Ketika Perempuan Coba Melucu soal Lelaki, seperti Lelaki Melucu soal Perempuan

Ketika Perempuan Coba Melucu soal Lelaki, seperti Lelaki Melucu soal Perempuan

theobsidianmirror.net

“Gini, ya, yang nggak gue ngerti dari cowok, kenapa tiap ngumpul pasti yang dibahas cewek? Dijadiin objek lagi. Kayak nggak ada bahan obrolan lain aja, iya nggak sih? Bahas global warming, kek, atau bahas represi terhadap Papua, kek. Hal yang lebih berbobot gitu. Tapi memang sih, cowok itu sebaiknya di garasi saja. Mereka kan perannya lebih ke benerin mesin kendaraan ketimbang membahas kontribusi sosial.”

Halo, semua..! Jenuhkah anda mendengar sejumlah kabar yang berseliweran? Tidakkah kita perlu hiburan dan sedikit tawa? Karenanya, kali ini saya mencoba menulis skrip monolog humor dengan referensi para aktor komedi muda Indonesia. Maklum, mereka didaku dan mengaku sebagai penggembira garda depan negeri kita. Anyway, selamat tertawa, kalau bisa!

***

Selamat siang, teman-teman sekalian…

Jadi gini, ya. Kali ini gue mau ngebahas soal cowok. Menurut gue, cowok itu aneh banget, ribet! Lo semua pada liat kan tren cowok-cowok sekarang? Undercut! Itu loh, tren rambut yang tipis di samping bawah tapi tebel di atasnya. Kayak ayam jago.

Cowok, kalau udah make model rambut begitu, masya Allah, ribetnyaaa… Itu rambut atas kan mesti dibentuk tuh pakai pomade. Bentuknya itu macem-macem! Ada yang klimis belah samping, sisir ke belakang, sisir ke atas, sisir ke depan, atau dicepol. Istilahnya sih, man bun. Nah, ngebentuk rambut itu tuh cowok-cowok ribet banget!

Padahal, kita cewek itu kan suka cowok yang nggak ribet, yang sederhana aja. Perkara apa maksud ‘kesederhanaan’ itu membatasi ekspresi dan aktualisasi diri, gak masyalaaah. Satu hal yang jelas, kita tuh suka cowok yang apa adanya ganteng. Jadi, cowok yang keliatan trying to hard itu cocoknya buat bahan ledekan.

Misal nih, sering kan liat model baju cowok sekarang? Slim fit, itu model baju yang rada ngepas di badan. Cowok, kalau badannya oke, make baju model begitu ya bagus. Kadang kan dari balik baju gitu kelihatan, ya, bayangan bentuk otot-otot perut cowok. Sixpacks, kayak roti sobek gitu. Menggiurkan, haha…

Nah masalahnya, banyak cowok-cowok yang make baju slim fit tapi badannya gak fit! Kalau begitu kita cewek yang mandang bukan tergiur kayak lihat roti sobek, tapi inget tumpukan cucian piring kotor di rumah. Soalnya yang muncul di bagian perut bukannya sixpacks, tapi pantat panci! Menggelembung gitu kayak diisi sop sayur.

Tuh kan, kita pasti ketawa. Perkara ini body shamming yang merupakan bagian dari perundungan, gak masalah, yang penting kita ketawa! Lah, cowok model begitu memang bikin bimbang. Gimana coba caranya bilang kalau yang make baju slim fit itu sama sekali gak slim dan fit?

Gini deh… Tujuan cowok-cowok itu berpenampilan buat apa sih? Supaya diperhatikan cewek! Makanya kita harus berterimakasih, cowok itu ngebentuk rambut mereka berjam-jam demi kita seneng. Jadi, sambil ketawa gini, kita sebenarnya membentuk sebuah standar berpenampilan buat cowok yang sesuai dengan keinginan kita para cewek.

Kalau ada tren-tren yang nggak disetujui dan dipahami, ketimbang bertanya, mending kita membuat humor yang memojokkan yang memaksa si cowok untuk mengkritik diri sendiri! Kayak misalnya, “Ngapain sih sulam/gambar alis?” Eh, salah, itu buat cewek ya. Ups.

Jadi gitu, cowok memang makhluk paling ribet yang ada di bumi ini. Mereka sering bilang kalau kita cewek sering mengeluh. Dari mana kita bisa tahu? Dari keluhan cowok-cowok yang mengeluh tentang cewek di atas panggung, lalu ujung-ujungnya dapat duit. Luar biasa!

Di mata cowok, cewek itu selalu salah! Cewek make baju terbuka, dibilang cabe. Cewek berhijab ke DWP, dibilang salah tempat. Cewek punya banyak pertimbangan dibilang ribet. Cewek nggak mempan rayuan, dibilang nggak menghargai. Ngaku ceweknya menjajah dalam pacaran, tapi malah ngeluh doang. Tanya kek, protes kek, ajak ceweknya diskusi kek. Bego, nggak sih menurut lo?

Tapi sekarang cowok-cowok itu tambah pintar, guys. Proses kognitif dalam otak mereka sudah berkembang, nggak melulu soal nafsu birahi. Makanya, sudah nggak ada lagi cowok-cowok yang melakukan pelecehan, lalu beralasan salahnya korban yang bikin dia nafsu. Bukan begitu?

Nah kan, gimana cowok mau bahas isu sosial? Dari tadi kita ngetawain logika cowok. Ini kode kalau cowok itu nggak kapabel untuk bekerja dan berperan secara logis. Apalagi bersuara dalam konteks sosial dan politik. Makanya cowok itu tempatnya di dapur, eh, maksudnya garasi aja.

Ngomong-ngomong kok jadi serius gini, ya? Oke, kita santai dulu, deh. Gue nyobain satu prank dulu, nih. Mas, yang di situ baju merah? Iya, Masnya! Kalau boleh tahu berapa ya, ukuran penisnya? Eh, gue jangan ditimpuk dong! Ah, prank barat emang gak cocok ya dibawa ke negeri kelas tiga begini. Tapi, jawab aja tolong dong, mas. Berapa?

APAA? Tiga senti?? Hahaha! Dasar kamu mahasiswa penis pendeeekk! Impotensi kamu! Sudah kamu nggak perlu pakai kancut, nggak ada juga yang perlu dibungkus di sana! Hahaa..!

***

Jadi, bagaimana rasanya saudara-saudara pria sekalian? Merasa tak terima dengan generalisasi brutal ini? Berulang kali membaca lalu berucap, “Gue nggak gitu, deh!?” Merasa direndahkan, karena bukannya diajak tertawa bersama tapi malah ditertawakan?

Selamat, anda sekalian baru merasakan apa yang selama ini dirasakan oleh banyak perempuan di Indonesia, ketika berusaha tertawa lewat tontonan. To hell sama omongan Carlin, “You can joke about anything, it’s all depends how you construct the joke.” Cara termudah membuat punchline adalah dengan playing victim yang dipoles jargon tanpa isi kecuali stereotipe.

Seperti tulisan ini. Kalau cara berhumor tentang laki-laki seperti ini terasa ofensif, kenapa ketika komedi ini tentang perempuan dianggap lucu? Dan bukankah menyedihkan, kita perlu melakukan metode humor yang sama terhadap lelaki dahulu supaya bisa sadar bahwa cara ini begitu menjijikkan?

Sudah, dong, mas ganteng. Jangan cemberut, santai dikit ini Cuma becanda. Senyum laah, biar manis dikit! Jangan galak-galak, nanti cewek takut ngedeketin!

*Mohon maaf kepada komedian-komedian yang tak sempat tercantumkan lawakannya. 🙂

  • anonymous coward

    Perempuan memang selalu benar.

  • Putri

    Dalam lawakan selalu di bilang cowo hrs bisa bilang maaf tanpa alasan baru siap utk menikah, laah kenyataannya dipernikahan ternyata cewe jauh lbh sering minta maaf walau yg salah pasangannya.

  • Roy

    “cewek selalu benar”
    Jadi yaa terima ajlaah jokenya 😀