Salah Gue? Salah Teman-teman Gue? (Tetap Sinis kepada MKD & Setnov)

Salah Gue? Salah Teman-teman Gue? (Tetap Sinis kepada MKD & Setnov)

Pagi ini, saya memantau semua status di media sosial sampai jempol saya yang besar dan kokoh ini pegal dan butuh dipijit. Dari handphone merek buah seri terbaru yang mahal harganya, jempol saya tak henti-hentinya tarik bawah tarik atas. Bukan, bukan kepoin siapa-siapa, tapi penasaran dengan respon netizen soal sidang MKD.

Saya nggak lagi bercanda. MKD di sini Mahkamah Kehormatan Dewan, bukan MKD = Mencintai Kamu dan Dia atau Melupakan Kenangan Denganmu, apalagi Menanti Kapan Dilamar.

Kenapa hari ini nyaris tidak ada yang memuji MKD? Padahal, sebagian besar berpendapat bahwa Ketua DPR Setya Novanto melanggar etika, bahkan bisa mengarah pada pemberhentian? Lalu kenapa pengunduran diri Setnov malah disinisi? Bukannya itu yang selama ini diharapkan oleh kebanyakan netizen?

Entah karena lagi males bikin status atau gengsi memuji anggota dewan yang terhormat nan mulia itu. Atau, citra DPR memang sudah nggak ada bagus-bagusnya lagi? Pokoknya, apa yang dilakukan mereka bawaannya jelek saja.

Lho, terus kalau begitu salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue? Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh…

Tapi rupanya kegaduhan justru sudah terjadi sejak awal sampai menjelang putusan MKD. Bahkan banyak orang yang sudah mencapai klimaksnya, sehingga jari-jari tangan terasa lemas untuk bikin status memuji.

Ini jelas berbeda sekali sebelum putusan sidang si papa. Banyak yang nggak bisa membendung hawa nafsunya untuk membuli. Jari-jari tangan seakan perkasa, seperti abis minum Viagra atau pil biru ‘Acong’ di pinggir jalan. Yang paling ngehits adalah hestek #PertanyaanMKD dan #YangMulia.

Soal ‘Yang Mulia’, saya punya cerita menarik. Ceritanya begini. Saya punya teman perempuan, seorang pengamat ekonomi jempolan di Tanah Air. Namanya tak perlu disebut dan tak perlu pakai inisial ini-itu. Itu sudah menjadi domain NM, PR, SB, TM, dan lain-lainnya.

Jadi, suatu ketika, teman saya itu nulis status yang habis-habisan membuli MKD, terutama salah satu pimpinan sidang. Lalu saya kasih komen, “MKD apa sih, mbak? Melupakan Kenangan Denganmu?” sambil pasang emoticon ngakak. Wkwkwkwk…

Tak lama kemudian, dia kirim pesan pribadi. “Wah, lo tahu ya gue sama salah satu pimpinan MKD itu?” tanya dia. Lalu, saya jawab seolah-olah saya tahu, padahal sih nggak tahu. Dia pun membalas, “Itu lho, si ****. Dia itu mantan pacar gue dulu.”

Begitu bencinya teman saya kepada salah satu pimpinan MKD tersebut. Baper kali yaa… Dia sampai bilang, “Begini ya. Supaya bisa dipanggil ‘Yang Mulia’ nggak usah repot-repot jadi anggota DPR. Naik kopaja aja yang lewat Hotel Mulia – di belakang Gedung DPR/MPR – ntar juga keneknya teriak kalau udah deket hotel. Yang Mulia… Yang Mulia…”

Kontan saja itu bikin ngakak. Maksud si kenek, “Ayo siap-siap.. Yang mau turun di Hotel Mulia.” Situasi pun mencair, lebih banyak candaannya, yang kemudian di akhiri dengan kalimat, “Huasyuuuu…”

Ketika sebelum nulis artikel ini, saya pun sempat memantau statusnya. Tapi ya itu, jangankan memuji pandangan MKD atau respect terhadap mundurnya Setnov, yang ada malah nge-share konten belanja online. Baper banget…

Teman saya sepertinya tidak sendiri. Bukan soal bapernya, tapi soal anggapan kita kepada para wakil rakyat di DPR. Sudah banyak artikel satir di Voxpop yang nyinyir soal itu.

Bisa baca artikel Arman Dhani berjudul ”Susahnya Menjadi Anggota Dewan yang Terhormat” atau karya Abi Wafa berjudul “Secarik Pledoi dari Pengagum Berat Setya Novanto”. Yang terbaru artikelnya Ardi Kurniawan berjudul “Film Dokumenter Wakil Rakyat yang Mengharukan Banget”.

Di media sosial juga begitu. Sinis. Seolah-olah anggota DPR itu hidangan empuk yang enak dimakan setiap pagi. Padahal, mereka itu wakil rakyat, anggota dewan yang terhormat. Terus ini salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue? Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh…

Silakan saja bilang saya itu penggemar film AADC, tapi jangan bilang kalau saya lagi promo AADC 2. Ya suka atau tidak suka, selalu saja ada persoalan yang pecah di negeri ini, lalu timbul kegaduhan. Begitu seterusnya. Saya setuju banget dengan teaser trailer AADC 2 yang bikin baper itu. Masih adakah Cinta?

Foto: line