Asyik Nggak Asyik Pemilihan Menteri, Sebuah Parodi

Asyik Nggak Asyik Pemilihan Menteri, Sebuah Parodi

Calon Menteri (berbagai sumber)

Perkara milih-memilih memang bikin pusing bukan kepalang. Nggak percaya? Coba tanya sama Pak Jokowi sekarang. Ke istana, tentu saja. Beliau lagi susah ke mana-mana.

Sekarang di istana sedang ada recruitment calon menteri macam lowongan kerja untuk karyawan baru. Prosesnya sudah memasuki tahap akhir: interview.

Mungkin, setelah itu, yang lolos akan langsung nego gaji dan tanda tangan kontrak. Eh? Btw, semisal digaji Rp 8 juta bakal ada yang nolak nggak ya? Hehehe.

Tentu, proses ini sangat penting. Pemilihan menteri untuk kabinet baru Pemerintahan Jokowi akan menjadi gambaran bagaimana negara kita ke depan, setidaknya dalam lima tahun.

Jokowi pastinya tidak bisa main-main. Ada banyak pertimbangan yang harus ditempuh presiden untuk menentukan siapa saja sosok yang tepat untuk membantunya menjalankan roda pemerintahan.

Sejak Jokowi dilantik sebagai presiden periode 2019-2024, sudah banyak pihak yang harap-harap cemas menunggu dipanggil oleh presiden. Makanya, handphone mereka selalu standby jangan sampai low bat untuk jaga-jaga barangkali ada panggilan mendadak dari istana.

Mereka yang sudah dipanggil, antara lain mantan ketua MK Mahfud MD, pendiri Gojek Nadiem Makarim, Komisaris Utama NET Mediatama Televisi Wishnutama, pendiri Mahaka Group Erick Thohir, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan… Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Kabarnya, Jokowi tetap menanyakan terlebih dahulu bagaimana kesiapan si calon menteri untuk bidang tertentu. Kalau tidak siap, ya tidak akan dipaksa untuk jadi menteri. Kalau siap, tapi tidak dipanggil, juga tidak boleh memaksa untuk jadi menteri.

Lah, emang situ sokap?

Calon menteri yang dipanggil ke istana datang mengenakan dresscode yang seragam. Mereka datang mengenakan baju putih dan celana hitam. Entah apa pertimbangannya. Ada yang menafsirkannya seperti karyawan yang sedang magang hingga mahasiswa yang mau sidang skripsi.

Senin pagi, calon-calon menteri sudah mulai berdatangan ke istana dengan dresscode tersebut. Salah satu yang datang mengenakan pakaian putih hitam itu adalah Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu.

Tiga jam lamanya kira-kira Tetty di dalam. Para pewarta istana menunggu dia keluar untuk mendengarkan pernyataannya. Maklum, kedatangan kader Golkar Sulawesi Utara ini memang agak mengejutkan dan berada di luar perkiraan.

Setelah ditunggu lama, sosok tersebut tak kunjung keluar. Ndilalah, yang keluar malah Airlangga. Padahal, dari tadi tidak ada yang melihat kedatangan sosok menteri perindustrian periode sebelumnya ini.

Proses interview dengan user ini berlangsung hingga sore hari. Sepanjang perjalanannya, ada dua sosok yang ramai diperbincangkan warganet.

Pertama adalah Nadiem Makarim. Sejak munculnya kabar bahwa dia datang ke istana mengenakan pakaian putih hitam, jagat internet langsung riuh. Bahkan, di Twitter, Nadiem sempat jadi trending topic.

Tahu kan siapa itu Nadiem?

Bos Gojek ini mengaku ditawari posisi menteri. Setelah keluar dari dalam istana, Nadiem pun menyatakan siap dan bersedia apabila diminta untuk membantu pemerintahan. Nadiem juga diketahui telah melepas jabatannya di perusahaan Gojek.

Jadi, dia datang ke istana bukan untuk mengantar pesanan go-food atau mau jemput penumpang. Dia memang datang untuk ditanya kesiapan sebagai calon menteri Jokowi.

Sosok kedua yang jadi perbincangan adalah Prabowo Subianto. Ketua umum Partai Gerindra ini datang ke istana sore hari.

Selepas keluar dari istana, Prabowo mengatakan kalau Jokowi memang meminta dirinya membantu pemerintah di bidang pertahanan. Dengan kata lain, menurut tafsiran beberapa orang, Prabowo akan mengisi kursi Menteri Pertahanan.

Pernyataan ini sontak mengejutkan pemirsa. Ibaratnya, beli 01 dapat 02.

Tapi, kalau Anda peka pada tanda-tandanya, hal ini sebenarnya sudah diprediksi sejak lama oleh seorang santri pada tahun 2016. Nggak percaya? Coba lihat ini:

Dua kali bertarung di Pilpres melawan Jokowi, loh kok sekarang malah mau jadi menterinya? Tentu saja banyak pihak yang kaget bahkan kecewa. Baik itu dari pendukung Jokowi maupun pendukung Prabowo di Pilpres lalu. Meskipun tidak sedikit juga yang memaklumi.

Ya, begitulah politik. Seperti yang dikatakan Iwan Fals dalam lagunya, asik gak asik.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.