Setya Novanto dan Cepi yang Tertukar
CEPIKA-CEPIKI

Setya Novanto dan Cepi yang Tertukar

Ilustrasi (itoday.co.id)

“Kenapa, Cep, kenapa?!”

Begitulah isi pesan pertama yang saya terima di kotak pesan media sosial beberapa hari yang lalu. Lama saya mikir-mikir, “Saya salah apa?”

Perasaan tukang-tukang sudah saya bayar semua. Komentar di fans page-nya Bang Jonru udah gak pernah karena memang udah gak aktif, dan seingat saya HP-nya mantan juga sudah saya balikin begitu kami putus – itupun sudah sepuluh tahun berlalu.

Siangnya baru saya ngeh. Ternyata, Oom Setya Novanto bukan kesehatannya saja yang membaik, setelah sebelumnya kita khawatirkan gimana-gimana mengingat grafik di alat monitor jantungnya – kata Google sih namanya EKG alias elektrokardiografi – yang tinggal segaris doang, tapi bahkan penetapan statusnya sebagai tersangka dinyatakan tidak sah oleh pengadilan.

Kebetulan hakim yang memimpin sidang itu namanya Cepi juga. Duh! Mana ada posternya pula, plesetan dari film Pengabdi Setan. Hidup saya untuk sesaat jadi persis kayak lirik lagunya Meggy Z yang Benang Biru: “Setnov yang berlabuh, aku yang tenggelaaammm…”

Mestinya sidang-sidang sepenting itu juga dikasih pengantar seperti sinetron-sinetron dalam negeri, “Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan nama, cerita, dan tempat kejadian adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.”

Kalau begitu kan saya gak di-bully. Sepanjang siang lho, saya bengong mikirin “saya salah apa?” dan “HP mantan saya dulu mereknya apa?”

Seolah belum cukup membuat orang se-Indonesia Raya kaget dan nyaris kena serangan jantung, Oom Setnov malah dikabarkan diam-diam sudah keluar dari rumah sakit. Kalau ini kayaknya wartawannya yang kurang kerjaan deh, pernah gitu lihat orang keluar rumah sakit teriak-teriak kegirangan terus konvoi pakai baju pasien yang dicoret-coret?

Saya malah mikirin rumah sakitnya sekarang. Kata netizen melalui tagar #ThePowerOfSetnov, konon rumah sakitnya langsung sembuh begitu Oom Setnov masuk sana.

Lha sekarang, Oom Setnov malah keluar. Terus gimana nasib rumah sakitnya sekarang? Ada yang besuk dan bawain buah apa gak? Yang nyuciin baju kotornya siapa? Ditanggung BPJS apa gak?

Tapi tagar itu memang menghibur. Selain Oom Setnov, seingat saya cuma ada satu orang Indonesia yang juga pernah dianggap netizen sakti mandraguna. Ya, kalian benar: Pak Haji Lulung.

Iya, yang kata orang-orang wajahnya mirip artis luar negeri itu. Mirip Mail di film Upin Ipin bikinan negeri tetangga. Yang kalau meludah ludahnya bisa jadi duit itu.

Seandainya keduanya berseteru, Oom Setnov dan Pak Haji Lulung, saya pikir itu akan jadi peristiwa yang fenomenal. Bukan berarti saya mendoakan keduanya berantem lho ya. Tapi mengingat keduanya adalah politikus, bukan tidak mungkin keduanya bertarung pada masa depan.

Pertarungan itu saya rasa akan menjadi pertarungan yang digambarkan Joker di film Dark Night sebagai Ketika kekuatan yang tak terhentikan bertemu dengan objek yang tidak bisa digerakkan.”

Kalau perkiraan saya sih Oom Setnov bakalan menang tipislah. Pak Haji Lulung memang punya kekuatan super mengubah ludahnya jadi duit dan Oom Setnov sepertinya tidak punya kekuatan apa-apa. Tapi itu cuma sepertinya. Kelasnya Oom Setnov memang sudah bukan lagi pahlawan super idola anak-anak, tapi sekelas orang suci.

Saya ingat Simon Templar di film The Saint pernah bilang bahwa kalau orang mau jadi orang suci, maka orang itu harus benar-benar jago. Tapi yang paling penting, kata Simon lagi, orang itu harus bisa melakukan tiga keajaiban.

Oom Setnov kurang jago apa coba? Di masa mudanya, beliau sudah pernah salaman sama Pak Harto dan melalui masa jabatan begitu banyak presiden. Presiden boleh silih berganti, tapi Oom Setnov abadi.

Soal tiga keajaiban, mari kita berhitung. Nama Oom Setnov sudah beredar di telinga hamba hukum sejak akhir tahun 90-an. Mulai dari kasus Bank Bali, beras impor, penyelundupan limbah, PON, saham Freeport, sampai yang terbaru e-KTP.

Tapi kita semua tahu, penjara langsung menghukum dirinya sendiri begitu tahu Oom Setnov diduga terlibat kasus. Inilah keajaiban yang pertama.

Yang kedua adalah penyakitnya. Tidak kurang tujuh macam penyakit berat menghinggapi tubuh beliau, tapi nyatanya toh beliau berhasil keluar dari rumah sakit. Vertigo, gula darah, stroke, pengapuran jantung, ginjal, flek di kepala, dan penyempitan jantung.

Separuh dari penyakitnya itu gak ada di daftar selebaran pengobatan alternatif yang dibagikan di lampu-lampu merah. Tapi namanya juga Oom Setnov, penyakitnya malah berantem sendiri. Yang vertigo kena stroke, yang jantung kena ginjal, dan seterusnya. Inilah keajaiban yang kedua.

Tinggal satu keajaiban lagi yang dibutuhkan untuk menjadikan Oom Setnov sebagai orang suci dan saya rasa itu bukan sesuatu yang sulit mengingat jabatan beliau di partai dan pengalaman yang luas di bidang politk: menjadi wakil presiden atau bahkan presiden sekalian.

Kalau sampai hal ini terjadi, saya rasa Pak Haji Lulung sekalipun akan terpaksa menelan ludahnya sendiri. Eh, jangan ding, nanti perutnya Pak Haji Lulung isinya duit semua…