Sekumpulan Alasan Mengapa Hansip Begitu Ngangenin

Sekumpulan Alasan Mengapa Hansip Begitu Ngangenin

solopos.com

Jika kalian merupakan generasi yang lahir pada era 1980 hingga 1990-an, pasti tak asing dengan film Suzanna bukan? Film wajib yang akan selalu menemani liburan caturwulanmu ataupun libur lebaranmu.

Saya yakin, kala itu anda-anda ini termasuk yang setia duduk manis di depan TV menyaksikan aksi seram dari Suzanna yang hobi jajan sate itu. Bulu kuduk akan tetap merinding, walaupun filmnya diputar di siang bolong. Namanya juga sundel bolong.

Nah, jika Suzanna menghadirkan momen yang bikin merinding bulu kuduk, di sisi lain ada sosok penawar yang menghadirkan canda pada diri Bokir. Ya, Bokir muncul dengan kelucuan-kelucuan yang maha wagu dan bikin perut kita sakit terpingkal-pingkal.

Sosok Bokir yang khas dengan dominasi warna baju hijau lumut tersebut identik dengan tokoh Hansip yang kadang dirundung sial, jika bertemu hantu Suzanna. Disitulah sosok hansip tercitrakan sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan humoris melalui kegiatan ronda malam.

Tapi ngomong-ngomong soal jabatan Hansip, kini hanya tinggal kenangan. Hansip telah paripurna bubar menjadi kenangan semenjak 2 tahun yang lalu. Kala itu, tahun 2014, Pak Presiden SBY resmi membubarkan Hansip. Pembubaran itu dihadirkan melalui Perpres No 88 Tahun 2014 pada tanggal 3 September 2014.

Isinya yakni tentang Pencabutan Keputusan Presiden No 55 Tahun 1972 tentang Penyempurnaan Organisasi Pertahanan Sipil (Hansip) dan Organanisasi Perlawanan dan Keamanan Rakyat (Wankamra) dalam rangka penertiban pelaksanaan sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Hankamrata).

Harusnya, jika hansip masih eksis, 19 April kemarin merupakan ulang tahunnya yang ke-44. Sebuah usia yang mapan, jika dianalogikan dengan sesosok manusia. Tapi sayang, cuma tinggal kenangan. Saya membayangkan, jika Hansip masih eksis, peringatan ulang tahunnya akan menarik.

Jika HUT Bhayangkara, Kepolisian Republik Indonesia menyajikan turnamen sepak bola bernama Bhayangkara Cup, lalu HUT TNI menyajikan suguhan sepak bola dengan label Jenderal Soedirman Cup, Hansip pun bisa menghadirkan Pertahanan Sipil Cup.

pinterest.com (Benny & Mice)
pinterest.com (Benny & Mice)

Tentunya, Pertahanan Sipil Cup ini bukan turnamen sepak bola tingkat nasional dengan mengundang tim semacam Persija Jakarta, Persib Bandung, atau Arema Malang. Pertahanan Sipil Cup bisa menyajikan turnamen tingkat desa yang jelas lebih merakyat dengan lakon utamanya, PS Hansip.

Tentunya ini juga akan menarik, karena sesuai dengan peran Hansip yang merupakan “penjaga” keamanan di tingkat wilayah desa, yang sangat dekat dengan masyarakat. Hansip adalah tameng pertama pencegah radikalisme. Turnamen tersebut menghadirkan tim-tim jawara tingkat desa. Lapangan desa akan menjadi venue-nya.

Turnamen ini juga akan menghidupi masyarakat sekitar dengan adanya kesempatan membuka tempat parkir, berdagang angkringan, atau pun merchandise jersey sepak bola tim-tim desa yang berlaga. Turnamen ini saya yakin akan mencegah adanya radikalisme, karena warganya bersatu mendukung kesebelasan desa masing-masing. Rapat-rapat makar menjadi hal yang tidak menarik, kalah dengan riuhnya turnamen bal-balan ba’da Ashar.

Sebelum turnamen berlangsung dilakukan upacara pembukaan dengan menampilkan band-band jebolan karang taruna masing-masing desa dan pentas seni khas desa. Perayaan ulang tahun Hansip ini menjadi sebuah pesta rakyat yang paling hakiki dan merakyat.

Tapi ya semuanya tinggal kenangan saja. Hansip sudah dibubarkan sejak tahun 2014. Penjaga keamanan cum sahabat masyarakat yang asyik kini tinggal cerita dan kenangan. Sesederhana itu. Kini sosok hansip hanya bisa saya temui ketika gelaran pemilihan umum, pilkada, atau pilkades di desa saya maupun melalui sosok Bokir dalam film-film Suzanna.

Ya begitulah, biasanya kalau sudah merasa jauh ataupun tiada, maka akan timbul rasa rindu. Kalau lagi ada, pasti kita sok acuh tak acuh. April ini harusnya Hansip berulang tahun yang ke-44 tahun. Untuk itu, aku ucapkan selamat ulang tahun, Sip. Semoga kamu bahagia dalam kenangan.