Ilustrasi.

Terima kasih kepada seluruh pembaca, penulis, dan semua pihak yang telah berkontribusi. Voxpop Indonesia atau Voxpop.id kini semakin menjadi salah satu media alternatif pilihan.

Kami coba menyajikan konten dengan sudut pandang berbeda, kreatif, inspiratif, menghibur, dan terhubung dengan kehidupan sehari-hari. Menulis hal-hal serius dengan bahasa yang membumi, sehingga efektif dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Nah, pada pengujung tahun 2021, seperti tahun-tahun sebelumnya, kami pun memilih 10 artikel terbaik. Artikel-artikel ini dipilih berdasarkan jumlah views, kualitas konten, sebaran, dan partisipasi.

Dan, inilah 10 artikel terbaik 2021…

1. Sebetulnya Apa yang Dicari Perempuan dengan Menunda Pernikahan?

Artikel ini ditulis oleh Dea Safira, yang membeberkan alasan sesungguhnya mengapa perempuan memilih untuk menunda pernikahan. Pesannya begitu kuat agar kita bisa lebih menghargai hidup orang lain.

Dea adalah dokter gigi yang kerap menyoroti isu-isu kesetaraan gender, hak minoritas, dan kelompok marginal. Dia juga penggagas gerakan di media sosial, aktif di komunitas feminis, dan pembicara di berbagai forum. Ia menulis buku berjudul Membunuh Hantu-Hantu Patriarki dan Sebelum Perempuan Bercinta.

2. Bagaimana Serial Money Heist Membangkitkan Imajinasi Perlawanan

Tulisan Dewi Setya ini mengulas bahwa saat kebanyakan film bertema hero menampilkan figur musuh imajiner dengan senjata yang absurd, Money Heist memberi gambaran musuh nyata, berupa sistem dan seperangkat institusi negara. Senjata perlawanan yang ditampilkan berupa taktik dan strategi.

Dewi yang merupakan seorang gadis desa ditempa oleh pengalaman berorganisasi dan lingkar diskusi. Tulisannya inspiratif dan menghibur. Tema yang diangkat sangat mengena dalam kehidupan sehari-hari.

3. Cerita-cerita Pekerja NGO, dari Masalah Upah Hingga Percintaan

Adalah Abdurrachman Sofyan, seorang penikmat kopi yang menetap di Malang Selatan, yang menceritakan secara rinci mengenai kehidupan pekerja NGO. Bak lilin yang berusaha menerangi, namun melelehkan dirinya sendiri. Mengaku bakal tegar seperti Tan Malaka, tapi diam-diam merindukan kisah cinta ala Mohammad Hatta.

4. Lihatlah, Mereka bahkan Bergembira di Atas Derita Para Janda

Tulisan yang berani dan konstruktif. Penulisnya adalah Margaretha Diana, seorang ibu yang sehari-hari berdagang makanan. Lagi-lagi, tulisannya kerap menjewer, terutama mereka yang suka merendahkan perempuan. Dia pun mengkritik keras slogan “Ada Yang Menggoda Tapi Bukan Janda”.

5. Drama Nevertheless dan Filosofi Kupu-kupu dalam Hubungan Romantis

Sebagian pembaca setia Voxpop pasti sudah familiar dengan penulis ini. Namanya Haris Firmansyah, tulisannya kerap menghibur dan kritis. Esai kali ini mengulas drama Korea Nevertheless yang menampilkan salah satu tokoh utama bernama Na-bi, yang pernah menjadi korban toxic relationship. Tulisan Haris mengingatkan kita tentang pilihan untuk menjalani hubungan yang setara.

6. Chef Juna, Kita, dan Kata-kata Penghapus Stigma

Artikel ini ditulis oleh Aminah Sri Prabasari, yang membahas soal childfree sebagai salah satu bentuk pilihan hidup. Aminah yang merupakan seorang buruh perempuan ini kembali mengingatkan kita bahwa perempuan memiliki otoritas terhadap tubuhnya dan berhak memilih, termasuk apakah mau hamil dan melahirkan anak.

7. Tidak Sombong dan Suka Menolong? Cek-cek, Semoga Itu Bukan Savior Complex

Tulisan ini jleb banget, penulisnya Anggun Munan. Ia menguak betapa mengerikannya menjadi dan berada di sekitar orang-orang dengan jiwa kepahlawanan yang kebablasan. Ya, jiwa kepahlawanan yang tidak pada tempatnya ini disebut savior complex atau hero complex. Tulisan tersebut juga membuat kita mengevaluasi diri, apakah kecenderungan savior complex berada dalam diri kita atau tidak.

8. Orang Berhak Punya Pasangan dan Anak, Sebagaimana Mereka yang Melajang dan Tak Ingin Punya Anak

Namanya Maryam Jameelah, ia adalah seorang konselor yang kerap mendampingi para penyintas mental illness. Ia juga sempat aktif di beberapa organisasi dan NGO ternama. Melalui tulisan ini, Maryam mempertanyakan pandangan banyak orang yang selalu mengukur kualitas hidup orang lain, dari status pernikahan atau tidak menikah, punya anak atau tidak punya anak.

9. Setia adalah Pilihan, Selingkuh Itu Sebuah Kesadaran

Tulisan M. Farid Hermawan ini menjungkirbalikkan anggapan sejumlah orang soal pilihan untuk setia atau berselingkuh. Sebab memilih untuk setia berarti sadar bahwa selingkuh bukan hal yang baik, dan memilih berselingkuh berarti sadar bahwa itu adalah pilihan yang penuh risiko.

10. Cowok Baik-baik dalam Rape Culture

Adalah Siti Amrina Rosada, yang melalui tulisan ini menyoroti orang-orang yang secara konstruksi sosial mendapat banyak privilese, malah melecehkan perempuan. Misalnya sosok dokter, dosen, mahasiswa berprestasi, pimpinan kantor, dan deretan posisi ‘sukses’ lainnya. Pelecehan terjadi lewat tindakan-tindakan manipulatif yang berangkat dari kekuasaan yang timpang.

Demikian, deretan artikel terbaik Voxpop pada 2021. Selamat tahun baru!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini