Ilustrasi. (StockSnap/Pixabay)

Sebagian dari kita pasti pernah mendengar klasifikasi kepribadian berdasarkan lelaki Alpha dan lelaki Beta. Kemudian, media perempuan juga ikut-ikutan menambah istilah perempuan Alpha. Belum lagi, ada penulis bernama Henry Manampiring menulis buku berjudul The Alpha Girl’s Guide, sebuah buku panduan yang ditulis oleh lelaki, padahal dia tidak pernah mengalami jadi perempuan secara biologis dan sosial.

Pada dasarnya penelitian soal kepribadian Alpha ini berasal dari penelitian yang ditulis oleh Dave Mech, yakni The Wolf: The Ecology and Behavior of an Endangered Species, yang ditulis pada 1968 dan diterbitkan pada 1970. Saat itu, Dave memerhatikan perilaku serigala yang tinggal di dalam kurungan.

Serigala Alpha dimaknai sebagai serigala yang berkompetisi dengan serigala lainnya untuk mendapatkan dominasi. Ia juga berkelahi dengan serigala lainnya untuk mendapatkan hierarki dan posisi tertinggi.

Baca juga: Untuk Lelaki yang Sering Kali Merasa Tersaingi

Namun, pada kenyataannya, hal itu sudah tidak relevan lagi. Para serigala yang memimpin kumpulan mereka adalah para serigala yang bereproduksi dan menghasilkan keturunan, sehingga mereka adalah serigala orangtua. Mereka adalah male breeder dan female breeder, atau jantan yang bereproduksi dan betina yang bereproduksi. Sudah pasti dalam kondisi seperti ini, induk pasangan akan memimpin anak mereka dan mengajari mereka cara untuk bertahan hidup di alam bebas.

Dalam artikel yang dikeluarkan oleh International Wolf Center, mereka sudah tak lagi menggunakan istilah Alpha dan Beta. Hanya merujuk dengan istilah male breeder, female breeder, male parent, dan female parent.

Dave Mech sendiri menyadari bahwa temuannya sudah tak lagi relevan dan menyangkal apa yang ia telah tulis. Ia bahkan meminta penerbit untuk tak lagi menerbitkan bukunya. Namun, penerbit menolak – seperti yang dicantumkan di laman pribadi Dave.

Baca juga: Cara PDKT sama Seseorang Tanpa Melecehkan

Temuan lain yang menarik dari perkumpulan serigala adalah, bahwa serigala hidup secara monogami. Hal ini dikemukakan oleh Barbara Zimmermann, seorang profesor dari Inland Norway University of Applied Sciences. Barbara juga menambahkan bahwa yang memimpin perkumpulan serigala adalah serigala dewasa, karena mereka adalah orangtua dari serigala yang menjadi anggota perkumpulannya. “Kita juga tidak mengatakan siapa yang alpha male, alpha female, dan beta child dalam keluarga manusia,” sebutnya.

Lantas, mengapa masih ada orang yang menggunakan istilah Alpha, Beta, hingga Omega?

Dalam artikel di Guardian berjudul Do alpha males even exist?, penulis Dean Burnett menjelaskan bahwa manusia mudah dipengaruhi oleh penampilan kepercayaan diri yang berlebihan. Dengan tampil percaya diri, lelaki lebih mudah mendapatkan jalannya dan mendapatkan posisi tertinggi dalam masyarakat.

Alhasil, banyak lelaki yang beranggapan ia harus bertingkah mendominasi, kasar, agresif, beringas, dan percaya diri secara berlebihan untuk mendapatkan posisinya. Bahkan tak jarang kita melihat bahwa di antara kelompok yang mendaku alpha male, mereka akan melakukan kekerasan untuk membenarkan dominasi dan kekuasaan.

Baca juga: Pernikahan Itu tentang Partnership, Setuju kan?

Tentu saja dalam beberapa konteks kita membutuhkan orang yang dapat mendominasi ruangan agar dapat memimpin kelompoknya, sehingga dapat bekerja sama dengan baik. Namun, sejauh manakah dominasi itu diperagakan? Apakah dominasi ini perlu diperagakan dalam hubungan intim juga?

Hal ini juga mengingatkan saya kepada mantan istri Elon Musk, yaitu Justine Musk yang menceritakan kembali hari pernikahannya dengan Elon Musk. Saat berdansa di pesta pernikahannya dengan Justine, Elon berkata, “Saya adalah Alpha dalam hubungan ini.” Justine kemudian menyadari bahwa Elon besar di Afrika Selatan dimana budayanya sangat kental dengan dominasi dan kompetisi.

Ketika menikah, Elon sendiri tidak pernah menunjukkan emosinya, bahkan saat anak pertamanya meninggal di usia 10 minggu, ia menuduh Justine dengan manipulasi emosional. Apakah menjadi Alpha juga berarti tidak menunjukkan emosi sama sekali, dan menuduh orang lain yang memiliki emosi dengan manipulasi? Selama menikah pun, penampilan Justine selalu diatur, seperti meminta Justine untuk mengubah warna rambutnya menjadi blonde platinum.

Artikel populer: Tujuan dari Orang yang Suka Membanding-bandingkan Perempuan

Kalau dipikir-pikir buat apa sih menciptakan penggolongan kepribadian antara manusia Alpha, Beta, Omega, Delta dan mungkin sampai Omicron ada kali ya? Kita sudah hidup dalam dunia yang timpang, buat apa makin menggolongkan ketimpangan itu lagi?

Lucunya, setiap orang yang saya temui dan saya beri tahu bahwa teori serigala Alpha ini bahkan disangkal oleh penelitinya sendiri, mereka kemudian marah dan tersinggung seakan berusaha menegakkan bahwa sifat mereka itu alamiah. Hal ini menunjukkan kerapuhan ego mereka. Katanya mendominasi sih, tapi mengapa kok begitu saja langsung ngamuk?

Setiap manusia tentu bisa asertif, submisif, dapat bekerjasama, bersifat ramah, dan semua itu bergantung pada peran dan konteks di dalam masyarakat. Apakah dia menjadi anak, orangtua, pimpinan, anak buah, dan sebagainya.

Lagi pula, daripada mendominasi bukankah lebih baik bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini