The World of The Married (JTBC Inc)

Kalian pernah nggak punya teman yang setiap hari curhat tentang kisah asmaranya? Bukan kisah kasih penuh cinta yang membahagiakan, melainkan keluhan dan tangisan karena menjalani relasi beracun (toxic relationship) yang sangat abusif. Bahkan, sering kali curahan hati itu dipenuhi dengan makian terhadap pasangannya.

Kami yang mendengarkan jadi ikut bersimpati. Tak tega sekadar mendengar akhirnya kepikiran ikut membantu cari jalan keluar. Eh tapi… sehari setelah curhat, esoknya kawan kami itu malah update Instastory: makan malam romantis yang tampak penuh kebahagiaan. Lengkap, dengan kalimat rasa syukur karena telah diberikan pasangan terbaik.

Apa nggak kesal sampai ke tulang?

Belum lama ini, kekesalan serupa juga dirasakan oleh pencinta Drama Korea, meski konteksnya cerita fiksi dalam TV series. Tepatnya, serial berjudul The World of The Married, atau yang dikenal juga dengan judul A World of Married Couple. Bahkan #TheWorldoftheMarried sempat menjadi trending topic worldwide di Twitter.

Baca juga: Nonton Drakor tentang Perselingkuhan yang Bikin Pikiranmu Jadi ‘Glowing’

Jadi ceritanya, pada episode 12, Ji Sun Woo sang karakter utama memutuskan untuk balikan dengan mantan suaminya bernama Lee Tae Oh – netizen Indonesia sering kali menyebutnya dengan istilah ‘Dajjal’. Nah, aksi balikan itu yang bikin penggemar sewot.

Rasa simpati yang selalu menyertai Sun Woo di serial yang berhasil memecahkan rekor rating penonton tertinggi dalam sejarah TV kabel Korea Selatan dan selalu menjadi trending topic ini, runtuh seketika.

Rasanya mirip seperti berhadapan dengan sahabat yang memilih balikan dengan pasangannya yang abusif. Lee Tae Oh sendiri adalah laki-laki yang abusif. Tae Oh membuat Sun Woo terjebak dalam hubungan toksik, relasi yang penuh dengan kekerasan fisik maupun psikis.

Apa yang terjadi di serial The World of The Married sebetulnya sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya di Korsel, Indonesia juga. Itulah mengapa pada enam episode pertama disematkan rating R (19 tahun ke atas). Bukan semata ada adegan hubungan seksual, perselingkuhan, dan kekerasan, melainkan terlalu nyata.

Lantas, pertanyaannya, mengapa korban bisa sampai balikan dengan mantan yang abusif? Berikut analisisnya agar kita dapat menjauhkan diri dari godaan setan yang terkutuk hubungan tersebut:

Baca juga: ‘Toxic Relationship’, Bagaimana Kalau Sudah Terlanjur Sayang?

  1. Gaslighting

Ini merupakan jenis kekerasan paling umum. Ketika seorang perempuan menjadi korban relasi abusif dan akhirnya memutuskan untuk berpisah, sering kali pasangannya melancarkan jurus terakhir: gaslighting. Istilah ini merujuk pada jenis manipulasi. Jadi, korban dibuat merasa bersalah karena memilih untuk berpisah.

Pasangan yang abusif akan mengklaim sebagai pihak yang paling menderita karena diputusin. Kemudian, dia bakal memposisikan korban sebagai orang yang jahat karena tega ‘mencampakkannya’. Dari manipulasi keadaan tersebut, korban digiring untuk menebus ‘kesalahan’, salah satunya dengan balikan.

  1. Stockholm Syndrome

Pernah dengar istilah itu? Dalam beberapa kasus penculikan, FBI menemukan sebuah fenomena respons psikologis dimana korban penculikan justru menunjukkan rasa setia dan kelekatan emosional terhadap penculiknya.

Hal itu menyebabkan korban tak lagi peduli dengan bahaya kekerasan yang mengancamnya. Istilah Stockholm Syndrome pertama kali dicetuskan oleh kriminolog dan psikiater, Nils Bejerot, yang membantu polisi dalam kasus perampokan.

Kondisi ini juga dapat terjadi pada seseorang yang terjebak dalam relasi toksik. Kesetiaan dan kelekatan terkadang membuat seseorang enggan meninggalkan kekasihnya yang abusif, bahkan membuatnya tetap setia dan mencintai pasangannya. Waspadalah.

Baca juga: Lebih Dalam soal Perselingkuhan dengan Alasan Doi Kaya

  1. Masih ‘perhatian’

Manusia mana yang bisa hidup tanpa kasih sayang dan perhatian, terutama setelah tragedi perpisahan yang traumatis dan dipenuhi kekerasan?

Sering kali mantan kembali dengan perilaku yang terkesan jauh lebih baik, lebih perhatian. Bagi yang pernah saling mencintai tentu sulit menjauh dari situasi ini. Bahkan, bentuk-bentuk perhatian lain, semisal dari teman atau orangtua, menjadi kurang berpengaruh.

Tapi, jangan lupa, kondisi seperti itu yang paling sering menyebabkan seseorang terjebak dalam ‘Stockholm Syndrome‘.

  1. Masih satu lingkungan

Seseorang yang baru saja berpisah bisa terjebak dalam rasa frustrasi, kesedihan, dan kenangan. Jika mantan masih tinggal di lingkungan yang sama, entah sekota atau lingkaran sosial yang sama, bisa menyebabkan seseorang berpikir bahwa mantannya masihlah orang terbaik di lingkungan tersebut.

Tentu akan kesulitan menemukan pasangan pengganti, terutama jika menghadapi persoalan berlapis seperti kesulitan beradaptasi dengan suasana baru. Berada dalam lingkungan yang sama dengan mantan dan enggan mencoba lingkungan lain bisa membentuk opini bahwa tak ada orang lain yang dapat dijadikan pasangan lagi.

  1. Kisah lama

Ketika segalanya sudah hancur dan sulit untuk diperbaiki, sering kali seseorang merasa terlalu lelah dan tertekan untuk membangun kembali semuanya dari awal, dan memulai kehidupan yang baru. Alih-alih mencoba bangkit, beberapa orang memutuskan untuk kembali pada kisah lama yang bisa jadi sudah benar-benar rusak.

Artikel populer: Film ‘Kim Ji-young’ Indonesia Banget, Laki-laki Berani Nonton Nggak?

Terlebih, seseorang yang menghadapinya sendiri tanpa dukungan orang lain, biasanya berpikir seribu kali untuk mengambil risiko dari kehidupan yang baru. Pada titik ini, kembali pada mantan tampak seperti opsi satu-satunya. Padahal, mantannya jelas-jelas kasar.

Meski demikian, itu semua belum tentu karena kemunafikan atau ketidakkonsistenan semata. Selalu ada faktor-faktor kompleks di belakangnya. Bagaimanapun, tidak ada yang mau hidup dengan pasangan yang abusif. Orang pasti menginginkan relasi yang membahagiakan dan nirkekerasan.

Maka, bantulah mereka secara perlahan dengan dialog yang rasional. Seseorang yang hidup dalam kekerasan harus diselamatkan. Lagi pula, itu cinta atau prahara?

Seperti yang diucapkan Min Hyun Seo, seorang korban kekerasan dalam pacaran, kepada Ji Sun Woo di serial The World of The Married: “Hati-hati, tidak ada jaminan bahwa kamu tidak akan berakhir seperti aku.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini