7 ‘Setan’ Perempuan yang Bikin Kaki-kaki Patriarkis Bergetar

7 ‘Setan’ Perempuan yang Bikin Kaki-kaki Patriarkis Bergetar

Ilustrasi (wired.com)

Sebenarnya ini isu remah-remah rempeyek yang jarang muncul di seminar atau diskusi tentang perempuan. Namun, ini kerap tersaji dan selalu gurih untuk dibahas, baik itu di kos-kosan, kedai kopi pinggiran, maupun alun-alun kota saat bersama gebetan teman.

Sesekali saya pernah bertanya kepada teman perempuan maupun laki-laki soal isu perempuan terkini. Sebagian besar teman perempuan menanggapi antusias, sebagian besar teman laki-laki biasa saja.

Tapi itu setidaknya sudah menjawab bahwa sampai hari ini pemahaman orang tentang kesetaraan gender ya gitu-gitu aja. Implementasinya? Masih jauh, seperti jarak yang memisahkan kita, eh? Belum lagi, perkembangan media yang begitu agresif, bahkan terkesan seksis dan patriarkis.

Oh ya, jangan-jangan kamu belum paham apa itu patriarkis? Silakan cari, jangan malas membaca. Budaya patriarki sudah melanglang dan meradang hampir di setiap helai rambut. Tak hanya institusi kecil semacam keluarga, melainkan merasuk ke institusi besar seperti negara.

Selama itu terjadi, maka kita akan selalu menjumpai pelecehan terhadap perempuan, baik secara verbal maupun non-verbal. Kamu menentang pelecehan, kan? Pelecehan ataupun kekerasan terhadap perempuan tak hanya dilakukan laki-laki, tapi banyak juga oleh sesama perempuan.

Nalar patriarkis yang banyak diagung-agungkan di negeri ini semakin hari semakin meresahkan hati. Rasanya ingin menjadi Wonder Woman yang menyebarkan virus kesetaraan, tapi apa daya cuma bisa menyisipkan tulisan ini di sela gerudukan tulisan keren lainnya.

Eh tapi kan, kata Ustadz Felix Siauw, perempuan yang kuat, mandiri, dan tidak bergantung sama yang lain itu tergolong menyeramkan. “Wanita itu harus kuat, mandiri, nggak bergantung yang lain | ya udah, itu pilihanmu, jarang lelaki yang mau wanita seserem itu hehe..,” kata Pak Ustadz.

Lha, apa coba yang menyeramkan kalau bukan setan? Sampai begitu menakutkannya perempuan-perempuan yang mandiri di mata seorang yang patriarkis. Nah, asal tahu saja bahwa sebetulnya banyak ‘setan-setan’ perempuan yang bisa bikin kaki-kaki patriarkis semakin bergetarrr…

1. Perempuan yang tercerahkan

Mereka adalah perempuan yang sudah melewati fase ‘habis gelap terbitlah terang’. Mengapa ‘setan’ perempuan yang baru keluar dari dunia kegelapan itu begitu menyeramkan bagi kalangan patriarkis?

Ya sudah jelas, dia adalah perempuan baru yang tak lagi bisa dibohongi. Mulai muncul pemikiran kritis dan semangat perlawanan feminisme terhadap budaya patriarki.

Perempuan atau bahkan laki-laki yang feminis ini sudah me-restart struktur otaknya dari benda-benda yang androsentris. Perempuan macam ini biasanya sudah membaca dan mengkaji banyak referensi terkait hak-hak dan kesetaraan.

Mereka tidak hanya bergerak sendiri, sebab telah berdiri banyak organisasi perempuan yang berorientasi emansipatoris. Perempuan ini juga sudah punya tameng-tameng yang melindunginya dari budaya patriarkis.

Saya yakin laki-laki dan perempuan lain manapun tidak akan bisa merutukinya dengan stereotip murahan, apalagi melecehkan. Perempuan ini tidak akan bisa tinggal diam jika terjadi pelecehan, apalagi obrolan seksis. Bisa jadi dia akan ngremus sampai ke kepala patriarkis.

2. Perempuan yang berbicara penindasan

Perempuan ini merupakan sosok cerdas yang sudah sangat paham pola penindasan patriarkis. Paling tidak, perempuan ini sadar betul bedanya penindasan dan pembagian kerja terkhusus dalam menjalin relasi.

Relasi antara laki-laki dan perempuan seringkali berujung pada penindasan di sebelah pihak. Inilah mengapa perempuan yang paham penindasan tak cuma bikin kaki-kaki patriarkis bergetar, melainkan bikin ciut nyali.

Perempuan ini akan mati-matian menolak penindasan yang dilakukan oleh patriarkis. Tak cuma itu, ia akan berbicara penindasan di segala sendi kehidupan. Bagi kalian wahai patriarkis misoginis, cobalah mendekat dan berusaha menindas perempuan ini. Tapi saya yakin kalian tidak berani.

3. Perempuan yang jadi pemimpin

Perempuan ini bisa dibilang sosok yang sangat menawan hati. Tapi tunggu dulu, bagi kamu yang bernalar patriarkis dan sudah gatal ingin menundukkannya, pasti akan berpikir dua kali.

Sosok perempuan ini tidak bisa kamu dikte. Dia bahkan jauh lebih mumpuni untuk mendikte. Dia sosok cerdas mandiri yang mampu bersaing dan numbangke budaya patriarki di tempat yang dipimpinnya.

Jangankan berniat memimpinnya dan berusaha mendapatkannya lalu punya ide agar dia mau melakukan A, B, C, sampai Z, saya yakin kamu-kamu yang patriarkis minder duluan. Ya pola pikir kamu itu memang tidak sebanding. Mohon maaf saja.

4. Perempuan yang mandiri

Nah ini yang tadi disebut Pak Ustadz. Sosok perempuan ini bisa melakukan sendiri segala aktivitasnya. Dia tidak pernah merasa perlu untuk merepotkan orang lain.

Jika sudah ketemu sosok ini, nalar patriarkis tak akan berguna. Sebab, perempuan ini tidak bisa diperalat dan disuruh-suruh sesuai kemauan para pemuja budaya patriarki. Yang ada malah dicuekin.

Dalam konteks ini, perempuan mandiri adalah perempuan yang merdeka, baik secara ekonomi maupun politik. Bahkan, banyak di antara mereka yang menempati posisi strategis di berbagai sektor. Tak sedikit pula yang menguasai sumber-sumber ekonomi. Kalau itu sudah dikuasai, patriarkis bisa apa?

5. Perempuan yang cakap hukum

Perempuan ini tentu sangat memahami bagaimana aturan yang berlaku dalam kehidup sehari-hari. Misalnya, aturan menjalin relasi antar dua orang. Maka sudah pasti, dia tidak akan bisa ditipu-tipu, apalagi untuk alasan receh seperti poligami.

Patriarkis akan lari terbirit-birit, jika berhadapan dengan perempuan yang cakap hukum. Segala pasal, mulai dari pasal pelecehan seksual sampai perilaku kekerasan siap menanti. Jadi nyalinya segitu aja nih?

6. Perempuan yang lebih menyukai diskusi

Sudah banyak kita temukan sosok perempuan seperti ini. Mereka sudah jelas lebih menyukai diskusi berkemajuan daripada sekadar jalan sama kamu yang penuh obrolan tidak mutu. Ya habis gimana? Obrolan kamu itu melulu soal persenggamaan fasis dengan patriarkis. Gak mutu banget.

Perempuan yang lebih menyukai diskusi progresif, terutama soal kesetaraan gender ini, bisa dibilang ya itu tadi; Wonder Woman. Ia bukan hanya pelaku, melainkan penyebar virus kesetaraan hak perempuan dan laki-laki. Ia adalah buku berjalan feminisme, yang siap mencerahkan kalangan patriarkis.

Nah, bagi kamu yang pola pikirnya ngeres bin ngebet pingin berpoligami hanya untuk urusan syahwat, sering-seringlah berdiskusi dengan perempuan ini. Apalagi, selama ini kamu pelit beli buku-buku yang mencerahkan, ya pantas saja pikiranmu cupet begitu, bukan masalah ukuran otak.

7. Perempuan yang melek media

Perempuan ini selalu mengakses informasi kekinian, baik dalam maupun luar negeri. Segala perkembangan baru di dunia ini tak akan terlewatkan. Dia tak hanya menebar virus kesetaraan, tapi sekaligus anti-virus dari rayuan busukmu yang seksis dan misoginis itu.

Perempuan jenis ini juga begitu menakutkan bagi kalangan patriarkis, karena bisa berselancar di telepon pintarnya, lalu membuka Voxpop dan menemukan tulisan ini. Sudah pasti, Voxpop akan kehilangan sejumlah followers dari mereka yang cemberut membaca ini. Haha…

Yap, kira-kira itu menurut saya, tujuh ‘setan’ perempuan yang bisa bikin kaki-kaki patriarkis bergetar sekaligus ciut nyali. Gimana, menyeramkan bukan?

Kamu pasti bilang, “Ya udah, itu pilihanmu, jarang lelaki yang mau wanita seserem itu hehe.” Lha, siapa juga yang mau sama kamu…

  • Sentinel Prime

    sadeees.. saya suka tulisan ini… what a nice article!