Salah Paham soal Selaput Dara

Salah Paham soal Selaput Dara

Ilustrasi (claudia balasoiu/freepik.es)

Dulu ayah melarang saya kuliah di Kota Pelajar. Dia khawatir betul kalau saya bakal menjadi korban pelecehan seksual, diperkosa, dan diperawani.

Apalagi, saat itu, masih hangat penelitian seorang mahasiswa yang dengan teguhnya mengatakan bahwa 97% mahasiswi di kota tersebut sudah tidak perawan.

Kesal betul saya pada kata perawan ini. Karena banyak yang jualan isu keperawanan, mau kuliah saja saya sulit.

Isu perawan sebegitu lakunya di Indonesia sampai tes keperawanan harus dilembagakan. Konon, perempuan harus tes keperawanan sebagai syarat masuk sebuah sekolah tinggi yang banyak melahirkan pejabat daerah. Begitu juga dengan berbagai akademi lain di bawah pemerintah.

Apa hubungannya sebuah selaput tipis dengan prestasi dan kemampuan kognitif dan akademis?

Sampai sekarang, saya belum menemukan jurnal peer reviewed yang menunjukkan signifikansi dan kausalitas perawan dan kemampuan akademis, juga kemampuan sosial. Namun, wacana tes perawan tetap renyah bergulir.

Tak sekadar wacana, pada 2013, Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, H.M. Rasyid, pernah mengajukan anggaran RAPBN 2014 untuk kebijakan tes perawan bagi calon siswa SMA dan sederajat. Wacana tes keperawanan sebagai syarat lulus dan masuk sekolah menengah juga bukan hal baru.

Pada 2015, giliran Habib Isya, anggota Komisi D DPRD Jember, yang mengajukan usulan tes keperawanan sebagai syarat kelulusan siswi SMP dan SMA. Usulan ini disampaikan di tengah rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan.

Sepertinya isu keperawanan terjadwal untuk bergulir setiap dua tahun sekali. Pada 2017, Aris Wahyudi yang mendadak seleb lantaran lelang perawan.

Katanya, lelang perawan ini sekadar meneruskan tradisi sebagaimana diceritakan di Ronggeng Dukuh Paruk saat Srintil melakukan bukak lambu. Tradisi ndas-mu… Kalau baca buku mbok yang tuntas, mas!

Srintil karya Ahmad Thohari jelas-jelas diceritakan sebagai sosok ronggeng yang menjual keperawanan sebagai balas dendam terhadap masyarakat yang mengopresi perempuan dan mengelukan maskulinitas. Srintil tak pernah baik-baik saja saat harus menjual keperawanannya.

Obsesi pada keperawanan

Naik kuda bisa bikin nggak perawan. Naik sepeda juga bisa bikin nggak perawan. Meski belum paham konsep keperawanan, tapi karena sering mendengar kata sakti itu disebut-sebut, saya yang ketika itu masih SMP sempat terpikir, “Loh, lalu perempuan tidak boleh naik kuda dan naik sepeda demi menjaga keperawanan?”

Tak salah memang kalau naik kuda dan bersepeda bisa jadi merobek selaput dara, lapisan tipis yang tak semua orang punya. Seperti halnya anggota tubuh lain, selaput dara tak datang dengan satu model saja. Selaput dara tak melulu muncul sebagai fitur yang selalu ada.

Bagi sebagian orang, selaput daranya berupa membran tipis, sementara lainnya tak punya. Ada juga yang selaput daranya tertutup lebih rapat, berlubang-lubang kecil, atau ada juga yang memang dari sananya berlubang besar.

Namun, yang pasti, selaput dara selalu berlubang. Kalau tidak, bagaimana darah menstruasi bisa keluar?

Selaput dara biasanya menjadi semakin elastis menjelang pubertas. Semakin dewasa, lapisan ini semakin tipis/ semakin berlubang saja terutama lantaran aktivitas sehari-hari. Tak heran, kalau dia bisa hilang lantaran berolah raga dan menggunakan tampon.

Ilustrasi selaput dara pada manusia, bagian gelap adalah bukaan/ lubang pada selaput dara. Selaput dara kebanyakan berbentuk seperti donat, terbuka/ berlubang di tengah. (foto: wikipedia)

Fakta ini mematahkan mitos bahwa malam pertama akan sakit, berdarah, atau dalam banyak jokes tentang Raisa dan Hamish, membuat perempuan jalannya ngangkang. Hanya kurang dari setengah perempuan yang mengalami perdarahan – bukan pendarahan – saat berhubungan seksual.

Sementara rasa sakit adalah bukti bahwa kalian salah berhubungan seksnya! Berhubungan seks tidak seharusnya sakit, kalau dilakukan dengan benar. Makanya, belajar seks jangan dari 3gp, bro!

Sebab itu, tak ada satupun cara yang terbukti sangat efektif untuk mengetahui keperawanan seseorang atau apakah orang tersebut sudah berhubungan seks atau belum. Lagipula, apa definisi berhubungan seks? Penis masuk ke vagina?

Lalu, bagaimana jika dilakukan melalui jalur belakang? Bagaimana dengan oral seks? Bagaimana dengan petting? Bagaimana dengan pasangan yang bukan heteroseksual? Apakah keperawanan ini konsep fisik saja atau juga konsep mental?

Hubungan konsep perawan dengan selaput dara ini lebih ribet lagi dalam kisah mereka yang masih memiliki selaput dara hingga melahirkan. Bahkan, seperti halnya cerita perawan yang melahirkan dalam ajaran agama Abrahamik, bukan tidak mungkin selaput dara tetap terjaga hingga melahirkan.

Meski itu sangat jarang terjadi, namun kehamilan dapat terjadi tanpa penetrasi. Ejakulasi dengan jarak yang begitu dekat dengan vagina, juga dapat berakhir pada kehamilan.

Probabilitas dalam hitungan statistiknya memang tidak besar, akan tetapi probabilitas tersebut tetap ada dan dapat dibuktikan secara ilmiah.

Lagipula, jangan GR dulu. Selaput dara bukan eksklusif milik manusia saja. Kuda, Ilama, Sapi laut, Simpanse, dan banyak mamalia lain juga memiliki selaput dara.

Teori evolusi dibalik selaput dara ini masih belum jelas. Ada yang mengatakan dia berfungsi untuk melindungi perkembangan organ dalam saat spesies betina (termasuk manusia) masih bayi.

Tapi, ada juga yang mengatakan dahulu manusia purba sering hidup di air untuk menghindari pemangsa, sehingga membran ini dibutuhkan untuk melindungi organ dalam dari binatang kecil yang bisa masuk ke tubuh.

Sementara untuk beberapa mamalia laut, seperti kisah perawan suci, lapisan ini selalu ada hingga melahirkan.

Teori lain? Seperti biasa, selalu ada pria-pria gelisah yang terbiasa mengopresi perempuan dan menjadikannya warga kelas dua, lalu melihat selaput dara sebagai produk yang paling legit untuk mengopresi perempuan.

Lalu munculah selaput dara sebagai bagian dari teori puritas dan sebagai pilihan yang lebih disukai oleh laki-laki.

Opresi terhadap perempuan

Dulu saya selalu dinasihati, “Perempuan yang tidak perawan tidak punya masa depan.” Nasihat ini diulang-ulang ratusan kali sebelum akhirnya saya berangkat ke Jogja.

Bagaimana bisa, lapisan tipis di selangkangan menentukan kemampuan akademis, karir, dan pada akhirnya masa depan saya?

Opresi terhadap perempuan dengan menggunakan selaput dara lagi-lagi kembali ke masyarakat yang terobsesi pada perkawinan dan mitos bahwa perempuan harus memiliki selaput dara pada malam pertama.

Jika tidak, lalu pengantin pria menggugat, malulah seluruh keluarga. Harga perempuan serendah lapisan tipis yang bahkan belum tentu ada.

Ada juga mitos kalau perawan akan lebih sempit, mereka yang tidak perawan akan lebih kendor saat berhubungan seks. Bro, vagina itu elastis, semakin menyempit jika jarang digunakan, namun juga bisa melebar sedemikian longgar.

Otot vagina juga bisa dilatih kalau cuma mau kencang doang, mah. Olah raga seperti pilates, yoga, dan terutama kegel, terbukti dapat mengencangkan otot vagina. Sekali lagi, belajar seks dari 3gp, sih.

Dengan berbagai mitos jahat yang mengagungkan keperawanan ini, tak heran kalau operasi rekonstruksi selaput dara jadi pilihan di negara-negara yang kebanyakan salah paham soal selaput dara. Beberapa mengglorifikasi pilihan ini sebagai kontrol perempuan terhadap tubuhnya.

Namun, bukankah ini juga kemudian menjadi lagi-lagi kontrol patriarki terhadap tubuh perempuan?

Karena kau tidak cukup berharga tanpa selaput daramu, maka kau harus membayar operasi mahal untuk lapisan tipis supaya bisa dirusak oleh pasangan heteroseksualmu pada malam pertama setelah pernikahan. Gitu kan?

  • Wulan Handayani

    Tulisan yang bagus!

    Hahahaha aku udah baca Ronggeng Dukuh Paruk dan ketawa pas baca tentang Lelang Perawan. Kebiasaan hanya ambil secuil padahal secuil itu belum disimpulkan.

  • Kevin Kurnia

    Gak dari 3gp sih, yah minimal mp4 HD lah haha….

  • BLOG Dimas

    wah ternyata infonya gan 😀 baru tau ane :v nice artikel

  • artikel yang bagus

  • Wawan Agusti

    Wah bagus banget informasinya, cewek” musti tau nih

  • rafi abrar

    Saya juga sering denger tuh yg bilang keperawanan bisa terancam klo lagi bersepeda

  • hery suhendar Ardiansayah

    Ini sudut pandang yg out the box,tapi sisi lain latar adat dan tata nilai masih di jaga oleh org org timur.sulit jika keperawanan hanya di kategorikan selaput tipis di selakngakan namun lebih dari itu.sese org kehilangan keperawanan akibat sex bebas dgn non muhrim di situ titik krusialnya.Adapun luar itu hanya sebuah penginaan pada prmpuan.