimbangan baru.

Jangan Berlebihan, Perempuan Serba Bisa Bukan Pencapaian

Beban ganda, ada dan berlipat ganda.

Kalau Keperawanan Bukan soal Selaput Dara, soal Apa Dong?

Mulailah menyingkirkan kata “perawan” dalam kehidupan kita sehari-hari.

Yang Mesti Dipahami Biar Nggak Asal Nyebar Video Intim

Ketika video intim tersebar atau disebar tanpa izin, lelaki dipuji karena dianggap perkasa, sedangkan perempuan dinilai sebagai aib.

Seks Tidak Mesti Hamil, sekalipun Menikah

Jika kita menikahi pasangan, bukan berarti otomatis setuju untuk berhubungan seks setiap saat. Begitu pula dengan kehamilan.

Ditentang Orangtua karena Beda Pilihan, Aku Harus Apa Kak?

Perubahan tak hanya akan terjadi pada dirimu, tapi juga orangtuamu.

KOMIK

PILIHAN EDITOR