Hal-hal Tak Kasat Mata Dibalik Pertemuan SBY-Mega

Hal-hal Tak Kasat Mata Dibalik Pertemuan SBY-Mega

SBY dan Megawati (Anung Anindito/Dokumentasi SBY)

Pada peringatan HUT RI ke-72 publik dibuat melongo, salto sekaligus terjungkal lahir dan batin saat SBY dan Megawati bertemu di Istana Negara. Gak ada angin gak ada hujan, gak ada mantan, dua tokoh yang konon memulai ‘perang dingin’ sejak 2004 itu, bersalaman.

Pertemuan SBY dan Mega sudah dinanti-nanti sejak lama. Menantikan pertemuan dua tokoh ini ibarat menunggu berakhirnya sinetron Cinta Fitri. Kalau Cinta Fitri berakhir pada season 7, SBY dan Mega bertemu di HUT RI season 13 (10 tahun era SBY dan 3 tahun era Jokowi).

Lha, Cinta fitri yang 7 season saja dapat penghargaan MURI, nah ini yang 13 season sudah sepantasnya menyabet rekor dunia. Tapi itu kalau sinetron lho.

Selama 10 tahun SBY memimpin tak sekalipun Mega datang ke Istana Negara saat peringatan HUT RI. SBY juga baru bisa datang ke HUT RI pada era Jokowi tahun ini. Lalu kenapa baru tahun ini SBY datang ke Istana Negara? Jawabannya simpel. Ini soal tanggal cantik sebenarnya.

Selain gemar membuat album dan kadang mengeluh berselancar di Twitter, SBY ini punya selera tinggi soal memilih tanggal. Bagaimana tidak? Wong lahirnya saja pada tanggal cantik. Beliau lahir pada 9-9-1949.

Beberapa tanggal cantik dan momen penting memang menghiasi perjalanan hidup beliau. Partai Demokrat pun lahir pada 9-9-2001. Akun Twitter SBY diluncurkan pada 13-3-2013. Cucunya dari AHY, Almira Tunggadewi Yudhoyono, lahir pada 17-8-2008.

Makanya tak heran jika beliau hadir di HUT RI pada 17-8-2017. Masak iya ada tanggal secantik itu dilewatkan? Kan bisa pasang hestek #Aksi17817 #TemuKangen17817. Satu tambah tujuh berapa? Delapan kan? Mashook…

SBY mau datang, ya bisa jadi karena yang mengundang Jokowi, bukan Mega. Sudah dua kali Jokowi mengundang SBY. Sebagai orang Jawa, ada budaya gak enakan yang tak bisa dilepaskan begitu saja.

Terlebih, SBY dan Jokowi ini punya shio yang sama, shio kerbau. Demi solidaritas kesamaan shio, tentu SBY rela untuk hadir.

Tapi kehadiran SBY di Istana bisa jadi ada motivasi lain. Selain bertemu Mega, beliau ingin bertanya kepada Jokowi tentang tips dan trik naik kuda milik Prabowo. Hitung-hitung buat persiapan kunjungan balasan ke Hambalang.

Tips dan trik naik kuda itu tak bisa ditemukan di buku legendaris RPUL dan RPAL. SBY tentunya tidak ingin menanggung malu, karena bisa saja beliau – jangan sampai ya pak – terjungkal saat naik kuda.

Kemudian, esok harinya, muncul meme bertuliskan “Selamat Hari Lebaran Kuda, Mohon Maafkan Kudanya Pak”. Dan, pada hari itu juga, saya yakin NU dan Muhammadiyah akan kompak menetapkannya sebagai Hari Raya Lebaran Kuda.

Terlepas dari alasan kehadiran SBY pada HUT RI ke-72, kita patut memberikan apresiasi kepada tokoh nasional tersebut. Pertemuannya dengan Mega memberikan sentuhan kebahagiaan bagi masyarakat, selain kabar bahagia dari BPS bahwa jomblo Indonesia itu bahagia hidupnya.

Jika ditengok dari aspek astrologi, SBY itu berzodiak Virgo, sedangkan Mega berzodiak Aquarius. Virgo berelemen bumi, sedangkan Aquarius berelemen udara. Kedatangan SBY adalah sikap yang membumi.

Dalam lakon orang Jawa, kata orang tua saya, sikap SBY bisa dikatakan nganggoni ngisor yang maknanya rendah hati. SBY tidak membalas apa yang dilakukan Mega selama 10 tahun peringatan HUT RI di zamannya. Lakon seperti ini seperti potongan nasihat dalam tembang macapat Mijil yang liriknya:

Dedalane guna lawan sekti (jalan menuju kemuliaan)

Kudu andap asor (harus menempatkan diri kita di bawah/bersikap sopan santun)

Wani ngalah luhur wekasane (berani mengalah akan tinggi derajatnya)

Kalau SBY dan Mega terus memegang egonya, tidak akan pernah ada titik temu. Namun, dengan saling rendah hati, maka terciptalah harmoni. Seperti elemen bumi dan udara, ketika keduanya bersatu, maka terciptalah keseimbangan alam. Andai tidak bisa bersatu juga, biarlah Avatar Ang yang selesaikan.

Itulah hal-hal tak kasat mata yang bisa dianalisis dari pertemuan SBY dengan Mega. Namun, masih ada misteri yang belum terpecahkan tentang isi pembicaraan singkat saat SBY dan Mega bersalaman.

Dugaan saya, Mega mengajak SBY berkoalisi menjaga keutuhan bangsa untuk menghadapi Darurat Patah Hati Nasional pada 3 September 2017. Raisa sama Hamish Daud nikah! 🙁

  • Lutfi Ilham Pradipta

    mantap bang darmadi..

  • Suardi

    Artikelnya bagus dan penceritaan baik

  • kalau damai bersatu ginikan enak

  • E567S

    Mantap gan, lanjutkan.

  • Sindu Arema

    Damai lebih adem gan

  • keren nih. berita ginian lebih baik.

  • KiosCoding

    Mantapp damaii ituu indahhh gann 😄