Petisi Wiyang Lautner Main di Fast & Furious 8

Petisi Wiyang Lautner Main di Fast & Furious 8

Ini bukan lucu-lucuan apalagi nyinyir-nyinyiran atau latah-latahan ikut membuli Wiyang Lautner, si pengemudi Lamborghini hitam jenis Gallardo Superleggera, yang membawa petaka di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya.

Tentunya saya berduka kepada korban meninggal dan luka berat akibat ditabrak supercar senilai Rp 5 miliar tersebut.

Tapi di sini jelas Wiyang punya potensi jadi pembalap. Siapa yang tak tergoda menggeber mobil super canggih dengan standar keamanan tingkat tinggi?

Konon kecepatan maksimalnya bisa sampai 325 km/jam. Untuk mencapai kecepatan 100 km/jam, hanya butuh waktu 3,4 detik!

Bagi Wiyang yang nafsu membalapnya melampaui nafsu birahi, itu jelas godaan iman. Lamborghini hitamnya boleh rusak berat akibat nabrak warung STMJ dan pohon, tapi pemuda berusia 24 tahun itu tampak baik-baik saja. Ia hanya mengalami sedikit goresan dan luka kecil.

Wiyang hanya dijadikan tersangka gegara ulahnya itu. Saya percaya pak polisi akan adil menangani kasus ini, tidak pandang mana orang kaya, mana orang miskin.

Tapi alangkah baiknya Wiyang dan orang-orang sejenisnya itu diberdayakan supaya tidak ada lagi aksi kebut-kebutan di jalan yang bisa makan korban.

Wiyang Lautner
Wiyang Lautner

Mari kita buat petisi agar sodara Wiyang bisa main di film Fast & Furious 8, menggantikan Paul Walker yang tewas dalam kecelakaan mobil di jalan. Kabarnya film yang identik dengan kebut-kebutan supercar itu bakal segera diproduksi.

Dengan paras aduhai sebagai pria pujaan para cewek matre di seluruh dunia, rasanya Wiyang pantas saja menggantikan Paul Walker. Daripada terus-terusan dibuli, padahal di sisi lain kita juga mendambakan mobil Lambo, mending diberdayakan jadi aktor internasional berduet dengan Vin Diesel di Fast & Furious 8.

Kan nambah tuh orang Indonesia yang akhirnya menembus dunia perfilman Hollywood. Sebelumnya ada Iko Uwais. Aksi berantemnya tersalurkan. Mad Dog Yayan Ruhiyan juga semakin tenar.

Di film Fast & Furious sebenarnya pernah ada Joe Taslim. Mereka bisa main karena bakat mereka terendus para produsen film Hollywood. Wiyang juga ada potensi, karena insiden kebut-kebutannya diberitakan media internasional.

Kalau Wiyang main di Fast & Furious, berarti bakat orang Indonesia tidak akan identik dengan aksi silat dan berantem-beranteman saja seperti Iko, Yayan, dan Joe Taslim. Orang Indonesia juga punya bakat jadi aktor internasional yang suka balapan.

Jangan sebut Sean Gelael ataupun sederet pembalap lainnya yang pernah muncul semacam mas Tommy Soeharto yang pernah jaya di arena rally, itu sudah terlalu mainstream.

Atau, Dony Tata cs yang dipersiapkan terlibat dalam helatan MotoGP. Nah, pembalap-pembalap jalanan pun musti dikasih kesempatan agar mampu meretas jalan ketenaran.

Lagian super bodoh, jika punya mobil super canggih semacam Lambo atau Ferrari, tapi hanya buat gaya-gayaan dan turing dengan kawalan kayak Princess Syahrini. Atau, sekadar pamer dan nongkrong di garasi kayak mobil supernya Miss Roro Fitria. Mobil super cepat ya harus dipakai balapan lah.

Tapi bagaimana kalau si Wiyang ditolak main di Fast & Furious 8? Ah, mungkin dia bisa main di sinetron ‘Anak Jalanan’. Soalnya dia tidak mungkin main di sinetron Turki macam ‘Shehrazat’ atau ‘Cinta Elif’.

Tapi kalau gagal juga, mending kita kirim saja Wiyang ke Planet Mars. Di sana, dia bisa puas kebut-kebutan sama alien. Kenapa ke Mars? Supaya nggak nyusahin makhluk hidup di muka Bumi. Piss…

Foto: windows10free.org