4 Tokoh Selain Thanos yang Bisa Digunakan Jokowi dalam Pidatonya

4 Tokoh Selain Thanos yang Bisa Digunakan Jokowi dalam Pidatonya

Rita Repulsa dalam film Power Rangers (Lionsgate)

Presiden Joko Widodo sempat mengagetkan netizen. Seringkali diragukan kemampuannya dalam berbahasa Inggris, Jokowi tampak tidak peduli. Dalam ajang World Economic Forum on ASEAN di Hanoi, Vietnam, Jokowi kembali berpidato dalam Bahasa Inggris.

Tidak hanya pakai Bahasa Inggris, pidatonya juga memuat sensasi lain ketika kakek dua cucu ini membawa-bawa Thanos dalam pembahasannya.

Sederhananya, Thanos dikisahkan sebagai sosok yang khawatir pada keterbatasan sumber daya, sehingga untuk menjaganya perlu memusnahkan separuh populasi. Thanos juga dianggap sebagai sosok yang dalam meraih keberhasilan, kudu ada yang menderita.

Selama empat tahun terakhir, saya sendiri beberapa kali mendapat tugas menyiapkan pidato pejabat. Sudah jelas bahwa akan selalu ada kalangan remah-remah rempeyek seperti saya dalam setiap pidato pejabat, karena tidak mungkin pejabat menyiapkan sendiri pidatonya.

Bagi saya, tingkat kesulitan dalam menyusun naskah pidato pejabat itu berlipat-lipat dibandingkan menulis esai di Voxpop. Ampun, mas/mbak Redaktur!

Dalam merampungkan pidato pejabat, seorang penyusun kudu paham substansi yang akan disampaikan dan harus bisa menerjemahkannya ke dalam bahasa yang singkat, sederhana, dan mudah dipahami. Terminologi singkat, sederhana, tapi mudah dipahami ini seringkali disebut sebagai ‘strategis’ oleh para pejabat.

Sebagai penyusun pidato, saya angkat topi untuk penyusun pidato yang berani-beraninya membawa Thanos dan Avengers dalam konteks perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok dan diterjemahkan dengan spiritualitas tingkat tinggi pula.

Jokowi juga patut dipuji dalam hal ini. Sebab, sebagus apapun naskah pidato, tidak akan ada gunanya jika pejabat tidak mau dan mampu membawakannya.

Kenyelenehan Jokowi membawa-bawa Thanos bikin kita lupa bahwa di Indonesia ada begitu banyak kasus memalukan soal pidato. Sebut saja kisah bupati yang membaca ‘bapak dua ibu dua’ untuk teks ‘bapak2/ibu2’. Atau, kisah pidato wakil presiden pada Indonesia Investment Summit 2013 yang ternyata kembar sama pidato tahun sebelumnya.

Nah, sebagai wujud apresiasi saya pada pembuat pidato dan Presiden Jokowi, saya hendak mengusulkan empat tokoh lain yang bisa digunakan dalam pidato-pidato presiden pada acara-acara lain, baik di dalam maupun luar negeri.

Mak Lampir

Sebagaimana lagu-lagu Sheila On 7, sesungguhnya Mak Lampir adalah sosok yang akrab bagi sebagian generasi milenial. Apalagi, kini serial ‘Misteri Gunung Merapi’ ditayangkan kembali di salah satu stasiun televisi swasta.

Dengan demikian, Jokowi bisa menggunakan sosok Mak Lampir ini dalam acara yang diikuti oleh kalangan milenial maupun golongan tua.

Mak Lampir dikisahkan punya dendam kesumat pada Kyai Ageng Prayogo, utusan Raden Patah yang memang diberi tugas untuk menuntaskan kinerja Mak Lampir.

Singkat cerita, Kyai Ageng Prayogo sukses mengurung Mak Lampir dalam peti. Tanpa diduga, 130 tahun kemudian, dua rakyat jelata membuat kebodohan yang membangkitkan Mak Lampir dari kurungannya.

Baca juga: ‘Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga’ dalam Cerita Anime Naruto

Episode demi episode berlalu dengan inti cerita soal dendam Mak Lampir pada Kyai Ageng Prayogo yang sebenarnya sudah lama mati. Alhasil, dendam si mak dilampiaskan kepada keturunan sang kyai.

Bagi para milenial, Jokowi dapat menyebut bahwa Mak Lampir ada pada diri setiap orang yang memendam dendam hingga waktu yang lama dan kadang disertai pernyataan khas “tentu saja sudah saya maafkan, tapi proses hukum harus berjalan”.

Sebut saja Ahok yang menjadi terpidana terkait masalah agama. Tapi, begitu ada kisah soal perceraiannya atau soal dirinya yang hendak kawin lagi, netizen kembali menghakimi.

Atau, nasib Roy Suryo. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini terlibat insiden lagu Indonesia Raya pada 2013. Namun, netizen terus-terusan mengungkit soal kejadian itu dalam kasus Barang Milik Negara (BMN) yang belum diserahkan ke Kemenpora. Sesuatu yang nyaris tidak ada hubungannya.

Rita Repulsa

Sosok ini adalah antagonis sejati dalam kenangan para milenial. Dalam film Power Rangers yang terkini, Rita Repulsa dikisahkan sebagai mantan anggota Power Rangers yang dengan kekuatannya malah ingin sesuatu yang lebih dengan mencoba mengambil kristal Zeo untuk bisa menguasai dunia. Pada masa lalu, Zordon berhasil menggagalkan Rita Repulsa dan sukses menjebaknya di laut.

Saat bangkit kembali karena ditemukan oleh nelayan, Rita Repulsa mempermuda dan memperkuat diri dengan menyedot emas dari berbagai tempat, termasuk toko emas.

Tokoh ini cocok benar jika dibawakan oleh Jokowi dalam pertemuan internasional yang membahas tentang sumber daya alam, terutama untuk menyenggol kekuatan global yang selalu berupaya menyedot emas alias kekayaan dari bangsa-bangsa kecil dan tidak mampu melawan, semata-mata untuk memperkuat diri sendiri sehingga bisa menguasai dunia.

Lumayan untuk meruntuhkan citra pro-asing dan aseng sebagaimana yang kerap dilontarkan oposisi.

Squidward Tentacles

Ketika anak-anak zaman now ramai menonton kisah-kisah dewasa dalam drama Korea, maka yang tua-tua justru kembali menonton serial Spongebob Squarepants. Kita tahu bahwa serial yang satu ini, walaupun kartun, tapi kontennya dewasa.

Ya, salah satu yang suka beradegan dewasa itu adalah Squidward Tentacles. Adegan dewasa yang saya maksud tentu saja berangkat kerja dan menjalani waktu kerja di kantor dengan keluhan demi keluhan belaka.

Artikel populer: Netizen yang Kafah Harus Tahu Sosok Squidward, Temannya Spongebob

Dalam sosok Squidward, Jokowi tentu saja bisa menyentil kalangan serba pesimistis yang penyebarannya di negeri ini lumayan masif.

Jokowi juga bisa menggunakan Squidward untuk mencolek orang-orang yang hobinya mengeluh, tetapi saat diberi kekuasaan – sebagaimana Squidward menjadi manajer Krasty Krabs kala Tuan Krabs masuk rumah sakit – malah diisi dengan bermalas-malasan dan memperdaya orang kecil seperti Spongebob.

Severus Snape

Sosok Severus Snape merupakan salah satu parameter kesuksesan JK Rowling dalam mengemas cerita Harry Potter. Ketika pembaca dibuat benci setengah mati pada Snape dari awal hingga nyaris akhir, eh, ujung-ujungnya kita dikasih tahu bahwa sosok Snape ini ternyata berkali-kali menyelamatkan Harry.

Kita dikasih tahu pula bahwa Snape berbuat itu karena cinta sejatinya pada Lily Evans yang notabene adalah ibunda Harry.

Soal ini, sesungguhnya Jokowi bisa menggunakannya dalam kegiatan-kegiatan yang diikuti oleh seluruh kalangan. Karena sesungguhnya, para pemendam cinta itu jumlahnya bejibun di negeri ini. Baik karena tidak mampu mengungkapkan maupun karena sudah diungkapkan tapi ditolak. Kasihan.

Oh, satu lagi. Sebenarnya Jokowi juga bisa menggunakan sosok Snape yang muka sama hatinya beda itu untuk berpidato di depan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang di media sosial memperlihatkan diri sebagai kontra-Jokowi, tetapi dengan cerah ceria menerima honor maupun melakukan perjalanan dinas dalam rangka mewujudkan Nawa Cita.

Ehm…

1 COMMENT

  1. Audience manca negara kenal mak lampir?
    Semoga nextime berani pidato bahwa rakyat Indonesia banyakan kurawa nya dari pandawa

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.