Ribetnya Hidup Seorang Agen Intelijen

Ribetnya Hidup Seorang Agen Intelijen

Sebentar lagi para penggemar aksi intelijen bakal dimanjakan oleh film James Bond yang baru, Spectre. Film tentang seorang agen intelijen yang flamboyan itu bakal tayang di bioskop mulai 6 November 2015.

Spectre menjadi film James Bond dengan durasi terpanjang, 148 menit! Kalau begitu bersiap cemilan yang banyak untuk menikmati aksi laga dan sensualitas agen 007 beserta para gadisnya tersebut.

Aktor ganteng Daniel Craig masih akan berperan sebagai James Bond. Lalu siapa para gadis dalam film James Bond ke-24 kali ini? Ada yang kenal Monica Belluci? Aktris seksi yang sering terlibat adegan intim ini akan berperan sebagai Lucia Sciarra.

Ditambah lagi dua gadis Bond seperti Lea Seydoux yang memerankan Madeleine Swann dan Stephanie Sigman sebagai Estrella.

Film James Bond 007: Spectre masih akan dibesut oleh sutradara bertangan dingin, Sam Mendes. Sutradara ini yang bikin film James Bond sebelumnya, Skyfall, menjadi film James Bond terlaris sepanjang masa.

Lalu apakah Spectre bakal menandingi kelarisan Skyfall? Itu yang menjadi beban bagi Sam Mendes sendiri, karena ‘lebih mudah mencapainya daripada mempertahankannya, bukan?’

Itu juga tergantung dari sejauh mana orang-orang mau nonton di bioskop. Tapi kalau orang lebih suka nonton bajakannya, bisa repot. Untuk pemanasan, nggak ada salahnya kita intip trailer dan sinopsisnya.

Film James Bond 007: Spectre bercerita soal upaya Bond mengungkap sebuah organisasi jahat pasca pemboman markas dinas intelijen Inggris, MI6. Bond memburu organisasi teror internasional bernama SPECTRE alias Special Executive for Counter-intelligence, Terrorism, Revenge, and Extortion.

Bond harus melakukan petualangan panjang dari Meksiko hingga Roma, Italia. Di Roma, Bond berkenalan dengan seorang janda cantik bernama Lucia (Monica Bellucci).

Lucia adalah mantan istri seorang mafia paling kejam di wilayah itu. Dari Lusia, Bond menemukan banyak fakta terkait keberadaan kelompok Spectre yang tengah dia buru.

Bond juga pergi ke Austria dan Maroko untuk melacak siapa dalang di balik organisasi jahat tersebut, yang ternyata melibatkan seorang musuh bebuyutannya.

Sang musuh tersebut ternyata memegang rahasia yang sangat berbahaya, yang menyebabkan Bond harus berhati-hati demi apa yang sudah  diperjuangkannya selama ini.

Saat menjalankan misinya, Bond harus berhadapan pula dengan masalah internal di Inggris. Max Denbigh (Andrew Scott) yang baru menjabat sebagai Kepala Pusat Keamanan Nasional menentang keberadaan MI6 dan para agen rahasianya, termasuk Bond.

Masalah itu ikut menghambat misi Bond. Belum lagi direpotkan soal misteri asal usul Bond. Tapi, di satu sisi, dia harus segera mengungkap keberadaan Spectre. Konflik dan misteri ini yang bikin Bond tambah ribet dalam menjalankan misinya.

Apalagi, otak dari sindikat kriminal rahasia itu adalah sosok berkuasa yang bisa membuat Bond menderita. Dia adalah Franz Oberhauser, yang diperankan Christoph Waltz. Oberhauser menyiratkan sebuah relasi misterius dengan masa lalu Bond.

Film Spectre menjadi titik awal dari rangkaian plot tiga film sebelumnya, Casino Royale (2006), Quantum of Solace (2008), dan Skyfall (2012). Film ini sekaligus menjadi fondasi perkembangan cerita yang belum pernah disentuh hingga saat ini, yakni tentang asal usul Bond.

Bond kini punya atasan baru, Mallory (Ralph Fiennes) sebagai pengganti M, serta tim yang mendukungnya dalam misi, seperti Q (Ben Whishaw) dan Moneypenny (Naomie Harris).

Film Spectre juga tetap menyajikan adegan hot James Bond dengan para gadisnya. Adegan ini memang menjadi ciri khas film Bond sepanjang masa.

James Bond dan para gadisnya dalam film Spectre
James Bond dan para gadisnya dalam film Spectre

Menjelang perilisannya, EON Productions, Metro Goldwyn Mayer (MGM) Studios, dan Sony Pictures menggoda penonton dengan merilis video trailer terbaru yang menampilkan aksi Bond menggoda para wanitanya.

Pada satu adegan, Bond terlihat berbicara dengan Lucia Sciarra (Monica Bellucci). Tentu Bond tak hanya bicara, ada juga adegan panas Bond dengan Lucia.

Selain dengan Lucia, agen 007 itu juga terlibat kisah romantis dengan Madeleine Swann (Lea Seydoux). Berbeda dengan Lucia, Bond dan Madeleine terlihat bermain di sebuah kamar. Dengan menggoda, Madeleine menutup kelambu ranjangnya yang langsung disambut senyum oleh Bond.

Adegan seks dalam setiap film Bond sepertinya ingin menunjukkan bahwa agen intelijen itu juga manusia. Selama ini banyak orang menganggap intelijen itu sadis, karena pembunuh berdarah dingin.

Film ini juga secara tidak langsung memelihara anggapan bahwa Inggris merupakan salah satu negara terkuat di dunia, seolah tak mau kalah dengan Amerika Serikat.

Ada anggapan bahwa sebuah negara memiliki kekuatan pertahanan yang kuat, bila dilihat dari bentuk dan pengorganisasian intelijennya. Agen intelijen adalah mata dan telinga negara.

Bagaimana dengan Indonesia? Saat ini, Badan Intelijen Negara (BIN) hanya memiliki 1.975 agen. Padahal, BIN butuh 5.000 agen. Karena itu, dalam satu tahun ini, BIN akan merekrut 1.000 agen intelijen. Tertarik? Siapa tahu Anda menjadi James Bond-nya Indonesia.

Foto: birminghammail.co.uk