Apakah Dilan 1991 Harus seperti Film Pemenang Oscar untuk Memenangkan Hati Semua...

Apakah Dilan 1991 Harus seperti Film Pemenang Oscar untuk Memenangkan Hati Semua Orang?

Trailer Dilan 1991 (MAX Pictures)

Film Dilan 1991 telah berhasil menghipnotis 800 ribu penonton pada hari pertama tayang di bioskop. Hal ini terasa mudah bagi film keluaran Max Pictures tersebut, karena hampir semua bioskop hanya menayangkan film tentang kisah cinta dua anak tentara di era Orde Baru itu. Layar tersisa paling nayangin Foxtrot Six, sebuah film lokal berbahasa internasional.

Dalam perjalanannya, Dilan 1991 disambut dan ditolak. Di Bandung, Ridwan Kamil sampai bikin Pojok Dilan. Entahlah beliau membangun monumen tersebut sebagai gubernur Jawa Barat atau cameo di film. Yang jelas, Kang Emil sahabat baiknya Pidi Baiq, sang novelis.

Karakter fiksi yang dijadikan ikon sebuah kota sebenarnya bukan kali pertama ada. Sebelumnya, bahkan satu Pulau Belitung dinamakan sebagai Bumi Laskar Pelangi. Mengingat satu dekade lalu, film yang diangkat dari novel Andrea Hirata tersebut meledak dan jadi film terlaris sepanjang masa. Imbasnya, objek wisata di Pulau Belitung bisa menarik banyak turis.

Baca juga: Dilan 1991 Pecah Sejak dalam Trailer. Andai Dilan Pacaran dengan Milea pada 2019

Di sisi lain, Dilan 1991 juga sempat didemo oleh beberapa mahasiswa di Makassar, lantaran dijadikan ‘kambing hitam’ atas maraknya kekerasan di dunia pendidikan Tanah Air. Pada film pendahulunya, Dilan 1990, Dilan sempat berkelahi seru dengan teman segengnya demi membela Milea yang ditabok.

Sebelumnya, Dilan juga berani melawan guru BP bernama Suripto. Namun, Dilan berdalih, dia tidak melawan guru, yang dia lawan adalah Suripto. Sama aja, Malih!

Eh, nggak disangka, dalam Dilan 1991 sama sekali nggak ada adegan kekerasan. Ada adegan tamparan sikit-sikit, tapi itu untuk menunjukkan Milea berani menggugat patriarki yang sempat disematkan padanya oleh aktivis feminisme. Dalam hubungan asmara, ternyata Milea juga punya kontrol.

Namun, Milea jadi tampak kurang punya rasa terima kasih kepada Dilan. Dilan sampai masuk penjara bermula dari gebukin orang yang nampar Milea. Eh, Dilan malah yang ditampar oleh Milea, karena Dilan nggak nurut kata-katanya. Pelajaran penting: jangan mengambil keputusan dan tindakan ketika sedang marah, sebab penyesalan setelahnya adalah sebuah keniscayaan.

Baca juga: Ini Alasannya Sosok Otis Lebih Dibutuhkan daripada Dilan

Film Dilan 1991 memang tidak diniatkan untuk memberikan banyak pesan moral, seperti halnya film Roma yang jadi jagoan di Academy Awards atau ajang piala Oscar untuk kategori film berbahasa asing.

Jarang ada film yang laris manis juga menjadi macan di ajang penghargaan film. Semua ada jatahnya masing-masing. Sudah biasa terjadi film berkualitas penontonnya sedikit. Itulah mengapa mesti ada IBOMA alias Indonesia Box Office Movie Awards agar film laris juga bisa dapat penghargaan.

Dilan 1991 masih punya kekuatan yang sama dengan Dilan 1990: lucu, menggemaskan, dan bikin senyam-senyum ingat masa muda. Kekurangannya hanyalah di bagian make up. Dilan yang ceritanya digebuki banyak orang masih tampak lebih mulus ketimbang wajah babak belur Young Lex yang digebuki fans K-Pop tapi bohong.

Kalau drama Young Lex dan Dilan 1991 masuk nominasi Tata Rias Terbaik Oscar, saya yakin yang menang malah Atta Halilintar saat nge-prank jadi gembel.

Baca juga: Resolusi untuk Film Nasional, Salah Satunya tentang Dilan 1991

Di sisi lain, pemenang aktor terbaik Oscar seperti Rami Malek saja tidak benar-benar bernyanyi ketika jadi Freddie Mercury di film biopik Bohemian Rhapsody. Marc Martel yang melakukan tugas menghidupkan kembali suara sang vokalis Queen. Sementara, Iqbaal dan Vanesha sudah pernah menyanyikan soundtrack film mereka.

Film Dilan 1991 punya soundtrack yang baik. Mengingatkan lagu “Shallow” dalam A Star is Born yang menang Oscar untuk kategori Best Original Song. Jika ingin menang di kategori yang sama, Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla mesti berduet seperti Lady Gaga dan Bradley Cooper nyanyi “Shallow”. Namun, saya khawatir hal ini akan memancing Anang Hermansyah dan Ashanty untuk membuat cover lagunya lagi.

Sebenarnya, Dilan 1991 yang jaminan laku tetap punya peluang juara di ajang penghargaan. Hal ini sudah dicontohkan oleh Black Panther. Sebagai film superhero yang populer dan punya nilai jual, film Marvel Studios ini juga sukses menyabet tiga piala Oscar.

Jika ingin seperti Black Panther, adegan tawuran geng motor Dilan harus dibuat semeriah perang di Wakanda. Gir motor buat tawuran dipasangi vibranium. Sebelum tawuran, baris-berbaris dulu, terus panglima tempurnya menyerukan, “Yibambe!”

Ketika pamit perang ke Milea, Dilan bertanya, “Wakanda Forever, jangan?”

“Wakanda Forever,” Milea menyilangkan tangan seperti tukang parkir kasih kode parkiran penuh.

Artikel populer: Siapa Sebetulnya yang Bikin Kita Jadi Baper?

Alih-alih koleksi perangko sebagai filateli, ayahnya Milea malah mengoleksi infinity stone. Beliau memamerkan koleksi batu yang ditemukannya dari berbagai medan perang itu kepada Milea.

“Lihat nih mind stone, ayah dapat dari jidatnya Vision waktu perang di Wakanda,” ucap ayahnya Milea sembari memasang batu pikiran itu ke infinity gauntlet yang dipakainya.

Milea takjub mendapati ayahnya jadi seperti Thanos.

“Bagus, kan?” Pamer ayahnya Milea dan tak sengaja menjentikkan jari.

“Bagus, Yah,” puji Milea. “Tapi, Yah, kok mendadak I don’t feel so good, ya?”

Kemudian, Milea perlahan-lahan menjadi abu, lalu menghilang.

Di lain tempat, Dilan sedang nyerang sekolah musuh bersama geng motornya. Namun, beberapa musuhnya, belum juga disambit, sudah lenyap menjadi abu.

Di rumahnya, Piyan mau nyosor Wati, eh, Wati mendadak jadi abu. Piyan yang sudah memejamkan mata tampak manyun-manyun sendiri.

Lalu, cerita berlanjut seperti di animasi Spider-Man: Into the Spider-Verse, pemenang film animasi terbaik Oscar. Diam-diam, Suripto di ruang BP membuat alat yang membuka gerbang ke dimensi lain. Sehingga memungkinkan Dilan-Dilan dari multisemesta masuk ke semesta yang ditempati Dilan 1991.

Akhirnya, Dilan 1991 bertemu dengan beberapa Dilan dari dimensi lain. Seperti Dilan 1945, seorang pejuang kemerdekaan yang bawa-bawa bambu runcing. Dilan 2030 dari masa depan yang pakai armor seperti robot.

Selain itu, ada seorang gadis bernama Eem yang di dimensinya dialah yang jadi tokoh utama, sementara Bi Milea dan Mang Dilan hanyalah seorang penjaga warung.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.