Selamat Menjalankan (Ibadah) Puasa Media Sosial

Selamat Menjalankan (Ibadah) Puasa Media Sosial

(Ilustrasi/Unsplash)

Selepas bertemu dengan perwakilan Facebook, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara meminta masyarakat Indonesia untuk melakukan puasa media sosial alias tidak menggunakan media sosial untuk beberapa waktu.

Chief RA menjelaskan, masyarakat Indonesia kebanyakan cuek dan terlalu mudah memberi data mereka saat diminta oleh pihak tertentu. Salah satunya di media sosial .Oleh karena itu, dia minta agar masyarakat harus lebih berhati-hati lagi dalam memberikan informasi mereka.

Hal ini tidak hanya berlaku bagi para pengguna Facebook saja. Melainkan, bagi seluruh media sosial yang digunakan oleh masyarakat tanpa terkecuali.

Tentu saja pernyataan ini memantik banyak komentar. Ya, di mana lagi kalau bukan di media sosial. Apalagi Chief RA juga membuat satu rangkaian tweet di akun pribadinya. Beliau menghimbau masyarakat untuk puasa media sosial melalui media sosial. Nah loh?

Chief RA, melalui akun Twitter-nya, mengaku sempat di-bully karena imbauannya itu. Padahal, kata dia, hal itu dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk menjalankan fungsi edukasi dan literasi.

Katanya, titik paling krusial dalam pengamanan data pribadi berasal dari diri sendiri. Maka, masing-masing pengguna harus berhati-hati saat memberikan data pribadi saat memasang aplikasi, baik media sosial atau chatting.

Jadi, begini gaes. Chief RA meminta masyarakat untuk melakukan puasa media sosial, sebab berkaca kepada kasus Cambride Analictica (CA), kuis tes kepribadian di Facebook digunakan untuk mengambil data para penggunanya.

Dalam pertemuan dengan perwakilan Facebook, Chief RA meminta Facebook untuk melakukan audit terkait aplikasi apa saja yang berpotensi menimbulkan hal serupa. Dia juga meminta data apa saja yang digunakan oleh CA, terutama bagi pengguna Facebook Indonesia.

Namun, beberapa kalangan menganggap bahwa imbauan dari Menkominfo ini sia-sia belaka. Puasa media sosial bukanlah sesuatu yang bisa jadi solusi.

Meski begitu, ada juga yang mendukung imbauan dari Chief RA. Daripada data pribadi kita disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab, ya mending puasa dulu.

Kalau kamu bagaimana? Sanggup gak buat (Ibadah) puasa media sosial?