Yang Tak Banyak Orang Tahu tentang LGBT

Yang Tak Banyak Orang Tahu tentang LGBT

Ilustrasi (lithub.com)

Saya pernah membaca soal Miss Trans Israel 2016. Juaranya adalah Talleen Abu Hana, seorang transgender Katolik Palestina yang lahir di Nazareth, kampung halaman Yesus!

Menurutnya, sejak usia 5 tahun, ia sudah merasa sebagai perempuan. Mengenakan pakaian perempuan dan menjadi balerina.

Persis seperti film biografi Billy Elliot, anak pekerja tambang batubara di Inggris yang awalnya dipaksa masuk kelas tinju, tapi menemukan cinta dan bakat luar biasa di kelas balet.

Itu berarti gugur sudah tuduhan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) sebagai ‘penyakit karena pergaulan buruk’.

LBGT bukanlah penyakit. Mengapa begitu?  Memang ada yang tadinya heteroseksual, tapi dirayu homoseksual dan berpindah haluan? Saya yakin, faktor biologis (genetik) berperan jauh lebih besar.

Begini…

Embrio manusia berawal dari sel telur dan sel sperma. Pembuahan. Seolah sel telur dan sperma adalah lubang kunci dan anak kunci kotak Pandora ajaib. Serangkaian pembelahan dan pertumbuhan sel yang sangat rumit pun bermula.

Apakah semua proses ini selalu berhasil sempurna? Tentu tidak. Banyak kesalahan yang bisa terjadi.

Sebagaimana para ahli botani dan petani menanam ratusan benih dan secara berkala menyortir kecambah yang kelihatannya kurang sehat, atau seperti para breeder anjing ras memilah anakan terbaik untuk indukan selanjutnya, bayi manusia pun tidak semua terlahir sempurna.

Janin 1 bulan membentuk kepala dan sirkulasi darah. Usia 2 bulan membentuk calon telinga, calon tangan, kaki, jari, sistem syaraf, dan pencernaan.

Kemudian, usia 3 bulan menyempurnakan bentuk dan fungsi calon-calon organ itu, juga saluran kemih dan kelamin. Usia 4 bulan kita sudah bisa USG: mendengarkan detak jantungnya, melihatnya mengisap jari. Luar biasa!

Setiap tahap, ada kans pembelahan sel yang tidak sempurna: Cacat fisik seperti lahir tanpa tangan, berjari kurang, kaki tipis seakan tak bertulang, buta/bisu/tuli, manusia penuh rambut/kuku sekujur tubuh, dan lain-lain.

Cacat organ seperti bayi tanpa anus, usus di luar, kelainan katup jantung bocor, dan lain-lain. Cacat syaraf seperti epilepsi, ataxia, multiple sclerosis, autism, dan sebagainya. Lalu ada kelainan kelebihan/kekurangan gen seperti down syndrome, rett syndrome, dan sebagainya.

Jangan lupa bayi kembar. Kembar identik (1 sel telur dibuahi 1 sperma, lalu membelah diri menjadi 2 embrio) atau kembar tidak identik (2 sel telur, 2 sperma).

Tentu lebih banyak kans kesalahan pembelahan sel. Kembar siam, kalian nggak heran. Kalau manusia berkaki 3 atau 4? Manusia dengan setengah manusia lain nongol keluar di perut/punggungnya? Remaja yang melahirkan saudara kembarnya? Kalau berani, browsing kata kunci ‘parasitic twin’.

Makanya zaman kuno ada rombongan freak show, sirkus orang aneh. Kita tidak akan berdebat pakai ayat-ayat kitab suci soal asal muasal orang-orang itu, kan?

Di zaman purba, bayi manusia yang cacat pasti mati muda. Secara alami atau tidak alami – dibunuh orang tua karena mengira kutukan dewa.

Pada bayi binatang, seringkali akan dibunuh oleh induknya atau anak-anak yang lain: didorong jatuh dari sarang, tidak diberi makan/minum, atau malah dimakan oleh induknya sendiri, walaupun hewan herbivora.

Semua janin pada awalnya membentuk kelenjar kelamin yang serupa kelamin perempuan (gen X). Lalu, jika bergabung dengan gen X lagi, kelenjar kelamin membentuk indung telur yang kemudian memproduksi hormon perempuan (estrogen).

Jika bertemu dengan gen Y, kelenjar kelamin membentuk testis yang selanjutnya memproduksi hormon laki-laki (testosterone). Secara alami, tidak semua proses ini berjalan sempurna. Ada hormon yang lebih, ada yang kurang. Ada kromosom yang lebih, ada yang kurang.

Indung telur memproduksi estrogen dan prosgesteron, juga sedikit testosterone. Sebaliknya, testis memproduksi testosterone, juga sedikit estrogen.

Tentu ada kans kondisi formula hormon yang tidak pas: laki-laki yang kurang testosterone, laki-laki kelebihan estrogen, perempuan kekurangan estrogen, atau perempuan kelebihan testosterone.

Tuhan hanya menciptakan laki-laki dan perempuan, katamu? Hmmm… coba browsing beberapa kata kunci ini.

1. a) Aphallia: laki-laki dengan 2 testis normal, tapi tanpa kehadiran penis

b) Diphallia: laki-laki dengan 2 penis – 2 set komplit atau 1 set dengan penis bercabang

c) Double Uterus: perempuan dengan 2 rahim, kadang juga 2 vagina.

2. Ovotestis: kelenjar kelamin memproduksi 1 indung telur dan 1 testis, bukannya 1 pasang indung telur/ testis.

3. Kleinfelter’s syndrome: bayi laki-laki dengan kromosom X tambahan (jadi XXY/ XXXY/ XXXXY/ XXYY) – ada penis dan testis kecil (bisa ejakulasi tapi tanpa sperma), tapi tumbuh payudara dan siluet pinggang-panggul.

4. Mayer-Rockitansky-Kuster-Hauser syndrome: perempuan dengan payudara, indung telur dan klitoris, tapi tanpa rahim dan vagina (atau hanya ada sebagian).

5. Ambiguous Genitalia: *browsing saja gambarnya kalau penasaran.

Itu hanya 5 dari sangat banyak anomali fisiologis alat kelamin. Dan, kasusnya tidak langka-langka amat, lho…

Di kebudayaan Bugis Sulawesi Selatan, dikenal 5 jenis kelamin: perempuan, laki-laki, laki-laki yang keperempuan-perempuanan (calabai), perempuan yang kelaki-lakian (calalai), dan netral/ gabungan semua (bissu).

Bissu justru adalah pendeta Bugis.  Di kitab Sansekerta juga dikenal jenis kelamin ketiga, disebut Tritiya-Prakriti.

Di dunia hewan? Burung Sparrow leher putih ada 2 jenis jantan dan 2 jenis betina, garis putih atau garis coklat. Jantan dan betina garis putih lebih agresif dan galak mengklaim wilayah.

Sedangkan jantan dan betina garis coklat menjadi orangtua yang baik (90% pasangan yang berhasil adalah 1 burung garis putih + 1 burung garis coklat).

Ada juga kadal Uta Stansburiana yang dibagi 5: jantan leher oranye (super dominan, testosterone tinggi, punya banyak ‘selir’), jantan leher biru (kurang agresif, hanya kawin dengan 1 betina), dan jantan leher kuning (sama sekali tidak mempertahankan wilayah, melainkan nebeng wilayah jantan oranye).

Selain itu, ada betina leher oranye (bertelur banyak telur kecil dan sangat defensif), serta betina leher kuning (bertelur besar dengan jumlah lebih sedikit dan lebih toleran dengan burung-burung lain).

Di beberapa negara, contoh di Australia (2003) dan Jerman (2013), masyarakat sudah boleh mengosongkan kolom jenis kelamin. Di India (2005)  pilihan jenis kelamin di paspor ada male/female/eunuch.

Di Nepal (2007), ID Card ada pilihan male/female/others. Di Pakistan (2009), ada pilihan male/female/neither/both. Di Thailand (2004), di Chiang Mai Technology School, mulai menyediakan toilet terpisah untuk kathoeys, dengan gambar setengah perempuan setengah laki-laki di pintu.

Dalam kitab suci Yahudi-Kristen-Islam memang hanya ditulis Tuhan menciptakan binatang-binatang dan ternak, lalu Adam dan Hawa. Tidak dijelaskan detail. Eh, tapi disebut bahwa anak Adam dan Hawa ada 3: Cain, Abel, dan Seth. Laki-laki semua?

Di kitab suci tidak disebutkan Tuhan juga menciptakan janin dengan cacat fisik/organ/ syaraf/kromosom kurang atau lebih, laki-laki tanpa penis, perempuan tanpa rahim, atau orang-orang berkelamin ambigu.

Tidak disebut pula bintang laut hermaprodit, pinguin albino, kura-kura kembar siam, macan down syndrome, babi berkepala dua, juga T-Rex, Brontosaurus, serta Pithecanthropus Mojokertensis, dan seterusnya.

Ya makanya disebut Kitab Suci, bukan ensiklopedi.

TIDAK ADA KOMENTAR