Nyuruh-nyuruh Istri agar Selalu Kinclong Ala Ridwan Kamil

Nyuruh-nyuruh Istri agar Selalu Kinclong Ala Ridwan Kamil

Ilustrasi (facebook/ridwan kamil)

Yth, Bapak Ridwan Kamil

Saya sebelumnya berterima kasih, karena bapak mau menunjukkan diri bahwa sampai saat ini bapak masih seksis. Mungkin ini ‘normal’ di kalangan anak jaman now, tapi sebetulnya ini membahayakan.

Menurut bapak, definisi ‘seksis’ masih debatable? Tidak menurut saya, pak. Dan, tidak menurut Merriam Webster, Enclyclopedia Brittanica, Oxford Dictionary, Encyclopedia of Gender and Society, dan lain-lain.

Mereka menjelaskan bahwa perilaku seksisme adalah perilaku diskriminasi dan stereotip berdasarkan jenis kelamin. Itu artinya, definisi ‘seksis’ itu sudah pasti dan tidak debatable.

Dan, saya berterima kasih lagi karena bapak ‘mengizinkan’ si cinta untuk sekolah tinggi, jadi pemimpin dan berolahraga, seperti hak semua manusia. Tapi bapak ikhlas kan ya?

Ilustrasinya begini pak. “Oh saya punya teman dari semua ras, saya tidak mungkin rasis.” Padahal, dia masih menanggap semua orang ‘hitam’ itu anggota geng, setiap orang Asia itu pintar matematika, dan setiap orang Latin itu bandar narkoba.

Maksud saya, hanya karena bapak punya istri dan mengizinkan istri bapak untuk melakukan hal-hal yang dianggap seharusnya hanya dilakukan oleh laki-laki, bukan berarti bapak nggak seksis. Mau contoh lain?

Saya nggak perlu menyebutkan nama, tapi situasi politik belum lama ini memanas, kan? Apalagi ketika gubernur yang kebetulan ras Tionghoa diserang oleh tuduhan penistaan agama sampai muncul ganyang-ganyangan itu. Apa mereka rasis? Ya.

Politisi-politisi menggunakan isu ras untuk bisa menang dalam kontestasi politik. Padahal, mereka tidak jarang terlihat bercanda dengan orang keturunan Tionghoa lainnya.

Maksud saya, apakah orang tersebut berteman dengan keturunan Tionghoa? Ya. Tapi apakah dia rasis? Ya. Jadi, punya teman Tionghoa bukan berarti dia tidak rasis. Rasis itu perilakunya, bukan lingkar persahabatan atau silsilah keluarga.

Saya juga berterima kasih karena bapak sudah menjalankan perintah agama. Orang tua saya konservatif, mereka sebisa mungkin menjalankan semua perintah-Nya. Tapi, agama Islam itu sudah jauh lebih feminis dibanding negara-negara Barat. Kenapa?

Di dalam Islam, perempuan yang menikah tidak diwajibkan untuk ‘mengambil’ nama belakang suami, karena istri bukan properti milik suami. Istri dan suami bekerja bersama dalam membangun rumah tangga.

Klarifikasi Ridwan Kamil

Tapi sikap bapak seperti menganggap si cinta adalah properti milik bapak. Maafkan saya pak, kalau saya salah.

“… jika saya menuntut istri saya untuk fokus mengurus keluarga dan menyuruh istri saya untuk rajin ke salon luluran, meminta ia merawat tubuh dan wajahnya agar selalu kinclong dan bersih, itu karena sudah bagian dari kodrat statusnya, agar saya selalu jatuh cinta setiap hari kepadanya.

Menurut KBBI, kodrat itu kekuasaan Tuhan, sifat asli, dan hukum alam. Apakah kodrat perempuan adalah untuk terlihat cantik di mata suami? Kayaknya nggak deh, pak.

Kalau itu kodrat perempuan, buat apa Nabi Muhammad mengizinkan istri-istrinya untuk memimpin perang dan berpartisipasi di dunia politik?

Kodrat perempuan itu kekuasaan Tuhan, sifat asli, dan hukum alam seorang perempuan. Kodrat perempuan itu punya vagina dan payudara.

Ngomong-ngomong soal kodrat, sebetulnya sudah nggak jaman lagi, apalagi ada perempuan yang punya vagina, ada yang tidak. Ada yang bisa menstruasi, ada yang tidak bisa. Nah, mana ada kodrat “agar saya semakin dan senantiasa mencintai dia”?

Kalau bapak perlu seseorang untuk tampil sedemikian rupa untuk bapak, berarti bapak tidak mencintai apa adanya dong, melainkan adanya apa?

Tidak pernah ada tulisan atau teks suci hanya karena seorang manusia memilih menjadi perempuan mereka harus tampil cantik, karena perempuan bukan objek yang mudah tergantikan.

Terakhir, saya berterima kasih karena tampaknya warga yang bapak pimpin sangat mengagumi bapak. Menganggap bapak sebagai pedoman atau sosok yang pantas ditiru.

Namun, bapak lebih baik tidak kebelet gaul dan mengikuti semua hal-hal di jaman now. Daripada nanti bisa membahayakan?

Seksis sudah, sekarang lagi ramai-ramainya perihal normalisasi kekerasan seksual dan pemerkosaan. Tolong jangan ikut-ikutan, pak. Jangan kebelet gaul.

Salam…

  • Dela Zakiah

    Pemikirannya cerdas banget, keren ka

  • Anchilla

    Makasih byk buat tulisannya! Oke bgt kak!
    Mudah2an bner2 dibaca dan direfleksikan sama Pak Ridwan Kamil yah :”D

  • you are the real definition of social justice warrior. good job…

  • yellow moon

    wah, ok bgt nih kritik utk walkot n istri yg baperan n “soq” gaul. Tidak semua warga mengagumi beliau, dia jg manusia yg ada salah dan benar