Menggunakan Emoji POP dengan Baik dan Benar

Menggunakan Emoji POP dengan Baik dan Benar

mtv.co.uk

Pada tahun 90-an, lebih dari 20 tahun yang lalu atau hampir 30 tahun (ehem, yang lahir tahun 90-an), tersebutlah Shigetaka Kurita, seorang pekerja di perusahaan telekomunikasi Jepang, DoCoMo, mencoba melakukan diferensiasi dengan menyediakan bentuk-bentuk ikon untuk bisa dikirimkan bersama karakter huruf dan angka.

Ikon-ikon itulah yang kemudian berkembang menjadi emoji pada tahun 2012, ketika media percakapan teks lewat pesan berbayar mulai bergeser ke aplikasi chatting berbasis internet. Pada tahun itu mulai populer aplikasi-aplikasi percakapan seperti WhatsApp, Line, sampai BeeTalk, WeChat, dan KakaoTalk yang tak ada lagi kabarnya.

Aplikasi ini ikut tumbuh bersama maraknya ponsel pintar dengan OS iOS, Android, dan sedikit Symbian. Ketersediaan aplikasi ini di banyak sistem operasi populer, membuat perkembangannya lebih marak ketimbang Blackberry Messenger yang sudah lebih dahulu muncul.

Sejak saat itu, sepikan titik dua tutup kurung mulai bergeser menjadi emoji senyum dan titik dua bintang berubah menjadi emoji cium.

Pergerakan emoji selama ini diatur dalam sebuah Unicode Consortium. Mereka lah pihak yang selama ini bertanggung jawab dalam pertimbangan dan pemilihan desain emoji. Pekerjaan yang tampaknya diserius-seriuskan padahal kelewat santai, kurang lebih seperti anggota dewan lah.

Namun, nyatanya, Unicode sering menerima banyak konflik, seperti perbedaan perangkat, banyaknya ras dan golongan yang tak terwakili, sampai emoji LGBT yang sempat heboh di Indonesia. Salah satu emoji yang ada dan masuk halaman depan adalah emoji Pile of Poo. Singkatnya, kita sebut saja emoji POP.

Berdasarkan emojipidia, emoji ini memiliki kode 💩 U+1F4A9. Emoji ini disetujui oleh Unicode sejak tahun 2010. Semenjak itu pula, keberadaan emoji mirip kotoran ketawa tersebut hadir menghiasi percakapan kita.

Keberadaan seonggok kotoran di antara wajah bundar kuning dan dua gadis kelinci menari memang bisa mengundang tanya. Desainnya sendiri, yang dalam standar perangkat iOS berupa segitiga lembut berwarna cokelat dengan mata dan mulut yang tersenyum, menunjukkan ambiguitas. Tak jarang, konflik terjadi akibat kesalahpahaman ini.

Contohnya si Fulan, seorang jomblo yang masih belum move on dari masa lalunya. Selama ini, dia mengira emoji POP adalah es krim rasa cokelat. Ini adalah kesalahan wajar, mengingat bentuk emoji ini seperti es krim vanilla tanpa cone yang ada di daftar emoji.

Pemahaman ini dipegang Fulan sampai suatu hari, saat dia masih punya pacar dan mereka saling berkirim pesan lewat WhatsApp. Si Pacar bertanya pada Fulan, “Ingin dibuatkan pancake dengan toping apa?” Fulan, sebagai penggemar es krim dan cokelat, menjawab dengan emoji yang dikiranya es krim cokelat pembawa kebahagiaan dengan tawanya.

Si pacar pun bingung, membalas dengan emoji ‘kaget sampai wajah biru’. Fulan pun meyakinkan, bahwa 💩 ini benar-benar enak rasanya.

Karena tak sanggup menerima fetish si Fulan tersebut, si pacar memutuskan hubungan. Perkara kisah ini nyata atau fiktif, silakan dipertimbangkan masing-masing. Perlu diingat, ini adalah sebuah kisah di internet sebagaimana halnya konspirasi bumi itu datar.

Memahami maksud dibalik emoji POP ini perlu mempertimbangkan bagaimana representasinya dalam masing-masing perangkat. Terdapat 11 jenis perangkat emoji yang ada selama ini, yaitu Apple, Google, Microsoft, Samsung, LG, HTC, Facebook, Twitter, Mozilla, Emoji One, dan emojidex.

Di antara 11 jenis itu, hanya HTC yang menampilkan bentuk kotoran tanpa wajah, sementara yang lain menampilkan wajah yang tertawa. Mengapa demikian? Mengapa hanya HTC seorang yang bertahan dengan kejujuran citra kotoran apa adanya?

Menelusuri sejarah desain emoji POP ini, sebenarnya Google dan Microsoft mengawalinya dengan kotoran tanpa wajah. Baru pada Microsoft Windows 10 dan Google Android 6.0.1 lah emoji ini ditempeli dengan wajah tertawa. Sedangkan Facebook menggunakan bentuk kotoran hanya dengan mata, seperti halnya Samsung.

Ada sebuah teori di kalangan emoji enthusiast bahwa tampilan kotoran dengan wajah ketawa ini adalah sebuah representasi kehidupan. Bahwa dalam hidup ini, kita sering menemui keadaan yang sebenarnya seperti kotoran, namun dia menutupinya dengan wajah tawa gembira.

Mengapa Samsung dan Facebook hanya menggunakan mata? Itu artinya kita harus terus membuka mata dan tetap waspada. Sementara Google dan Microsoft memasang wajah di emoji itu sebagai bentuk bagaimana tekanan sosial untuk membohongi diri sendiri terjadi.

Sekali lagi, apakah teori ini benar adanya? Silakan pikirkan sendiri-sendiri. Karena yang bisa mengerti arti emoji adalah emoji itu sendiri. Emoji POP sering digunakan dalam konotasi negatif, seperti ‘menertawakan kemalanganmu – nih kotoran aja ketawa’ atau sekadar ketidaksukaan yang sering diumpat dengan ‘💩’.

Namun, ternyata, emoji ini berawal dari sebuah pelesetan unko (pup) yang mirip dengan oon (keberuntungan). Ternyata, di Jepang, kotoran yang disimbolkan sebagai keberuntungan adalah hal biasa. Referensi kotoran keberuntungan ini berpadu dengan serial manga Dr Slump, yang membentuk sebuah citra kotoran dengan wajah tertawa yang masuk dalam dunia peremojian.

Makna terselubung kotoran ketawa ini mengajarkan bahwa ketika dalam hidup kita mendapati situasi seperti kotoran, misal menyatakan cinta lalu ditolak, melamar kerja lalu dibiarkan menunggu tanpa jawaban, mengajukan naik gaji namun dicaci, atau subsidi kerakyatan yang dipotong lagi, itu adalah sebuah bentuk doa untuk keberuntungan.

Penyalahgunaan emoji POP ini menunjukkan bagaimana bentuk geger budaya emoji kita selama ini masih ke-Jepang-Jepang-an. Sebagai bangsa dengan sejarah dan karakter sendiri, kita tentu perlu emoji yang merepresentasikan bangsa kita. Emoji Nusantara, mungkin begitu cocoknya.

Namun, jangan lah Emoji Nusantara nantinya hanyalah ikon gimmick seperti seorang lelaki dengan peci hitam dan sarung. Kita perlu emoji yang mewakili kehidupan kita. Misalnya emoji orang berantem di media sosial, emoji pengendara belok tanpa lampu sen, atau emoji penggusuran permukiman dan pembubaran diskusi. Kalau kamu benar benar serius, proposal emoji baru bisa dikirimkan ke sini.