Beranda Penulis Dikirim oleh Dea Safira

Dea Safira

Dea Safira
98 KIRIMAN 0 KOMENTAR
Seorang feminis yang sesekali melakoni sebagai dokter gigi dan penulis. Mendokumentasikan kehidupannya di www.deasafira.com.

Siklus Kekerasan dalam Dunia Kesehatan yang Tidak Kita Sadari

Tak heran ada dokter membuat konten video yang merendahkan perempuan dan memperlakukan pasien perempuan sebagai objek seksual. Perempuan sering kali menjadi objek, bukan subjek atas tubuhnya.

Lelaki Harus Mau Pakai Kontrasepsi, Jangan Perempuan Melulu

Justru lelaki yang semestinya didorong untuk berkontrasepsi karena dalam satu waktu dia bisa menghamili banyak perempuan, sedangkan perempuan hanya bisa hamil sekali dalam sembilan bulan.

Yakin nih Suara Suami dari Tuhan? Kok Nggak Adil?

Tentu lelaki manapun yang melontarkan pernyataan bias semacam itu harus dikritik. Apalagi, jika ia seorang figur publik.

Di Mana Bumi Dipijak, di Situ Hak Kita Junjung

Tradisi mengkritik yang mesti dilestarikan, bukan malah tradisi kekerasan.

Keluar dari Rumah karena Tidak Tahan Berhadapan dengan Keluarga

Seberapa gelap kulit kita juga tak semestinya ditanya dalam keluarga.

Saat Kepincut dengan Lelaki karena Status Sosialnya, tapi Kandas Begitu Saja

Pernikahan pun menjadi semacam transaksi sosial.

Bagaimana kalau Pasanganmu Ternyata Suka Sex Toy?

Biar si dia makin semangat dan sayang kamu...

Ngapain Ngemis-ngemis Minta Dinikahin?

Janji-janji bisa saja diucapkan untuk memanipulasimu agar dia mendapatkan keuntungan. Semisal, janji dinikahin kalau ngirim foto payudara atau janji dinikahin kalau nyuci bajunya.

Berteman dengan Mantan Hingga Ketemuan Tanpa Bawa Perasaan

Membangun relasi adalah proses yang berkelanjutan. Kalau di tengah jalan berhenti, ya cuma berhenti saja alias sesaat. Bukan berarti gagal, dong? Lanjut!

Boleh Dong Perempuan Nembak Duluan, Demokratis kan?

Kalau memang perasaan tidak satu frekuensi bisa ditolak tanpa perlu memberi stigma murahan, kan?

KOMIK

PILIHAN EDITOR