Kominfo, Kapan Otak Kami Diblokir?

Kominfo, Kapan Otak Kami Diblokir?

Ilustrasi (blog.edmodo.com)

Ini gejala apa ya, kok pemerintah hobi banget bikin gaduh. Kegaduhan datang dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Semula, Kominfo berencana memblokir Tumblr, tapi akhirnya nggak jadi. Kominfo hanya minta situs milik Yahoo itu menutup akses pornografi di dalamnya.

Kasihan kan pak Azhar Hasyim, direktur e-business Ditjen Aplikasi Informatika Kominfo, yang udah gagah-gagahan mengumbar rencana pemblokiran Tumblr dalam satu-dua hari ini. Siapa bilang beliau pejabat minim info alias minfo? Wong, dia paham betul kalau Tumblr menyebarkan konten porno.

“Udah pernah lihat video porno? Itu videonya adalah laki-laki (bersenggama) dengan perempuan, juga laki-laki (bersenggama) dengan laki-laki. Itu apa nggak porno itu?” tutur Azhar.

Tuh kan, beliau pejabat kaya info. Dia bahkan tahu ada adegan ML sesama jenis. LGBT ya? Wah, kalau saya nggak pernah nonton yang laki-laki sama laki-laki, pak.

Konyol banget kan itu drama – berusaha keras supaya kata konyol nggak typo. Memang apa sih Tumblr? Sederhananya, Tumblr adalah mikroblog atau situs jejaring sosial.

Situs ini memungkinkan para penggunanya mengirim konten multimedia berbentuk blog pendek. Multimedia ngarti? Duh, jangan minfo dong alias minim info.

Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi, audio, dan video dengan alat bantu dan koneksi, sehingga para penggunanya bisa melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya, dan berkomunikasi. Tuh, hasil googling-nya.

Sekarang udah paha? Eh, paham? Nggak perlu sekolah jauh-jauh ke Equatorial Guinea kok, tinggal baca-baca di internet. Jangan cuma sibuk nyari video mesum. Baca-baca artikel di internet itu berguna banget. Nah, Tumblr itu sebenarnya media untuk menulis dan membaca artikel-artikel yang bagus.

Sebelum ini, Kominfo juga pernah bikin kejutan dengan memblokir situs berbagi video, Vimeo. Pemblokiran Vimeo dilakukan oleh mantan menteri Kominfo Tifatul Sembiring pada Mei 2014. Alasannya hampir mirip. Kominfo menemukan beberapa kategori yang mengarah ke konten pornografi.

Sekarang coba buka situs berbagi video yang lebih populer dari Vimeo. Misalnya, Youtube dan Metacafe. Apakah ada video yang menampilkan adegan-adegan mesum atau mengandung unsur pornografi?

Banyak bro, sis… Mulai dari pedangdut yang goyang-goyang nggak karuan atau ABG yang esek-esek di semak-semak. Mulai dari durasi pendek sampai full. Mau yang versi HD?

Lalu, buka juga Google, Twitter, Facebook, dan Instagram. Banyak nggak unsur-unsur pornografi di situ? Ingat kasus Tata Chubby yang dibunuh pelanggannya sendiri pada April 2015?

Tata Chubby ini adalah pemakai setia Twitter dan menjajakan diri melalui situs jejaring sosial itu. Berani blokir Twitter? Ah, ya nggak mungkinlah. Nanti bapak nggak bisa eksis dan narsis. Buzzer-buzzer Bapak bakal alih profesi ke mana kalau Twitter diblokir.

Sekarang coba bandingkan, berapa banyak konten porno di Google Image dengan di Tumblr? Belum lagi situs semacam Tumblr, seperti Blogspot dan WordPress. Saya kira sudah jadi rahasia umum banyak menyimpan konten bokep juga.

Intinya, setiap situs di dunia maya sesungguhnya punya dosa syahwatnya sendiri. Tapi, masak bapak-bapak Kominfo lupa kalau situs-situs itu juga berkontribusi besar terhadap peradaban umat manusia. Di situ, kita bisa unggah buku atau majalah digital, melihat video kreatif yang menginspirasi, atau membaca artikel-artikel bergizi.

Banyak manusia utang budi kepada situs-situs di dunia maya. Ya memang, ada baik ada juga buruknya. Tergantung kita mau cari apa. Otak dan tindakan kita masing-masing yang akhirnya menentukan.

Lagipula bapak-bapak kok gaduh, padahal Presiden Joko Widodo berkunjung ke Silicon Valley, California, Amerika Serikat. Silicon Valley itu tempat beroperasinya perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang komputer dan semikonduktor. Di sana berdiri banyak perusahaan raksasa, seperti Google, Apple, Intel, termasuk Yahoo, pemilik Tumblr.

Pak Jokowi bahkan sempat berdialog dengan diaspora Indonesia di Amerika di tengah kunjungannya ke Silicon Valley. Bapak Menteri Kominfo Rudiantara juga ikut lho.

Pak Jokowi katanya mau menggelontorkan dana Rp 12 triliun dalam bentuk pinjaman untuk generasi digital di Indonesia. Targetnya menciptakan 1.000 technopreneur.

Beliau membuka kesempatan kepada seluruh generasi muda Indonesia untuk menciptakan karya kreatif, termasuk aplikasi-aplikasi inovatif. Tapi, bagaimana mau berinovasi, kalau sedikit-sedikit main blokir. Susah kalau semua hanya dilihat dengan kacamata kuda.

Hati-hati, bisa saja Voxpop ikut kena blokir Kominfo gara-gara sering posting artikel nyeleneh. Udah ah, saya mau download dulu. Bukan, bukan bokep. Saya cuma mau download foto-foto Kim Jong Un…