Serius-seriusan Setahun Jokowi

Serius-seriusan Setahun Jokowi

Jokowi sudah setahun jadi presiden, tepatnya pada 20 Oktober 2015. Banyak orang yang bernafsu sekali beri penilaian. Bahkan ada survei yang menyimpulkan bahwa kepuasan publik menurun.

Ya sudah pasti kepuasan menurun, karena inginnya buru-buru orgasme. Padahal, selama setahun ini, Jokowi belum intim dalam menjalankan pemerintahan. Masih sibuk konsolidasi sana-sini.

Tapi namanya hidup di era transisi demokrasi, syahwat berpolitik praktis kadang susah ditahan. Sudah jadi risiko bagi Jokowi dan wakilnya, Jusuf Kalla (JK), dikritik habis-habisan. Selama itu kritik konstruktif, bagus-bagus saja. Siapa suruh jadi presiden?

Baru setahun, Jokowi menghadapi segudang persoalan yang serius, berat, bahkan genting. Sampai-sampai muncul kerutan baru dan kantong mata di wajah orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Bagaimana tidak serius, ekonomi domestik lesu akibat perlambatan ekonomi global. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat nyaris menembus 15.000. Bahkan sudah ada yang memprovokasi kalau rupiah 16.000 Jokowi bakal jatuh.

Belum lagi persoalan internal pemerintahan. Konsolidasi antar kementerian belum 100%. Akibatnya penyerapan anggaran rendah. Pelaku usaha kehilangan gairah.

Sialnya, Jokowi seperti gagal fokus, karena direpotkan oleh konflik KPK vs Polri. Belum lagi perseteruan di Kabinet Kerja sejak masuknya Rizal Ramli, si ‘Rajawali Kepret’ itu.

Jurus ‘Rajawali Kepret’ pak menko kemaritiman ini terbukti sakti madraguna. Buktinya sekali kepret, artis Cornelia Agatha langsung kelepak-kelepek.

Rizal Ramli sih enak, Jokowi yang eneg. Bagaimana tidak, ujiannya selama setahun ini semakin berat saja sejak terjadi kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan.

Sampai di penghujung setahun pemerintahan, beberapa  kota seperti Pekanbaru, Jambi, Palembang, dan Pontianak masih diselimuti asap.

Belum lagi persoalan lain yang kalau disebutkan satu per satu bisa nambah kerutan wajah, termasuk di muka anda.

Jokowi pun sudah coba gonta-ganti menteri. Bahkan sudah muncul isu reshuffle lanjutan. Mantan walikota Solo dan gubernur DKI Jakarta itu juga sudah mengeluarkan paket kebijakan stimulus ekonomi I, II, III, dan IV.

Entah mau sampai paket berapa, mungkin sampai VII. Siapa tahu bisa menjadi ramuan mujarab presiden ketujuh yang sudah pusing tujuh keliling tersebut.

Ramuan itu boleh saja mujarab, tapi belum tentu ajib apalagi ajaib. Mungkin efeknya baru terasa dalam satu atau dua tahun lagi, dan klimaksnya bisa saja empat tahun lagi. Jadi buat apa orgasme cepat-cepat?

Baca juga: ‘Lucu-lucuan Setahun Jokowi’

 

Foto: sp.beritasatu.com