Membela Della JKT48, Sang Revolusioner Dunia Pendidikan

Membela Della JKT48, Sang Revolusioner Dunia Pendidikan

flickr.com

Namanya Della Delila. Gadis berusia 16 tahun ini merupakan salah satu personel JKT48, grup idola terbesar di Asia Tenggara dengan fanbase lebih dari 2,5 juta penggemar.

Selama ini, aksi Della bersama rekan-rekannya di JKT48 selalu menuai decak kagum dari para penggemarnya. Namun, apa yang terjadi baru-baru ini sungguh bertolak belakang.

Della habis-habisan di-bully netizen di media sosial. Dia diolok-olok, karena dinilai salah menyebutkan arti dari Tut Wuri Handayani. Semua itu berawal ketika Della berkicau di akun twitternya pada 24 September 2015.

Begini twitnya, “Dan aku juga mengenalkan budaya indonesiaa ke mereka seperti, tut wuri handayani yg artinya walaupun beda tetap satu.”

Tak lama kemudian kicauan Della itu menuai ejekan yang menyudutkan seolah-olah dia bodoh. Para netizen berspekulasi, mungkin yang dimaksud Della adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Kalau Tut Wuri Handayani itu berasal dari bahasa Jawa Krama Inggil. Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

Artinya di depan memberi teladan, di tengah membangkitkan niat atau kemauan, dan di belakang memberikan dorongan moral atau semangat. Ini adalah salah satu ajaran Bapak Pendidikan, Ki Hadjar Dewantara.

Melihat situasi itu, saya merasa tergelitik. Ini adalah pesan untuk para netizen yang sudah mem-bully Della habis-habisan. Sudah puas?

Saya bukannya ingin menjadi pahlawan kesiangan yang belain Della karena cantik, meski saya suka cewek cantik. Ya iyalah. Saya juga bukan penggemar JKT48, karena saya lebih suka musik metal.

Apalah saya, yang hanya awak Voxpop Indonesia, yang kebetulan pernah kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

Tapi, menurut saya, Della justru menjadi sosok revolusioner yang bisa membebaskan dunia pendidikan Indonesia. Mungkin Della sendiri tidak menyadarinya, tapi apa yang dilakukannya menjadi bukti bahwa dia terbebas dari doktrin dan sistem pengajaran yang kuno.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, sepertinya harus menunjuk Della sebagai duta pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Anies Baswedan, yang juga pendiri gerakan Indonesia Mengajar, pasti paham betul. Ini sejalan dengan Revolusi Mental, pak.

Sudah saatnya pendidikan kita lebih menyentuh persoalan-persoalan yang lebih substantif. Sudah terlalu lama pendidikan kita terjebak ke dalam simbol-simbol dan doktrinisasi kelas teri. #lagi serius

Kicauan Della di twitter sangat substantif. Dialah cewek cantik tercerdas pekan ini. Mengenalkan budaya Indonesia lebih penting, ketimbang mengetahui arti Tut Wuri Handayani secara harfiah. Saya rasa Ki Hadjar Dewantara senyum-senyum saja di alam sana.

Mereka yang fasih mengajari arti Tut Wuri Handayani kepada Della justru tergolong orang-orang yang pendidikannya belum merdeka 100%. Paling tahu kata-kata itu karena menghafal waktu SD atau search dulu di Google.

Tapi apa yang orang-orang itu lakukan? Apakah mereka ikut mempromosikan budaya Indonesia seperti Della? Itulah bedanya berpikir substantif dengan produk hasil doktrinisasi. Hanya tahu hafalan, tapi buta makna dan kerja nyata.

Della… Jangan kau hapus kicauanmu ya, Dik… Seperti kata kamu, “Enggak salah kok artinya. Semua orang kan beda-beda cara pikirnya. Mandi dulu dehhhh.”

  • johny cendol

    Mantep tulisannya bang. Selaman ini memang pendidikan cuma identik dengan hafalan-hafalan dan rumus-rumus saja. Sampai sampai orang yang tidak tahu arti tut wuri handayani dianggap bodoh, padahal si Della itu pinter lho.. At least dia pinter menari,

  • Pri Hartono

    Kalo mau ceramah itu ya cari kebenarannya terlebih dahulu mas. Dia mengenalkan budaya Indonesia? Mengenalkan dari mana? Dia ngetwit kalo dia itu bolak balik Jepang Singapura untuk pemotretan shooting iklan yg katanya sambil mengenalkan budaya Indonesia itu hanya lah ocehannya saja, pada kenyataannya dia tidak pernah ada jadwal pemotretan shooting iklan apalagi pergi ke luar negeri. Member JKT48 kelas menengah ke bawah seperti dia kegiatannya paling juga cuma joget2 di theater saja. Justru sebaliknya, dia itu sedang mengenalkan budaya idoling Jepang ke Indonesia.

    • Damu

      Hahahaha bener banget sama agan diatas… Klo bener ya bilang bener, klo salah ya bilang salah. Kaga usah sampe bawa alesan doktrinisasi segala. Kejauhan mikirnye!
      JKT48 ini skrg member nya udah ada banyak, secara ga langsung diantara mereka semua ada kompetisi berlomba2 buat jdi yg utama dlm peringkat, biar bisa masuk single baru, iklan atau apapun yg sifatnya menaikkan pamor. Dan bener bgt si Della ini di JKT48 ibarat tim liga inggris dia Stoke City tim medioker.

  • Tito Ruswandi

    Jago banget nyerempet2nya mas Eko Rio ini…. Tulisan ini bagaikan menampar dunia pendidikan indonesia loh klo menurut saya. Sebegitunya kah pendidikan di Indonesia “Tut Wuri Handayani” itu udah semacam nyawa buat pendidikan itu sendiri. Bisa besar ini persoalan.. Klo saya jadi Menteri Pendidikan, saya bakalan malu.

  • nawaitu

    anjrit keren, ayo mandi.

  • J. Henderson

    Hahahaha….. bisa rusak negeri ini kalo kebodohan seperti ini malah disebut sebagai revolusioner dunia pendidikan. Dengan kejadian ini saya malah jadi merasa prihatin buat Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh dan pelopor pendidikan di Indonesia.

    Yang lucu si Della ini udah jelas-jelas salah eh malah ngeyel kalo dia itu ngerasa tidak salah, lalu si Via teman satu gengnya di JKT48 malah ikut-ikutan ngeyel merasa benar dan ngebelain temannya yg justru malah memperkeruh suasana. Kalo memang merasa benar kenapa pada akhirnya mereka berdua justru malah menghapus kicauan mereka itu? Setelah ramai dihujat baru nyadar ya dengan kebodohan mereka sendiri?

    Dan yang paling parah adalah orang ky gini malah disebut sebagai revolusioner dunia pendidikan. Ckckckck… entah dapat wangsit dari mana sampai bisa mempunyai pemikiran seperti itu.

  • Adit Akbar

    yang kaya gini disebut revolusioner dunia pendidikan ?!?!? *facepalm*

  • JTune

    Perihal Della JKT48 dan Via JKT48 mengenai pengertian “Tut Wuri Handayani” yang keliru, itu menjadi peringatan sekali buat para JOT untuk lebih mengawasi lagi terhadap para membernya terutama kicauan di Twitter, sebab pertama Twitter itu salah satu sosial media yang paling tersebar, bisa jadi lebih tersebar dari Facebook, kedua mereka ini adalah seorang idola atau publik figur yang diidolakan banyak orang. Hanya sangat disayangkan pengartian “Tut Wuri Handayani” oleh kedua orang idol grup ini bisa salah. Ingat, itu dinyatakan oleh publik figur. Bahkan Della Delila sendiri bukannya mengakui kesalahan dan minta maaf, malah mengatakan “Cara berpikir orang berbeda”, ini orang pemikirannya bagaimana? Sementara Via JKT48 menge-tweet kalau kita bingung tanya atau mention ke tempat yang dimaksud, dalam hal ini bisa jadi dia menempatkan diri sebagai orang yang tahu, tetapi dia sendiri mengartikan Tut Wuri Handayani saja salah.

    Tentu itu bukan persoalan yang main-main mengingat dua istilah ini merupakan bagian dari simbol instansi negara di bidang pendidikan. Apalagi kasus ini sudah viral dan sudah jadi bahan bully oleh para netizen di negara kita. Bahkan istilah ini sudah dirumuskan jauh sebelum mereka berdua lahir, termasuk saya sendiri sebagai penulis. Yang dia maksudkan, yakni berbeda tetapi tetap satu, itu bukan arti dari “Tut Wuri Handayani”, melainkan “Bhinneka Tunggal Ika”. Tut Wuri Handayani artinya seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Itu sudah jadi istilah tertulis, tidak bisa di-counter dengan dalih cara berpikir orang berbeda-beda.

    Perihal kasus ini, tentu bukan sama sekali karena saya benci, melainkan saya mengkritik sebab saya sudah mengagumi JKT48 karena ada sisi pendidikannya yakni sebuah pendidikan bagaimana menjadi seorang idola, namun untuk JOT tolonglah tanamkan ajaran Ki Hajar Dewantara kepada mereka karena JKT48 beroperasi di Indonesia. Kendati JKT48 origin-nya berasal dari Jepang, kalau sudah berada di Indonesia, tetap hargai kearifan lokal karena Indonesia adalah negara yang kaya budaya leluhur. Saya tahu setiap orang bisa keliru, namun yang ingin saya sampaikan pesan kepada mereka, teliti sebelum berkicau di Twitter. Jangan sungkan-sungkan untuk melakukan riset. Lebih baik riset dulu daripada reset kemudian. Saya tahu pada waktu itu mereka sedang mempromosikan budaya, namun tetap harus melakukan riset mendalam apalagi promosi budaya negara.

    Jadi untuk fans JKT48, saya hanya bisa menyarankan ingatkan atau kritik mereka berdua melalu komen di twitter atau tindakan semacamnya. Kalau ada orang yang bukan fans JKT48 mengoloknya, saya hanya bisa menyarankan biarkan saja lah, sebab kalau kita bela atau serang balik pendapatnya bisa jadi nanti malah kita dianggap bodoh oleh mereka. Kita harus ingat rasio fans JKT48 dengan non-fans JKT48 masih lebih besar yang non-fans JKT48. Kalau ada orang lain mengkritik mereka juga dengarkan sajalah apalagi kalau dikritik oleh orang-orang yang lebih tahu, dalam hal ini bisa saja seorang Dirjen Depdikbud atau bahkan Mendikbud itu sendiri. Kalaupun Anda mau bela, bela yang benar, bukan karena Anda penggemar. Ingat, hidup harus realistis dan orang fanatik buta itu ujung-ujungnya bakal merusak, Kalau tidak percaya, lihat saja para wibu yang di sosial media bicaranya semakin ngawur, lihat saja suporter bola yang suka bikin rusuh, bahkan waktu pilpres tahun kemarin, yang bikin rusak suasana itu ya orang-orang fanatik buta itu. Masalah apakah Della dan Via akan bertahan di JKT48, kalo berharap demikian ya berdoalah supaya mereka bisa bertahan dan kesalahan mereka bisa cepat terhapus.

  • Carla Putri

    Tulisannya oke klo mnurut ane seh. Org2 blm pada nyampe aja pikirannya wkwkwkwkwkwkwk….. Peace cuyy.. #RevolusiPendidikan

  • ri2019
  • Orang salahnya g sengaja>dibully>yg bully, dibully balik>yg bully balik, di bully lagi sama pembully>dst

    Gitu aja terus, sampe mas didi kempot rilis album deathmetal

    be positif thinker dude

    • Bang jangan bunuh diri ya bang wkwkkwkk

  • Salah belajar itu revolusioner toh ? HAHAHA
    Itu 16th loh mas , plg ngga udh lulus smp .. 9th tu belajar apa aja sih ?
    Kalo ngga kebangetan jg ngga bakal di bully kok ..
    Jadi was2 , kira2 dia memperkenalkan budaya nya udh bener apa masih salah yaa ..

  • Sebenernya pada ngerti ga sih isi tulisan di atas??? pasti tulisan ini dikira bentuk Dukungan yah?? Hehe… Klo baca tulisan mbok jangan lurus2 aja kaya rel kereta api.. Saya justru sependapat nih sama si mas ini, saya pengen bisa nulis kaya gini…. Udah ga musim sekarang tulisan yg sifatnya mencaci maki, bully, dsb. Tulisan kaya gini bisa lebih bkin malu kalo sampe si pelakunya baca…. Lanjutkan mas Eko. Kalo yg pernah belajar mata pelajaran BAHASA INDONESIA, pasti tau apa itu “Majas”.

  • Tito Ruswandi

    Yg mau komen, belajar Bahasa Indonesia dulu gih… malu2in orang Indonesia aja…

  • Rendy Mahesa

    Majas Ironi Level Nasional, bawa2 Anies Baswedan segala….

  • Kevin91

    Rame amat yach… Dellanya juga udah bobooo keles, woless aja lah…

  • Hafidz

    Beberapa komentar orang lebih kepada kata padahal postingan lebih kepada makna.

    Tapi ini seru. genius. terutama di kaskus. Seperti jadi pertarungan pinter-pinteran bahasa walau tanpa makna #Telatbangetbarukomen