Lucu-lucuan Setahun Jokowi

Lucu-lucuan Setahun Jokowi

Tanggal 20 Oktober 2015, Jokowi genap ganjil setahun jadi presiden. Kenapa ganjil? Karena setahun 365 hari. Kalau genap itu 366 hari. Sederhana.

Karena sederhana, penilaian kinerja Jokowi selama setahun mudah ditebak. Ibarat soal ujian yang sudah bocor, jawabannya sudah tahu semua. Kalau dia lawan politik, kasih rapor merah. Kalau dia pendukung, rapor biru.

Tapi ada satu hal yang semuanya mungkin bakal kasih rapor biru. Soal lucunya Jokowi. Ini bukan pujian, bukan pula kalimat bergaya satir yang mengandung olok-olokan. Faktanya memang demikian.

Prabowo saja, orang yang jadi rivalnya saat pilpres lalu, pernah dibikin tertawa terpingkal-pingkal oleh Jokowi. Begitu juga Aburizal Bakrie, Hatta Radjasa, dan petinggi-petinggi PKS yang saya selalu lupa nama-namanya.

Selama menjadi orang nomor satu di negeri ini, ada saja kelucuan yang terjadi. Bahkan itu sudah terjadi saat Jokowi pertama kali masuk istana. Kali ini korbannya SBY dan Ibu Ani. Begini ceritanya…

Selesai dilantik pada 20 Oktober 2014, Jokowi dan wakilnya, Jusuf Kalla (JK), diarak dengan kereta kuda dari Bundaran HI menuju Istana Merdeka. Tiba di istana, Jokowi-JK disambut SBY dan Ibu Ani.

Ketika melihat Jokowi tiba di halaman istana tanpa peci, SBY dan Ibu Ani spontan tertawa. Apalagi rambut Jokowi acak-acakan seperti kena angin puting beliung. Sudah begitu berkeringat pula. Tapi yang namanya sudah jadi presiden, ya mau bagaimana lagi?

Selanjutnya ketika Jokowi ingin pidato pada puncak acara Sail Tomini 2015. Sebelum pidato, ia meminta seorang penari naik ke atas podium. Tujuannya untuk menilai kostum dan peralatan sang penari.

Jokowi lalu mengambil sebuah bakul yang dibawa sang penari. Kemudian dia memasukkan naskah pidatonya ke dalam bakul agar tidak repot.

Jokowi menilai tari yang ditampilkan sudah baik termasuk kostumnya. Tetapi bakal sempurna, kalau ada sentuhan koreografer. Dia lantas memanggil seniman Yuka Mokodompis ke atas podium.

Menurut Yuka, kostum yang dipakai penari terlalu ketat dan warnanya kurang cerah. Jokowi pun mengamini. Setelah itu, ia mempersilakan Yuka kembali ke tempat duduk. Nah, melihat Yuka turun podium, si penari juga ikut balik kanan.

Jokowi pun tersentak. Ia segera mengingatkan kalau naskah pidatonya masih berada di dalam bakul. “Yang nari jangan pergi dulu, (naskah) pidato saya masih di dalam (bakul),” kata Jokowi, yang membuat riuh suasana.

Masih soal kostum, ada kejadian unik saat Jokowi membuka Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur. Mantan walikota Solo itu memutuskan untuk memakai sarung. Tapi, saat masuk arena muktamar, ia kaget, karena hanya beberapa orang saja yang mengenakan sarung.

Sebelum datang ke Jombang, Jokowi sempat nanya ke Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. “Bagaimana kalau saya pakai sarung?” kata Jokowi. Lalu, Lukman pun langsung menjawab setuju. “Bagus pak, pasti banyak muktamirin yang menyukai,” ujar Lukman spontan.

Benar saja, Presiden mengenakan sarung di arena muktamar. Sarung itu dibelikan istri tercinta, Iriana Jokowi. Tapi ternyata tak ada pengurus NU yang pakai sarung, Jokowi pun sempat agak heran.

Banyak pengurus NU memakai celana panjang, termasuk sang menteri. Dengan nada setengah protes, Jokowi bilang, “Kok pada nggak pakai sarung?!”

Tapi Lukman tidak kehabisan akal. Dia bilang, “Hanya yang khusus saja yang bersarung pak, seperti Rais Am, para kiai sepuh, dan tentu bapak.” Jokowi pun senyum-senyum. “Semoga senyum bahagia, bukan senyum kecewa,” kata Lukman sumringah.

Sebelumnya, Jokowi juga bikin geger saat membuka Kongres IV Partai Demokrat di Surabaya, Jawa Timur. Lagi-lagi, SBY dan Ibu Ani dibuatnya tertawa lepas.

Saat berpidato, Jokowi menceritakan adanya permintaan khusus dari kader Demokrat via telepon dan SMS untuk hadir di kongres. Orang itu adalah Ruhut Sitompul, si Poltak raja minyak.

“Pak SBY, mohon Pak Ruhut diberikan penghargaan. Telepon saya tiga kali. Pertama, telepon saya di Jayapura. Telepon di Merauke dan telpon lagi di Papua Nugini,” tutur Jokowi.

Tak hanya telepon, Ruhut pun mengirimkan sebuah pesan singkat, yang akhirnya meluluhkan hatinya untuk hadir.

“Isinya kira-kira begini. Maafkan aku bapak Presiden. Sebagai pendukung setiamu, mohon bapak hadir di kongres. Ini saya buka saja. Biar kapok kamu (Ruhut),” ujar Jokowi.

Ungkapan itu sontak membuat riuh suasana kongres Demokrat, partai yang menyatakan tidak bergabung dengan koalisi pendukung atau oposan pemerintah.

Tapi, baru-baru ini, giliran Jokowi kena batunya. Bukan karena ulah politisi, tapi anak bocah yang masih duduk di bangku SD.

Saat berkunjung ke sekolah di Pontianak, Kalimantan Barat, Jokowi menawarkan satu hadiah sepeda berwarna pink yang sepertinya cocok buat siswi. Tapi yang dipilih seorang siswa. “Nah, anak ini kok mirip saya. Sudah kurus, tinggi, ganteng lagi,” tutur Jokowi.

Siswa itu pun langsung dikasih pertanyaan sebagai persyaratan mendapatkan sepeda gratis. Alhasil, pertanyaan sang Presiden mampu dijawab dengan benar.

Si siswa langsung diarahkan untuk mengambil sepeda yang memang hanya tersisa 1 unit. Tetapi, bocah laki-laki tersebut malah tidak mau ambil hadiah. Alasannya, sepeda mini itu berwarna merah jambu.

“Nggak mau pak, sepedanya ‘bencong’,” ujar siswa SD tersebut yang bikin gerrr semua orang yang hadir, termasuk Jokowi.

Nah, kalau dari angka 1 sampai 10, kira-kira kelucuan yang terjadi selama setahun Jokowi jadi presiden ada di angka berapa ya?

 

Sumber: beritasatu.com dan detik.com/Foto: solopos dan liputan6.com