Women’s March dalam Jepretan Kamera

Women’s March dalam Jepretan Kamera

(Twitter/@anishidayah)

Pawai Perempuan atau Women’s March pertama kali dilakukan pada tahun 2017. Kegiatan ini tercatat sudah diikuti jutaan perempuan di seluruh dunia.

Aksi ini bermula di Washington DC, Amerika Serikat. Dilakukan sebagai bagian dari respons perempuan yang kecewa atas berbagai pernyataan Presiden AS Donald Trump yang dinilai seksis dan diskriminatif terhadap perempuan dan kelompok minoritas lain.

Tapi tuntutan aksi kemudian berkembang. Karena kita semua tahu bagaimana perlakuan yang masih belum adil untuk perempuan di dunia ini. Di Indonesia, aksi ini mendesak pemerintah untuk membangun kebijakan publik yang pro-perempuan dan pro-kelompok marginal lain.

Tahun 2018, aksi dilakukan di Taman Aspirasi di seberang Istana Negara. Selain di Jakarta, aksi Women’s March juga digelar di 12 kota lain di Indonesia, yakni Bandung, Denpasar, Kupang, Lampung, Malang, Pontianak, Salatiga, Serang, Sumba, Surabaya, Tondano, dan Yogyakarta.

Women’s March tahun ini mengusung isu kekerasan terhadap kelompok LGBT, perlindungan atas pekerja rumah tangga dan buruh migran, pernikahan usia anak, kekerasan dalam pacaran, dan perlindungan terhadap pekerja seks.

Di tingkat kebijakan, aksi ini juga mendorong pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Pekerja Rumah Tangga, serta mengkritik Rancangan KUHP yang dinilai bermasalah karena adanya perluasan pasal soal zina dan larangan distribusi alat kontrasepsi atau pendidikan kesehatan reproduksi.

Selain di lokasi aksi, penyampaian pendapat juga berlangsung di ranah media sosial. Para peserta juga membagikan foto-foto selama berlangsungnya Women’s March. Beragam tuntutan dalam bentuk poster-poster yang unik diacungkan oleh para peserta aksi.

Women’s March Jakarta 2018 (Twitter/@fullmoonfolks)
Women’s March Jakarta 2018 (Twitter/@fullmoonfolks)
WE MARCH AGAINST YOUR BIGOTRY! (Twitter/@adstyprmty)
I particularly love this one (Twitter/@sarasdewi)
Some of my favorite slogans at #womensmarchjkt!!! (Twitter/@visyuchan)
Off we march!! #lawanbersama (Twitter/@keziadeb)

Selain anak muda, aksi pun diikuti oleh beragam kalangan. Mereka di antaranya ibu-ibu setengah baya dan penggiat buruh migran. Tentu saja, karena persoalan perempuan adalah persoalan yang mencakup banyak hal.

Ukhti lawan patriarki! (Twitter/@tunggalp)
Baca huruf kecil di bawahnya ya (Twitter/@tunggalp)
(Twitter/@anishidayah)
The real power of emak-emak #womenmarchjkt (Twitter/@febrofirdaus)

Di media sosial juga muncul foto terkait dengan Women’s March 2018, meskipun bukan foto di lokasi. Tetapi, semangatnya sama untuk mendukung apa yang menjadi tuntutan dalam aksi.

HISTERIA: Semasa Hidup Sering Melecehkan Perempuan, Jenazah Sulit Dikebumikan (Twitter/@nadyazura)

Semoga, banyak pihak bisa memahami pentingnya keadilan untuk semua dan menghilangkan sikap diskriminatif terhadap perempuan dan kelompok minoritas lain. #lawanbersama