Sudahkah Anda Melamun Jorok Hari Ini?

Sudahkah Anda Melamun Jorok Hari Ini?

pictures.4ever.eu

Siapa di sini yang tidak pernah melamun jorok? Maksudnya berpikir tentang seks dengan segala kenikmatannya, entah itu dengan lawan jenis atau sesama jenis?

Saya yakin semua yang sedang membaca ini sudah pernah merasakan bagaimana sensasinya melamun jorok. Kalau baca hasil penelitian Ohio State University, pria melamun jorok rata-rata sebanyak 34,2 kali dalam sehari atau setiap 28 menit. Kalau wanita sekitar 18,6 kali dalam sehari atau setiap 51 menit.

Harus diakui, pria memang dua kali lebih sering berpikir mesum dibanding wanita. Apalagi yang jomblo, frekuensinya bisa lebih banyak. Jadi benar juga kalau ada meme otak pria yang isinya konten bokep semua. Sedangkan otak wanita isinya belanjaan.

Tapi apakah pria secabul itu? Jangan lempar stigma. Belakangan orang-orang memang gemar sekali menghakimi orang lain dengan stigma. Melamun jorok itu sehat, justru yang nggak pernah itu bisa dibilang sakit.

Saya pernah membaca berita di dailymail.co.uk yang mengutip pernyataan dari The Grand Master of Memory bernama Ed Cooke. Dia bilang, berpikir mesum mampu menjaga ketajaman otak. Pikiran mesum yang meninggalkan kesan di otak akan membantu mengingat informasi lain secara detail. Kalau begitu, orang-orang yang pelupa harus sering-sering melamun jorok ya, om Cooke?

Melamun sih sah-sah saja, wong otak kita yang punya. Mosok iya mau diblokir juga. Yang bahaya kalau melakukan kejahatan seksual, sehingga merugikan orang lain. Tapi kalau sama-sama hayoo, itu sih terserah sama masing-masing orangnya saja lah.

Di negeri kita tercinta ini, ada beberapa lembaga yang membuat aturan sensor supaya lamunan ombak gairah kita tidak terprovokasi. Misalnya Komisi Penyensoran Penyiaran Indonesia (KPI) yang lagi galak-galaknya itu.

Karena takut sanksi KPI, sejumlah stasiun TV menyamarkan atau memburamkan atau memblur segala tontonan yang menyembulkan belahan dada, paha, dan kawan-kawannya. Kebanyakan yang diblur adalah belahan dada dan paha wanita.

Yang belakangan ramai di media sosial adalah ajang pemilihan Puteri Indonesia 2016 yang disiarkan salah satu stasiun TV. Bagian dada puteri-puteri cantik, cerdas, nan semok itu diblur, karena pakai kebaya. Lah, bukankah kebaya itu pakaian tradisional Indonesia yang dari sononya sudah seperti itu?

Yang lucu ketika stasiun TV memblur pakaian renang Shizuka di film kartun Doraemon dan bikini Sandy Tupai pada kartun Spongebob Square Pants. Film kartun itu kan yang nonton anak-anak. Jika diblur justru memancing anak-anak untuk bertanya-tanya. Kalau nggak diblur, saya yakin anak-anak akan diam saja.

Lagipula, kalau papanya ikut nonton, apa iya pikirannya jadi mesum gara-gara lihat Shizuka berbikini? Atau lihat dada montok kartun puteri duyung? Ini nonton film kartun anak atau nonton anime hentai sih? Besok-besok, kalau mau renang pakai celana jeans ya, Shizuka…

Apa iya, otak kita sudah sedemikian mesumnya, sampai-sampai adegan seorang bocah memerah susu sapi juga kena sensor? Jangan-jangan nanti adegan tukang tambal buka pentil ban ikut diblur juga. Tapi kok ada pria bertelanjang dada tidak diblur? Dipikir wanita nggak suka dada pria? Ini diskriminasi. Ini melanggar kebebasan berpikir mesum!

Kalau begitu, siapa sebenarnya yang punya otak porno? Saya, anda, pengelola stasiun TV, atau regulator? Belahan dada wanita diblur, tapi dada pria tidak. Ini berarti balik lagi ke persepsi setiap orang dalam memandang sesuatu. Dipikir otak kita otak selangkangan banget? Ya nggak gitu-gitu juga keleus…