Nggak Bisa “Move On” dari Reuni Akbar Sastra Unpad?

Nggak Bisa “Move On” dari Reuni Akbar Sastra Unpad?

Foto: Erlin Hernawati

Reuni Akbar Sastra Unpad 2016 (Hari-Hari Sastra Reunian) sudah berlalu. Tapi, hingga saat ini masih banyak sekali alumni yang belum bisa move on alias masih rindu momen pada 6 Februari 2016 itu.

Reuni yang bertajuk “Kembali Satu di Kampus Biru” ini pun membludak alumni dari S1, D3, ekstensi, S2, dan S3 berbagai jurusan di Fakultas Sastra Unpad Jatinangor, yang pada 2012 berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya itu. Apa sih yang membuat kalian begitu kangen dengan reuni kemarin?

Foto: Dicky Dee
Foto: Dicky Dee

1. Ketemu Teman Lama

Biasanya, reuni memang ajang bertemu teman-teman lama. Bahkan, ada yang jauh-jauh datang hanya untuk sekadar melepas kangen dengan kawan lama. Pada momen itu, mereka saling bercanda hal-hal klasik atau berfoto bersama.

2. Acaranya Keren!

Acara reunian biasanya hanya menawarkan momen untuk saling bersilaturahmi dengan teman lama. Namun, di Reuni Akbar Sastra Unpad 2016, penyajian acara dibuat tak biasa. Bukan hanya musik yang menghadirkan bintang-bintang alumni Fakultas Sastra, tapi acara lain pun dibuat para peserta reuni menganga.

Ada backdrop tempat para alumni berpose bersama. Lantas, ada spot ‘Lihat, Dengar, Baca’ yang terdiri atas tiga area: pembacaan puisi oleh para alumni, area buku dan musik, serta area film. Semuanya hasil karya alumni Sastra.

Belum lagi ada sajian berupa museum hidup dan museum tempat pernak-pernik, serta foto-foto jadul alumni. Satu lagi, kehadiran bus Damri, yang dahulu setiap hari siap mengantar para alumni dari Jatinangor ke Bandung. Seluruh area fakultas dipenuhi aneka stan dan acara.

3. Ketemu Artis

Lulusan Sastra ternyata banyak yang jadi seleb, lho. Di reuni ini pun mereka dihadirkan. Misalnya saja, ada jam session all star, yang diisi Magi (/rif), Noey (Java Jive), Trisno (Pas Band), dan Arief (Pure Saturday). Joe P Project pun didapuk menjadi pembawa acara dan menjadi incaran alumni untuk berfoto bersama.

Belum lagi musisi balada Mukti-Mukti dan band yang sedang naik daun, Deu Galih & Folks, yang mengguncang panggung Blue Stage Sastra Unpad. Seleb dari dunia buku pun datang. Gol A Gong, salah seorang penulis kenamaan, menyempatkan diri membaca puisi di spot ‘Lihat, Dengar, Baca’.

Foto: Jaka Perbawa
Foto: Jaka Perbawa

4. Mantan dan Dosen Favorit

Selain ketemu teman, satu momen yang ditunggu-tunggu oleh alumni Sastra Unpad adalah ketemu mantan. Mereka berharap-harap cemas akan bertemu mantan mereka saat masih berkuliah dahulu. Yang ini kayaknya sudah move on, hehe.

Selain itu, momen bertemu dosen favorit mungkin juga ditunggu-tunggu. Misalnya saja, ketemu Pak Suhandi, dosen mata kuliah umum yang tak hanya pintar mengajar, tapi juga cerdas menghibur. Saya rasa, banyak alumni sepakat, beliau seorang dosen lintas angkatan dan paling favorit.

5. Mengenang Kampus

Fakultas Sastra Unpad Jatinangor, menurut penuturan para alumni, mulai digunakan pada awal 1990-an. Tentunya banyak kisah, di setiap sudut kampus ini, yang tak bisa dilupakan. Bukan hanya belajar, kampus ini adalah tempat menempa segala jati diri para alumninya.

Reuni ini mungkin yang terbesar selama berdirinya Fakultas Sastra (kini Ilmu Budaya) sejak 1958. Acara ini dihadiri ribuan alumni dari angkatan 1960 hingga 2000-an. Jadi, kapan kita reuni lagi nih, panitia?