Andaikan Jon Snow dan Tony Stark Curhat ke Cermin Lelaki

Andaikan Jon Snow dan Tony Stark Curhat ke Cermin Lelaki

Jon Snow dan Tony Stark (HBO/Marvel)

Sejumlah penggemar yang kecewa dengan akhir cerita Game of Thrones, kompak bikin petisi untuk dibuatkan versi remake dengan adegan penutup yang lebih kece. Ternyata itu tak hanya dilakukan oleh fans Jon Snow dan Daenerys Targaryen saja, pengagum Iron Man pun bikin petisi serupa karena tidak puas dengan nasib Tony Stark di Avengers: Endgame.

Hemat saya, bukan petisi penggemar yang dibutuhkan, melainkan Cermin Lelaki. Serius ini. Bahkan, itu bisa saja membuat Dilan balikan dengan Milea.

Belakangan, kehadiran Cermin Lelaki di Instagram cukup menuai kontroversi. Pasalnya, akun ini memuat curhatan lelaki yang vulgar tanpa tedeng aling-aling. Curhatan para Master (mas curhater) itu ditanggapi oleh Mindad (admin Daddy). Ini membuktikan bahwa setiap orang punya uneg-uneg yang perlu dikeluarkan supaya hati plong, tak terkecuali laki-laki.

Saya pun membayangkan, bagaimana jika Jon Snow, Tony Stark, juga Dilan curhat ke Mindad? Mungkin, kita bisa melihat ending cerita yang berbeda.

Baca juga: Membayangkan ‘Superhero’ Marvel Beraksi di Indonesia

Dilema antara keluarga besar dan cinta terlarang

Maaf, saya menggunakan akun fake. Takut kebaca adik-adik sepupu saya yang kepo. Jadi gini, Min. Saya sedang menjalin hubungan terlarang dengan tante saya sendiri. Sebelumnya, saya nggak tahu kalau dia tante saya. Mana udah sering HB.

Teman saya yang sempat magang di Disdukcapil yang kasih tahu ke saya, Min. Ini sebetulnya rahasia dan nggak banyak orang yang tahu. Tapi, hubungan saya dan pacar jadi kikuk. Di kampung saya, hubungan incest terlarang, walaupun adat istiadat keluarga dia membolehkan itu.

Belakangan, beberapa orang di keluarga besar saya di Utara juga tahu dan kayaknya nggak setuju. Terutama adik sepupu yang paling tua yang paling keras menolak kedatangan pacar saya. Gawatnya, pacar saya orangnya panasan, Min. Dia nggak segan-segan bakar rumah orang yang beda pendapat dengannya. Pokoknya ngeri banget deh, Min.

Nah, saya takut di kemudian hari, pacar saya selisih paham dengan adik sepupu saya. Bisa perang dunia ketiga. Apa yang harus saya lakukan, Min?

Baca juga: ‘Fan Fiction’ Game of Thrones Season Ramadan

Mindad: “Seharusnya rahasia antara Master dan tante, eh, maksudnya pacar Master, jangan sampai banyak orang yang tahu. Tentu ini berbahaya bagi hubungan asmara kalian. Tapi api sudah membakar kayu menjadi arang. Master harus terus mengingatkan pacar Master untuk lebih sabar. Jangan main bakar rumah orang sembarangan. Sama halnya dengan hubungan asmara, jangan main api!”

Meninggalkan istri dan anak demi perang

Saya adalah miliuner, ilmuwan, dermawan, dan sempat jadi playboy. Namun, sejak ketemu istri, saya tobat dan jadi suami setia. Lima tahun menikah, kami dikaruniai satu orang putri. Saya sudah cukup bahagia dengan keluarga kecil saya ini, Min.

Saya adalah veteran dari perang tak berkesudahan. Saya piawai bikin robot-robotan dan senjata perang. Sejak berkeluarga, saya memutuskan berhenti dari dunia yang saya tekuni itu. Namun, kemarin mantan rekan kerja saya datang ke rumah untuk minta saya kembali berperang.

Baca juga: Seandainya ‘Infinity Stones’ di Film Avengers Jatuh ke Tangan Tokoh-tokoh Ini

Di sinilah saya dilema. Satu sisi hati saya masih ingin menolong orang lain. Namun, sisi hati yang lain bicara sebaliknya, saya sudah nyaman dengan keadaan saya saat ini. Saya tidak mau meninggalkan keluarga dan mempertaruhkan nyawa di medan perang lagi. Apalagi anak saya masih kecil, Min. Sedang lucu-lucunya dan sangat butuh sosok ayah di sampingnya.

Mindad: “Kalau memang Master jago banget bikin robot, kenapa nggak bikin robot super canggih yang menyerupai diri Master dan bisa dikendalikan dari jauh? Jadi, Master tetap bisa kumpul dengan keluarga di rumah, sekaligus berkontribusi dalam perang.”

Pacar posesif dan gampang ngajak putus

Mindad, saya mau curhat. Saya lelaki umur 17 tahun. Masih sekolah di salah satu SMA di Bandung. Pacar saya umur 16 tahun. Nggak tahu kalau sore, kayaknya nambah setahun lagi karena merayakan ulang tahun.

Pacar saya dulunya pacar orang. Setelah saya kasih TTS yang sudah saya isi sendiri, dia mutusin pacarnya yang cuma bisa jiplak puisi orang. Akhir tahun lalu, kami sepakat pacaran. Ada hitam di atas putih dan materai 6000 yang kami tandatangani berdua.

Artikel populer: Terheran-heran dengan Bintang Hollywood yang Ngomong Bahasa Indonesia

Saya sayang banget sama dia, Min. Saya pernah sampai berantem sama kawan sendiri karena pacar saya ditampar olehnya. Sampai akhirnya, saya dikeluarkan dari sekolah. Namun, saya ikhlas karena saya sedang dalam posisi membela pacar saya. Jangankan gebukin kawan, sekolah pun saya berani bakar kalau sampai kepala sekolah nampar pacar saya. Sebegitu bucinnya saya.

Masalahnya, pacar saya suka melarang-larang. Saya anggota geng motor. Sudah hobi tawuran bahkan sebelum kenal dia. Pacar saya melarang saya menyerang. Ketika saya ditangkap polisi karena nyerang geng motor musuh, pacar saya langsung mutusin saya. Sakit hati banget, Min.

Mindad: “Master harus sabar. Coba lihat dari sudut pandang pacar Master. Dia peduli sama Master dan takut terjadi apa-apa. Kalau memang Master sayang banget sama dia, Master bisa pelan-pelan meninggalkan geng motor. Kalau sudah kondusif, ajak balikan, Master. Siapa tahu dia masih ngarep. Mumpung masih siang, nggak tahu kalau sore.”

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.