Lembah Ela di Yogya, Siapa Daud dan Goliatnya?

Lembah Ela di Yogya, Siapa Daud dan Goliatnya?

Ada kemiripan nama antara Elanto, pesepeda yang menghadang konvoi motor gede (moge) di Yogyakarta, dengan Lembah Ela. Kebetulan? Mungkin saja.

Tidak hanya nama, peristiwa di Lembah Ela yang bersejarah juga mirip dengan apa yang terjadi di Yogyakarta belakangan ini. Kebetulan lagi? Ya sudah, mending kita simak saja cerita ini.

Lembah Ela (Valley of Elah) terletak di dekat kota kuno Sha’arayim, Israel. Jauh ya dari Yogyakarta, memang. Lalu, apa yang terjadi di lembah tersebut?

Lembah Ela atau terkadang juga disebut Lembah Elah diyakini sebagai lokasi pertarungan antara Daud lawan Goliat. Saya sebut Daud di sini, karena waktu itu Daud masih muda, belum jadi Nabi.

Pasti orang sudah banyak tahu mengenai kisah Daud lawan Goliat, karena terungkap di sejumlah kitab suci. Intinya, Daud, seorang pemuda Israel, secara heroik mampu mengalahkan Goliat dari Palestina, hanya dengan ketapel. Sedangkan Goliat bersenjata lengkap.

Selain persenjataan, secara fisik Daud juga kalah jauh dengan Goliat. Daud berbodi mungil, sedangkan Goliat bak raksasa. Ada yang bilang Goliat setinggi 2 meter, 3 meter, entahlah.

Perawakan Goliat juga semakin angker, karena memakai baju perang. Sedangkan Daud hanya seorang pengembala domba.

Balik lagi ke aksi Elanto di Yogyakarta. Secara heroik, Elanto Wijoyono yang ‘mengembala’ sepeda menghadang rombongan moge, yang lengkap dengan ‘baju perang’-nya.

Elanto yang bertubuh kurus bahkan harus berhadapan dengan seorang pengendara moge berbadan besar. Mirip Daud versus Goliat kan? Agak maksa ya?

elantooo

Elanto geram dengan rombongan moge yang kerap melanggar aturan lalu lintas. Apalagi, rombongan itu dikawal polisi. Patwal polisi, menurut dia, seharusnya untuk keperluan darurat dan negara, bukan mengawal rombongan tidak penting.

Selanjutnya soal konvoi. Tidak hanya moge, konvoi apapun seperti iringan parpol, suporter sepakbola, dan sebagainya juga cenderung melanggar lalu lintas.

Namun, Elanto mengakui, dari sisi legal, beberapa pihak bisa saja mencari alasan pembenaran. Pasalnya, berdasarkan undang-undang, pengawalan polisi terhadap rombongan moge atau lainnya bisa dibenarkan. Tapi, dari sisi kepatutan, menurut Elanto, aksi tersebut sebagai penyalahgunaan.

Video aksi Elanto bernyali Daud ini beredar di sejumlah situs dan media sosial. Dengan kekuatan dunia maya, Elanto berhasil mengalahkan rombongan moge. Para netizen mem-bully habis-habisan rombongan moge tersebut.

Mengutip dari Dandhy Dwi Laksono, “Sungguh, saya bersaksi bahwa pria pengendara moge kali ini salah memilih lawan.”

Foto: lukechandler.wordpress.com