Sukses Jadi PNS menurut @PNS_Ababil

Sukses Jadi PNS menurut @PNS_Ababil

Ilustrasi (jamesyang.com)

Sekitar dua tahun vakum karena moratorium, pemerintah kembali membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2017. Masih dengan prinsip utama, dimana jumlah yang direkrut jauh lebih sedikit daripada yang pensiun, rekrutmen kembali dibuka meski tidak sejor-joran tahun 2014.

Gelombang pertama adalah rekrutmen di Kementerian Hukum dan HAM serta Mahkamah Agung (MA). Kemenkumham membuka 17.526 lowongan dengan 285 posisi di pusat dan sisanya di seluruh Indonesia. Berapa yang daftar? Ada 1.116.138 orang, tapi yang memenuhi syarat sebanyak 611.311 orang. Nah, dari 611.311 manusia itu berebut 17.526 posisi.

Catat, yang lulus administrasi di gelombang pertama saja sudah 2 kali lipat jumlah penduduk negara Islandia dan sepertiga jumlah pengangguran di daerah asuhan Aher dan Demiz.

Pemerintah juga membuka gelombang kedua untuk 17.928 posisi yang tersebar di 61 instansi, dengan 500 di antaranya khusus untuk Kalimantan Utara. Gelombang kedua ditutup pada 25 September. Berapa yang daftar? 1.117.943 orang.

Maka, dari situ kita tahu, para calon abdi negara yang dibutuhkan hanya sebanyak 35 ribuan, sementara yang melamar mencapai 2,2 juta orang. Yah, sekitar 1,7% lah, haha…

Posisi tersebut diperebutkan oleh para angkatan kerja, mulai dari fresh graduate, pengangguran, pekerja swasta yang nggak naik-naik, hingga pekerja swasta karier moncer yang didesak terus sama emak-bapaknya buat daftar CPNS, seperti beberapa supervisor pabrik yang menghubungi dan bertanya-tanya kepada saya soal tes ini.

Padahal, PNS sudah 2 tahun tidak naik gaji karena peraturan pemerintah terkini tentang gaji adalah PP No 30 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketujuh Belas Gaji PNS. Pengganti tombok inflasi sudah dua tahun ini dialihkan menjadi gaji ke-14.

Pertanyaannya, kok masih banyak saja orang yang ingin jadi PNS? Apakah karena ingin mengabdi kepada negara dan menjadi agen perubahan untuk bangsa? Atau, karena ada anggapan bahwa kerja jadi PNS itu enak? Bakal diterima sama calon mertua? Dipuja-puji saat acara kumpul keluarga?

Untuk menyingkap itu semua, Voxpop Indonesia mewawancarai @PNS_Ababil yang selama ini begitu rajin melakukan sosialisasi tentang kehidupan per-PNS-an di Twitter.

Di sela aktivitasnya yang padat menjelang triwulan ke-4 tahun 2017, terutama dalam menggenjot penyerapan anggaran, rupanya @PNS_Ababil yang kerap disapa Bil ini masih sudi meladeni. Daripada berlama-lama, karena dia juga harus menghadiri rapat di hotel, mari kita mulai saja.

Halo Bil, apa kabar? Bagaimana triwulan ini?

Halooo… Anggaran lagi agresif nih, manggil-manggil minta dihabiskan. Tapi overall bagus lah, lumayan yang masuk kantong #eh

Ngomong-ngomong, kenapa sih bikin akun ini? Kenapa pula namanya @PNS_Ababil, bukan @PNS_Berintegritas?

Dulu bikin akun ini karena iseng aja. Bosen maen Zuma. Nah kalo soal nama, namanya dikasih temen kami. Orangnya lucu dan baik hati. Kata dia, kami orangnya ababil, jadi dikasih nama itu.

Dulu, apa alasan sebenarnya jadi PNS? Kenapa sekarang jadi selebtwit juga?

Jadi PNS karena desakan kondisi eksternal (baca: orang tua). Nah dulu itu, kami clueless banget soal PNS. Maklum, kami orangnya berbakti pada orang tua, gemar menabung, dan menyapu halaman. Jadinya nurut tanpa searching-searching dulu. Ah, kami bukan selebtwit. Sobat-sobat kami yang jadi admin kementerian lebih banyak followers-nya.

Sepenting dan segenting apa cuitan@PNS_Ababil untuk kemajuan bangsa, terutama bagi abdi negara?

Oh penting banget dong. Lebih penting daripada kerjaan kami di kantor. Salah satu fungsi cuitan kami adalah melepas stres dan jadi sarana curcol bagi para PNS. Penting lho ini. Kalo PNS pada stres, apa negara nggak bakal runtuh? Anggaran tidak terserap, dan masyarakat akan kehilangan pegangan mereka.

Selain itu, kami juga jadi bisa berbagi dengan PNS yang jobdesc-nya beda-beda. Misalnya, PNS fungsional di bidang, misalnya AR (Account Representative), tidak ngerti soal keuangan dan perencanaan, jadi bisa sedikit ngerti bagaimana proses pengambilan keputusan dalam hal perencanaan APBN.

Begitupun sebaliknya, yang biasa belanja di Tanah Abang jadi bisa mengetahui lapak-lapak yang di Benhil, misalnya. Atau, Pasar Tebet. Bahkan PNS muda jaman sekarang sering nongkrong di mal. Eh tadi kita ngomongin apaan sih?

Tapi bagaimana meyakinkan khalayak bahwa kalian ini PNS dan yang kalian tulis di Twitter itu benar-benar soal kehidupan PNS?

Tidak ada cara khusus sih. Kami cuma nyeritain apa yang PNS lain sebenarnya alamin juga dan banyak yang mengamini. Yang gak percaya kami PNS beneran, ya gak papa lah. Tentu saja kami twitnya banyak lebaynya. Misalnya soal Zuma, kami gak bener-bener seharian main Zuma kok. Kapan sarapan, baca koran, anter anak, dan belanjanya kalo  Zuma terus? Ya gak?

Apa kalian punya haters?

Ada aja suara-suara polos yang bilang kami tidak merepresentasikan PNS. Trus paling hater kami pak profesor mantan menteri yang udah dipecat pak pres itu.

Oh ya, soal itu, kalian bahkan pernah twitwar dengan menteri yang itu. Memangnya nggak takut? Berani amat sama pak menteri?

Bukan kami lho yang nyebut. Kami terus terang kaget juga sih waktu disamber bapak itu. Apalagi waktu baca soal dia (misalnya di sini: http://www.dianparamita.com/blog/reformasi-birokrasi-di-tangan-menteri-yuddy), wih powerful banget dia. Tapi baru berapa kali bales-balesan, kami diblok.

Eh tapi, tidak lama setelah twitwar, pak menteri diganti. Ini kebetulan atau bagaimana?

Kami cuma mo bilang, sebaiknya pikir-pikir dulu kalo mau twitwar ama kami. Udah gitu aja 🙂

Kalian juga di-follow sama akun resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), lho. Bagaimana perasaannya?

Wah masa?? yang bener?? Kami malah baru tau!! Wah harus dirayakan nih. Besok bikin rapat ah ke Bali 3 hari.

Kok rapat terus Bil, stamina kalian bagaimana terutama menjelang triwulan IV? Sudah siap untuk penyerapan maksimal?

Iya nih lagi menjadwalkan banyak perjalanan dinas dan hotel-hotel. Kami kehabisan orang buat dikirim pergi dinas. Kalian mau ndak?

Teman saya ada, Bil, yang pindah dari konsultan IT di luar negeri jadi PNS di sebuah kementerian besar. Dia bilang, salah satu hal yang hilang dari pilihan hidupnya itu adalah hilangnya kesempatan berpikir. Itu bener nggak? Memangnya kapan terakhir kali kalian berpikir dan bekerja keras?

Kurang Zuma kali ah temen anda itu. Stage 3-3 susah loh kalo gak berpikir keras! Kapan terakhir kami berpikir keras? Mungkin waktu tes CPNS, sih.

Kebanyakan main Zuma bikin badan jadi gemuk, lho, apalagi kalian sering sarapan di hotel. Berat badan sudah naik berapa kilo?

Nah bagus pertanyaannya. Tahun ini agak seret sih (sarapan di hotel), gara-gara perjalanan dikurangi. Kayaknya tahun ini berat badan kami cuma naik 5 kilo. *sedih

Oh ya, banyak PNS yang menjalani Long Distance Relationship (LDR) dan Long Distance Marriage (LDM) karena penempatan. Apa pesan kalian kepada mereka?

Stay strong! Memang pelik nih masalah ini dan gak pernah dikampanyekan capres manapun. Sedih ih. Sering-sering video call-an. Pake bandwidth kantor aja boleh kok. biasanya kenceng. Sering-sering minta SPD ke kota pasangan dan berdoa dapet bos yang mengizinkan pindah. Oh iya satu tips lagi: cari sekolah!

Sudah dengar tentang rekrutmen CPNS tahun 2017? Bagaimana pendapat kalian?

Bagus. Kami memang lagi butuh darah-darah baru untuk disuruh, ehem, maksudnya untuk dipersiapkan jadi pemimpin masa depan. Kami akan kehilangan banyak pegawai yang segera memasuki masa pensiun, jadi pas kami naik eselon, kami punya staf buat disur…, eh, dikembangkan bakat dan minatnya.

Kira-kira instansi apa yang layak dimasuki oleh para CPNS?

Tentunya yang kewenangannya luas dan APBN-nya banyak, biar bisa belagu.

Di Kementerian Hukum dan HAM dengan formasi 17.526 posisi, pendaftarnya tembus 1 juta. Ada pendapat?

Dari 1 juta itu berapa banyak yah yang suka nyinyirin PNS *ketawa*

Lalu, menurut kalian, kontribusi instan apa yang bisa diberikan oleh para CPNS kelak kepada instansi maupun bangsa dan negara?

Tentu saja penyerapan anggaran kegiatan rekrutmen CPNS! Mahal lhooo bikin rekrutmen itu. Biro kepegawaian tuh proyeknya dikit. Mungkin proyek rekrutmen ini proyek paling gedenya mereka. Semangat!

Terus, berkaca dari twit-twit kalian, bagaimana pendapat kalian tentang PNS yang hobi menjelek-jelekkan rezim yang sedang memerintah, tapi betah dan menikmati jadi abdi negara?

Yah ndak apa-apa lah. Biasanya orang kayak gitu ga ada yang ngajak maen ke pasar atau makan siang, makanya kesepian. Plus, siapa tau diajakin jadi buzzer buat pemilu.

Kira-kira nanti kalian pensiun dengan posisi eselon berapa?

Kalo soal pensiun, sebenarnya yang paling penting adalah golongan. Tapi mungkin kami akan pensiun sebagai fungsional, supaya pensiunnya masih lamaaaa. Eselon adalah struktural dan in general, fungsional pensiunnya lebih lama daripada struktural.

Bisa kasih tips untuk bisa lulus tes CPNS?

Berusaha keras!! Berjuang!! Karena setelah jadi, mungkin itu usaha terkeras terakhir kalian dalam hidup. Plus, cek silsilah siapa tau masih sodara sama eselon 1.

Memangnya apa sih yang sebenarnya diharapkan dengan menjadi PNS?

Hidup stabil dan anti dipecat. Plus, bisa santai.

Baiklah, Bil. Selamat berdinas dan jangan kebanyakan makan di hotel, yha!

Okee terima kasih! Pesan kami untuk pembaca dan juga anda sendiri, jangan lupa membayar pajak yhaaa. Karena pajak anda merupakan pembangunan bagi kami, eh, bagi bangsa ini.

Yup, demikian kiranya sekelumit wawancara yang semoga saja berfaedah, termasuk membantu para pendaftar CPNS untuk menembus tes yang ketat sekali itu.

Percayalah, membaca tulisan ini akan meningkatkan peluang lolos tes CPNS sebesar… 0,0000004%. Sampai ketemu di wawancara narasumber unik lainnya, hanya di Voxpop…

  • min, kan saya lulus SMA dan masih ngelanjut ke D3…nah kemaren saya mendapatkan informasi tentang lowongan cpns sangat ramai, kira kira saya apakah bisa mendaftar dengan status saya yang sekarang belum lulus D3?