Usung Duet Ahmad Dhani dan Farhat Abbas di Pilgub Jakarta, Please…

Usung Duet Ahmad Dhani dan Farhat Abbas di Pilgub Jakarta, Please…

liputan6.com

Artis memang selalu butuh panggung supaya tetap eksis. Kalau nggak eksis, bisa sepi order. Bahkan artis sekaliber Ahmad Dhani yang kaya raya dan populer itu masih terus mencari panggung. Mungkin beliau sudah bosan jadi juri idol-idolan atau XX-an. Ia ingin yang lebih uwow. Gubernur DKI Jakarta.

Siapa yang tak mau jadi Gubernur Jakarta? Walaupun ruwet, nyatanya banyak yang ngebet. Misalnya Yusril Ihza Mahendra. Gagal jadi capres, sekarang ingin nyalon di Pilgub DKI 2017. Lalu, Adhyaksa Dault yang mantan menteri. Belum lagi pengusaha top semacam Sandiaga Uno atau Walikota Bandung Ridwan Kamil yang katanya walikota terbaik di dunia.

Ahok, sang incumbent, jangan pernah sekali-sekali meremehkan mereka. Kita lihat Ahmad Dhani. Dia sudah cukup lama tinggal di Jakarta, jadi sudah pasti paham persoalan rumit ibukota. Contohnya busway, jalur bus khusus yang melintasi kawasan rumah Ahmad Dhani di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Benar mas Dhani, busway memang salah satu biang kemacetan Jakarta, termasuk Pondok Indah. Orang Jakarta tahu semua kalau Pondok Indah itu perumahan elit. Banyak warga pakai mobil pribadi. Adanya busway bikin sempit jalan. Macet parah.

Kalau busway dihapus, mobil berikut sepeda motor bisa leluasa, orang pun akan berlomba-lomba lagi naik kendaraan pribadi. Angkutan umum massal yang nyaman? Cuma ada di negara maju. Jakarta cukup bangga dengan julukan kota termacet di dunia, karena kendaraan pribadi melimpah ruah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pernah merilis hasil studi dampak kemacetan di Jakarta. Secara ekonomis, kerugian akibat kemacetan mencapai Rp 65 triliun per tahun. Kurang lebih setara dengan APBD DKI Jakarta. Luar biasa, bukan?

Satu lagi hebatnya mas Dhani adalah mampu menjelaskan hal yang rumit menjadi sederhana. Itu ciri-ciri orang yang menguasai masalah kan? Dia bilang seorang kepala daerah harus memiliki kriteria khusus, yakni doyan belanja. Ketika Ahok berdebat tentang penyusunan APBD, e-catalogue, dan menekan mark-up anggaran proyek sampai urat lehernya keluar, Dhani punya solusi sebaliknya. Berbelanjalah!

Kita jangan berprasangka buruk dulu. Mungkin maksud beliau, Pemprov DKI di bawah kepemimpinannya akan menyerap anggaran sebesar-besarnya supaya ekonomi bertumbuh. Sungguh mulia. Mas Dhani juga pasti jadi gubernur idaman mama-mama sosialita yang doyan belanja. Kan banyak tuh di Jakarta. Ini bisa jadi basis pemilih yang militan buat mas Dhani. Tapi, ingat pesan Mulan Jameela, jangan kawin lagi mas…

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga sudah memberi lampu hijau untuk mengusung Ahmad Dhani sebagai cagub dalam pilgub tahun depan. Dhani memang termasuk kader NU yang konsisten dan loyal kepada PKB. Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas bahkan haqul yakin kalau Ahmad Dhani bisa menang, siapapun pasangannya.

Kalau boleh usul pak ketua, Ahmad Dhani itu cocok dipasangkan dengan Farhat Abbas biar semakin paripurna. Ahmad Dhani jadi cagub, Farhat jadi cawagub. Kalau perlu Nikita Mirzani jadi sekpri. Lupakan omongan Farhat yang bilang kalau yang pantas jadi cagub itu dirinya, sedangkan Dhani jadi ajudannya. Farhat mungkin lagi bercanda. Wong, Farhat kalah tua sama Dhani.

Siapa yang tak kenal Farhat Abbas? Dia pernah terang-terangan mengaku siap jadi capres, tapi gagal. Coba melamar jadi pimpinan KPK, dua kali gagal. Jadi calon wakil bupati Bogor, gagal juga. Lalu jadi calon Bupati Kolaka melalui jalur independen, gagal juga.

Sudah terlalu banyak kegagalan dalam hidupnya. Belum lagi kegagalan hubungannya dengan artis Nia Daniati dan Regina yang semlohay itu. Siapa tahu jadi cawagub DKI bisa berhasil. Bukankah pak ketua PKB DKI Jakarta bilang, siapapun pasangannya, Dhani tetap bisa menang?

Selamat berjuang mas Dhani… Ingat, pesan Mulan Jameela. Ingat juga Rhoma Irama. Bang Haji pernah digadang-gadang bakal jadi calon presiden dari PKB. Setelah pemilihan legislatif, Bang Haji jangankan diusahakan jadi calon presiden, dilirik pun tidak. Jangan sampai di-PHP, meski Mas Dhani digosipin sering PHP sama cewek-cewek medioker di luar sana. Aii… senangnya dalam hati, kalau beristri dua. Oh seperti dunia, ana yang punya…