Mana Lebih Dulu, Teman atau Kamu yang Kena PHK?

Mana Lebih Dulu, Teman atau Kamu yang Kena PHK?

Sudah pasti hoax, kalau ada yang bilang lebih baik kehilangan pekerjaan daripada putus jalinan asmara. Karena bagi para penganut mazhab Chicago gadungan, hubungan asmara ibarat pasar bebas. Ada hubungan antara permintaan dan penawaran.

Banyak sepasang kekasih atau suami-istri bubar, gara-gara pasangannya kehilangan pekerjaan. Alasannya klasik, “Hari gini hidup tidak cukup dengan cinta doang?” Basi banget kan alasannya.

Terserah deh mau dibilang neolib atau nggak. Daripada kekiri-kirian nanti dituduh komunis? Mau pakai dalil-dalil agama, dibilang fanatik. Kritis sedikit, dicap liberal. Susah memang kalau jadi selebritis. #SelebPensiun

Jadi kehilangan pekerjaan itu dampaknya sistemik, mirip kasus Bank Century kalau di dunia perbankan. Bisa menjalar kemana-mana termasuk jalinan asmara. Tapi, kalau hanya masalah asmara, belum tentu merembet ke pekerjaan. #DilarangSenyum

Bagi mereka yang merasa bagian dari kelas menengah di Republik ini, kehilangan pekerjaan bisa bikin gegana alias gelisah, galau, merana. Apalagi ekonomi sedang lesu seperti sekarang ini.

Kalau menurut para pengusaha, belakangan banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebab, kondisi ekonomi membuat pendapatan terus melorot. Di sisi lain, biaya produksi membengkak akibat rupiah terpuruk.

Rata-rata biaya produksi sudah naik 20%, karena bahan baku menjadi mahal akibat pelemahan rupiah. Ya mau bagaimana, industri kita sangat ketergantungan bahan baku impor.

Sementara itu, omzet pengusaha rata-rata turun 10-20%. Bahkan di sektor properti bisa mencapai 50%. Penyebabnya, daya beli yang terus menurun akibat gejolak ekonomi nasional.

Ini bukan untuk menakut-nakuti, bukan pula ikut-ikutan #JokowiNoHope. Berdasarkan perkiraan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), jumlah pekerja yang di-PHK sudah mencapai 1 juta jiwa. Yang resmi 682.000 pekerja. Sisanya yang tidak resmi.

Artinya, sudah ada 3 juta orang yang terdampak, dengan asumsi 1 orang pekerja yang terkena PHK menanggung 2 orang anggota keluarganya. Bayangkan.. Salah siapa? Yang pasti jangan salahkan Syiah. #latah

Faktanya, pertumbuhan ekonomi kita terus melambat. Pada kuartal II-2015, pertumbuhan ekonomi turun 1% menjadi 4,67% dibandingkan kuartal I-2015. Pada kuartal I-2015 juga turun 0,18% dan kuartal IV-2014 melemah 2,1%.

Waktu kuliah ekonomi dulu, kalau terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi selama tiga kuartal berturut-turut, bisa dibilang masuk masa resesi atau kemerosotan. Kalau tambah parah, bisa masuk masa depresi.

Melihat situasi itu, saya jadi teringat kembali dengan ungkapan sederhana dari seorang kolumnis asal AS, Sidney J Harris. Dia bilang, “Resesi terjadi kalau tetanggamu kehilangan pekerjaan. Kalau depresi ketika kamu yang kehilangan pekerjaan.”

Apakah sekarang ini ada tetangga atau temanmu yang kena PHK? Teman saya ada. Atau, jangan-jangan kamu yang kena PHK? Apapun itu dunia belum kiamat. Tadi pagi matahari masih terbit dari timur. Semoga saja sore ini tenggelam di barat.

Masih ada harapan kan?

Foto: razmal.com