Wisata Ala Bintang Lima, Ongkos Kaki Lima

Wisata Ala Bintang Lima, Ongkos Kaki Lima

Pedestrian Night di Orchard Road (Orchard Road Business Association)

Siapa bilang orang yang jalan-jalan ke luar negeri itu pasti banyak uangnya? Padahal, kita sendiri familiar sama ‘bule kere’, istilah untuk para backpacker yang hidupnya kelihatan irit banget.

Jangan jauh-jauh, coba tengok Singapura. Tetangga imut itu termasuk tujuan asyik buat backpacking. Ongkos pesawat dari Indonesia ke sana pun murah. Tapi, semua juga tahu, biaya hidup di Singapura mahal.

Sekadar gambaran, air mineral kemasan 600 ml aja, harganya setara Rp 22 ribu. Seporsi makanan sederhana biasanya Rp 40-60 ribu. Untuk akomodasi, pilihan termurah adalah hostel.

Hostel ya, bukan hotel. Hostel dengan kamar dormitory (asrama), yang biasanya diisi oleh 4-10 orang. Harganya tak kurang dari Rp 150 ribu per ranjang per malam.

Di negara mahal kayak gitu, dorongan buat ngirit tinggi banget. Asal siap ‘ngegembel’ aja kayak saya dan dua orang kawan saya, Vidya dan Ate. Kami bertiga pergi ke Singapura cuma karena kebetulan dapat tiket promo pesawat seharga Rp 60 ribu.

Lagipula, kalau denger nama ‘Negeri Singa’, kepingin banget nyobain wahana-wahana di Universal Studios Singapore (USS). Harga tiket USS itu hampir Rp 700 ribu.

Bolehlah kali ini beli tiket wisata yang agak mahal. Sisanya kami belajar hidup prihatin. Tapi tenang, nggak seprihatin lihat tumpukan sampah di TPS atau ditinggal kawin kok.

Marina Bay Sands (Maggie NM)
Marina Bay Sands (Maggie NM)

Langkah ngirit pertama tentu dengan menekan pengeluaran konsumsi. Kami bawa banyak bekal makanan dari Indonesia. Ada dua kaleng rendang ayam, dua bungkus abon, setoples cumi asin goreng, mie instan, sereal, dan berbagai cemilan.

Jangan coba-coba remehkan cemilan. Kalau jajan di minimarket Singapura, harga cemilan sebangsa ciki-cikian itu harganya lebih dari dua kali lipat dari harga di Indonesia.

Di Singapura juga banyak warung nasi. Bisa pesan nasinya saja atau dengan sayuran. Biasanya kami menyasar warung-warung nasi India. Porsi makan orang Singapura itu banyak, jadi kadang satu bungkus nasi bisa untuk dua kali makan.

Untuk air minum, jangan beli air mineral, bawa botol air dan cari keran-keran air minum yang tersebar di seluruh sudut Singapura.

Tapi kuliner di Singapura banyak juga yang murah, enak, dan halal, meskipun tetap lebih murah kalau bawa bekal sendiri. Salah satunya berderet di Bugis Street yang terkenal sebagai kawasan backpacker.

Pilihan lainnya adalah Pasar Geylang Serai. Di pasar itu malah ada satu warung masakan Minang yang antreannya bisa lima meter. Terus, kalau mau jalan-jalan ke Orchard Road, ada es krim potong seharga 1 dolar Singapura, yang konon sejak dahulu harganya nggak naik-naik.

Makanan kaki lima di Little India (Maggie NM)
Makanan kaki lima di Little India (Maggie NM)

Langkah ngirit kedua adalah menekan anggaran akomodasi. Kalau kebetulan datang ke Singapura malam hari atau bakal pulang ke Indonesia pakai pesawat paling pagi, ada baiknya menginap saja di Bandara Changi.

Nggak akan diusir kok, kalau menggelar lapak di sisi yang nggak banyak orang lain lewat. Changi itu tempat transit banyak pesawat ke seluruh dunia, banyak orang menggelar lapak tidur. Itu hal biasa.

Tapi pastikan kamu tahan dingin atau membawa perlengkapan penangkal dingin seperti jaket, selimut, dan kaos kaki. Kamu juga bisa minum air hangat, meski harus agak curang dikit. Di nursery room ada air panas, lumayan buat nyeduh kopi atau susu.

Wifi di Changi sudah pasti gratis pula. Di Changi, kita juga bisa jalan-jalan di taman kupu-kupu, nonton TV, dan pakai kursi pijat gratis.

Untuk penginapan berbayar, paling irit pesan jauh-jauh hari lewat situs penyedia akomodasi. Kami dapat ranjang di hostel yang harganya jauh lebih murah ketimbang harga aslinya.

Hostel-hostel backpacker di Singapura biasanya menyediakan dapur bersama, meskipun hanya untuk memasak yang ringan-ringan seperti mie instan atau menghangatkan makanan di microwave oven.

Penginapan termurah ada di mana? Yap, saya mau jujur, di kawasan Geylang yang notabene adalah kawasan lokalisasi. Buat kami sih nggak masalah, malah lucu aja bisa dapat pemandangan yang nggak biasa di waktu malam. 🙂

Langkah ngirit berikutnya adalah mencari destinasi yang gratis. Di Singapura, banyak sekali objek wisata gratis. Kita bisa jalan-jalan ke sana bermodalkan ongkos MRT saja. MRT mulai dari jam 5 pagi sampai jam 11 malam. Kalau naik taksi, harus siap-siap dana besar.

Setelah naik MRT, silakan mengandalkan kaki-kakimu yang imuts itu, dan jangan lupa bawa payung atau topi. Singapura itu hampir selalu panas soalnya, sepanas pemandangan gebetan yang lagi mesra-mesraan sama orang lain.

Wilayah kampung Arab, Little India, dan China Town adalah beberapa yang bisa dieksplorasi. Gaya bangunan dan tempat peribadatan di ketiga kawasan itu sangat unik. Rasanya seperti menyusuri kawasan di negara aslinya. Orang-orang yang tinggal di sana juga berasal dari etnis yang  sesuai dengan nama wilayahnya.

Kuil di China Town (Maggie NM)
Kuil di China Town (Maggie NM)

Titik menarik lainnya adalah Merlion Park dengan patung singa yang tersohor itu, juga komplek Marina Bay Sands yang megah. Jika berjalan ke belakang mal Marina Bay Sands, kita bisa naik ke jembatan yang menuju ke Gardens by the Bay, kebun yang berhias lampu-lampu keren.

Masuk ke Gardens by the Bay memang bayar, tapi foto-foto di luarnya juga sudah asyik, terutama pada malam hari. Kalau mau merasakan hawa laut, dari Gardens by the Bay bisa lanjut berjalan kaki ke Marina Barrage yang sangat keren dikunjungi sore menjelang malam.

Singapura juga punya kebun raya yang sangat menyejukkan, namanya Singapore Botanic Gardens. Masuknya gratis, bisa jalan-jalan sambil piknik. Selain pohon-pohon, banyak berbagai jenis binatang yang hidup bebas di taman ini. Dari angsa, kura-kura, sampai rubah. Buka bekal makan siang di sini nikmat banget.

Tempat lainnya yang bisa dikunjungi untuk menikmati suasana atau sekadar nongkrong-nongkrong adalah jembatan Henderson Waves, Clarke Quay, Haw Par Villa, dan Sentosa Island. Masih banyak loh tempat gratis di Singapura selain yang disebut tadi.

Berburu yang gratis-gratis itu seru banget loh. Yah, meski harus belajar hidup prihatin. Tapi yang penting bisa bahagia bersamamu. Iya lah, wong bisa jalan-jalan ke Singapura selama lima hari dengan bujet sekitar Rp 1,7 jutaan per orang.

Betul, nggak lebih dari Rp 2 juta. Uang segitu biasanya cuma habis untuk biaya menginap semalam di hotel bintang lima.

Nah, daripada galau dan ngeliatin orang lain bisa jalan-jalan sambil mikir uangnya dari mana, mending segera packing. Atau, kamu mau ajak aku sekalian? Boleh… Syarat dan ketentuan berlaku ya… 🙂